Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

553 - Wahana Bermainnya Imajinasi


Nama Inisiator

Lilis Kartika

Bidang Seni

seni_rupa

Pengalaman

3 tahun

Contoh Karya

Refleksi Diri.jpeg

Situs Web

Media Sosial

https://www.Instagram.com/licka.ika/

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Project yang akan saya buat nanti adalah lukisan bergaya pop surrealis. Rencana nya karya yang akan di buat berjumlah 9 karya, 5 diantaranya berukuran 85 x 60 cm dan 4 berukuran 130 x 85 cm. Bahan yang akan digunakan adalah cat minyak, di atas kanvas, dengan menggunakan tehnik sapuan kuas. Dalam project ini juga, rencananya saya akan mengerjakan proses eksperimen pengoptimalan prosedur pembuatan karya. Langkah penyempurnakan tahapan berkarya, dimulai dari; mencari refferensi lewat internet, menentukan ide karya, membuat sketsa awal, melakukan pemotretan model, mencetak foto acuan, membuat sketsa jadi, memindahkan sketsa ke kanvas, melukis diatas kanvas, mendokumentasikan rangkaian kegiatan dan hasil karya, kemudian mempublikasikan sendiri proses pembuatan lewat media sosial, bahkan kalo tidak ada hambatan selanjutnya bisa sampai menyelenggarakan pameran. Pada pengerjaan karya yang sebelumnya biasa saya kerjakan, sangat sulit mengeksekusi ide dengan menggunakan acuan foto dari internet. Selain sulit ditemukan, pose atau gesturnya kadang kurang pas, dan modifikasi karya yang dihasilkan, jadinya terasa kurang original. Saya juga yakin faktor dukungan sarana dan prasarana seperti; Ukuran ruangan studio yang luas dan memadai untuk berbagai aktivitas proses berkarya, pencahayaan ruangan yang cukup untuk siang dan malam, kemudian peralatan, bahan, dan media yang lengkap serta berkualitas. Dapat mengoptimalkan kualitas karya yang dihasilkan.

Latar Belakang Proyek

Masa kecil adalah masa yang sangat berperan dalam membentuk konsep diri seseorang. Setiap anak yang terlahir, mendapat anugrah dari sang pencipta dalam bentuk potensi diri. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak yaitu “genetik” dan “lingkungan”. Lingkungan psikologis yang kondusif dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga anak akan tumbuh menjadi anak yang memiliki rasa percaya diri dan memiliki keyakinan pada kemampuannya. Prilaku anak kecil di dominasi oleh naluri alamiah, seperti mendapat kebahagiaan. Perasaan senang didapatkan dengan bermain, dan melakukan apa pun yang mereka suka. Dengan dorongan bermain dan kebebasan tanpa batas, imajinasi merespon dan memperlakukan benda di luar logika. Kadang pula imajinasi mendorong anak mengaktualisasikan dirinya dengan meniru atau bermain peran. Melalui kegiatan bermain, anak belajar banyak hal. Bermain merupakan bagian yang penting dalam tumbuh kembang anak untuk menjadi manusia seutuhnya. Dalam proses menuju kedewasaan, bakat anak ini bisa saja tidak berkembang optimal, karena situasi lingkungan atau tidak berhasil dikenali lebih cepat dalam proses pencarian jati diri. Kompetensi ini dibutuhkan seiring dengan populasi penduduk dunia yang semakin hari semakin bertambah. Peningkatan populasi menyebabkan persaingan hidup yang ketat di masa yang akan datang. Dampak lainnya adalah akan menurunnya taraf hidup, apabila sumberdaya dan kemajuan ekonomi, tidak linear dengan jumlah penduduk.

Masalah yang Diangkat

Dalam project karya yang akan di garap nanti, fenomena kehidupan sehari hari, baik yang saya lihat langsung, ataupun melalui media elektronik, menjadi inspirasi saya dalam berkarya . Salah satunya adalah “prilaku unik” anak kecil dengan dunia bermain mereka. Beberapa dari anak anak itu ada yang memiliki kemampuan “luar biasa”. Subjek ini akan di kombinasikan dengan menampilkan unsur dari “kearifan lokal” seperti dalam bentuk pakaian daerah, budaya, dan tradisi khas indonesia lainnya. Berikut ini beberapa gambaran dari realita yang saya amati, dan kemungkinan besar akan menjadi judul karya, seperti; suasana anak yang sedang bermain wayang, anak yang bermain boneka, anak yang bermain kuda tunggang, anak yang bermain domba adu, anak yang bermain doger monyet, anak yang bermain sulap, anak yang sedang merias diri, anak yang berperan sebagai penari, anak yang berperan sebagai politisi, anak yang berperan sebagai guru, anak yang berperan sebagai dokter, anak yang berperan sebagai peneliti, dan lain sebagainya. Realita tersebut akan saya olah dan sajikan menjadi sebuah bentuk imaji visual. Keunikan, kejanggalan, dan kelucuan yang menggeltik adalah suasana yang diharapkan muncul dalam tampilan karya. Dari sudut pandang lain, permasalahan yang diangkat bisa menjadi bahasa sindiran atau parodi terhadap berbagai permasalahan sosial, politik, dan budaya yang terjadi di negeri ini.

Indikator Sukses

Menyelsaikan 9 karya dengan optimal

Lokasi

Jawa Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.386 Juta

Durasi Proyek

9 bulan