Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

607 - Tutur Perempuan Pembatik Merajut Agraris-Maritim Nusantara


Nama Inisiator

Rina Mardiana

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

3 Tahun

Contoh Karya

Karakter Geografis Batik Yogyaan.jpeg

Situs Web

www.tuturbatik.tumblr.com

Media Sosial

https://www.instagram.com/tuturbatik.id/

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Hibah Ciptamedia ini akan membantu kami dalam melakukan pembuktian sejarah nasionalisme perempuan didalam melestarikan budaya leluhur bangsa melalui proses produksi dan reproduksi beragam motif agraris-maritim nusantara atau yang kami sebut sebagai Karakter Geografis (KG) motif batik. Penelitian tentang perempuan pekerja seni batik tulis di dua lokasi terpilih akan menjadi titik awal menuju pembuktian teoritis, empiris dan praksis. Tahapan pelaksanaan proyek dilakukan sebagai berikut: (1) Penelitian etnografi perempuan (Mei-Juli 2018) akan menghasilkan buku etnografi perempuan pekerja seni batik tulis Bogoran (Jawa Barat) dan Bakaran (Pati, Jawa Tengah). Didalam buku etnografi tersebut juga ditampilkan seluruh koleksi ‘antropologi visual batik tulis‘; (2) Buku ini dilengkapi film dokumenter tentang “Perempuan Pembatik“ sedangkan tutur perempuan terkait filosofis adiluhung dari setiap motif ditampilkan dalam produksi konten video yang selanjutnya dipublikasikan melalui channel youtube. Pembuatan naskan film dan konten video dilakukan pada Agustus hingga September 2018; (3) Proses pembuatan film dan konten video dilakukan pada Oktober dan November 2018; (4) Pada Desember 2018 hingga Januari 2019 dilakukan editing dan finalisasi buku, film dan video; (5) Pembangunan ekosistem digital seperti website, media sosial, dan marketplace untuk diaspora KG akan dilakukan sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019; terakhir (6) Penyerahan output proyek ke Ciptamedia pada Februari 2019.

Latar Belakang Proyek

Tahun 2009 UNESCO menetapkan BATIK sebagai warisan budaya dunia. Lima tahun pasca penetapan atau tepatnya 2015, kami melakukan riset mandiri untuk mengidentifikasi motif-motif batik tulis yang berkembang di Indonesia. Riset mandiri ini tidak memerlukan biaya dikarenakan bersifat deks study berdasarkan data sekunder yang dikumpulkan melalui internet, buku, jurnal dan laporan hasil penelitian. Hasil riset menunjukkan Karakter Geografis (KG) motif batik terkait erat dengan kondisi lingkungan/sumberdaya alam dan makna filosofis adhiluhung yang bersumber pada kearifan lokal. Tahun 2016 -masih dengan dana pribadi- kami melakukan verifikasi KG dengan berkunjung ke kampung batik yang ada di Pulau Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta). Baru pada tahun 2017 kami mulai berkunjung ke kampung batik di Luar Jawa (Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Kalimantan). Selama proses penelitian independen tiga tahun tersebut (2015-2017) kami menemukan fakta-fakta berikut: (1) Mayoritas pengrajin batik tulis adalah perempuan berusia diatas 50 tahun; (2) Mencanthing batik menjadi bagian dari pekerjaan domestik; (3) Upah dibawah standar; (4) Kualitas batik tulis bermutu tinggi namun aspek harga telah mendorong konsumen lebih memilih batik cap/cetak; (5) Promosi dan pemasaran KG batik belum terintegrasi kedalam ekosistem digital; dan (6) Tidak ada pengakuan sejarah tentang perempuan pelestari budaya bangsa.

Masalah yang Diangkat

Melalui hibah Ciptamedia, kami akan melakukan penelitian terhadap perempuan pekerja seni batik tulis dengan tujuan untuk menunjukkan bukti-bukti teoritis, empiris dan praksis tentang nasionalisme perempuan dalam mengawal batik sebagai warisan leluhur Indonesia. Tutur perempuan menjadi konsekuensi metodologis dalam riset etnografi perempuan pembatik ini. Sebagai kelanjutan dari riset mandiri yang kami lakukan selama 2015-2017, maka kami memilih Jawa Barat (motif Bogoran) dan Jawa Tengah (motif Bakaran) sebagai proyek rintisan. Riset ini menjadi penting dikarenakan pembatik adalah pengukir prasasti sejarah sosial Indonesia. Ironisnya tak satupun pengakuan sejarah yang merekam nasionalisme perempuan pembatik kendati buktinya nyata terpahat dalam mahakarya antropologi visual batik tulis yang telah berkembang dari masa ke masa. Dengan demikian bukti sejarah tentang peran vital perempuan atas pelestarian nilai budaya bangsa akan dihasilkan oleh riset ini dalam bentuk: (1) Buku etnografi perempuan pekerja seni batik tulis Bogoran dan Bakaran; (2) Karakter Geografis motif Bogoran dan Bakaran berupa karya ‘antropologi visual batik tulis‘; (3) Film dokumenter tentang “Perempuan Pembatik“; (4) Konten video tentang KG batik dan maknanya; serta (5) Pembangunan ekosistem digital untuk perkembangan diaspora KG batik serta untuk mengedukasi pasar domestik dan internasional melalui website, media sosial, dan marketplace menuju terwujudnya kemandirian ekonomi kerakyatan berbasis budaya dan industri kreatif.

Indikator Sukses

Indikator kesuksesan proyek diukur dari: (1) Dihasilkannya lima output penelitian yang pendanaannya diajukan ke hibah Ciptamedia; (2) Tersedianya bukti untuk pengakuan (rekognisi) bahwa perempuan adalah saksi sejarah sosial Indonesia dan pelestari budaya bangsa; (3) Terjadinya transformasi ekonomi kerakyatan menuju revolusi industri 4.0; serta (4) Tercipta komunitas pembelajar perempuan pekerja seni batik tulis lintas generasi melalui best practice, lesson learn, dan literasi digital batik tulis.

Lokasi

Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah

Dana yang Dibutuhkan

Rp.950 Juta

Durasi Proyek

9 bulan