Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

534 - Launching dan bedah buku


Nama Inisiator

Sukarni, SP

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

3 tahun

Contoh Karya

IMG-20180129-WA0010.jpg

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

\r\nSaya akan melakukan launching dan bedah buku. Saya ingin memperkenalkan karya fiksi berupa novel, yang berlatar belakang budaya suku Katab Kebahan yang ada di pedalaman Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. \r\nSaya ingin mengundang guru sejarah SMP/SMA di seluruh kota pontianak dan instansi terkait seperti Balai Sejarah, Balai Bahasa ,mahasiswa dan masyarakat luas, untuk berdialog, di season tanya jawab.\r\nSaya juga akan bekerja sama dengan Narasumber yang kompeten dan intens bidang sastra dan budaya. Acara ini juga akan memerlukan seorang moderator untuk memandu acara tanya jawab.\r\nAcara ini direncakan berlangsung dari pukul 08.00 - 14.00 WIBA.\r\nTempat: Rumah adat Melayu di Kota Pontianak.\r\nDalam proyek ini, saya akan membentuk kepanitiaan, agar proyek berjalan lancar.\r\nAcara ini akan didokumentasikan dan diposting di medsos.\r\nBiaya yang dikeluarkan :\r\nAdalah untuk sewa gedung,\r\nmakan siang , cetak buku. spanduk, banner, undangan,\r\nsnack, nara sumber, moderator dan panitia. Semuanya berjumlah 50 orang.\r\nDi akhir acara, undangan yang beruntung akan di kejutkan dengan hadiah buku di bawah bangkunya.\r\n\r\n\r\n\r\n

Latar Belakang Proyek

Di era globalisasi, semua serba cepat dan canggih, sehingga segala sesuatu yang berbau tradisional sudah mulai ditinggalkan,karena dianggap lamban,menghambat,penuh aturan,dan sebagainya.\r\nMelihat keadaan ini, saya merasa prihatin dengan keadaan generasi zaman now, ini, yang sudah semakin jauh dari akar budaya bangsa. Egonya semakin tampak nyata, tak peduli dengan orang lain dan lingkungan. Bahkan dengan orang tua sendiri, juga sering tidak menaruh rasa hormat.\r\nSaya ingin budaya yang ada di Indonesia tetap lestari. Salah satunya budaya suku Katab Kebahan yang ada di Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, saya harus mengangkatnya ke permukaan agar masyarakat luas mengetahuinya. Pada saat kegiatan bedah buku ini, saya ingin menggugah kembali hati anak muda,bahwa kita terlahir dari budaya, yang penuh keteraturan dengan adat dan istiadat daerah masing-masing di Indonesia. Oleh sebab itu kita tidak boleh melupakan budaya yang ada di tanah air.\r\nCnta budaya bangsa, saling menghargai satu sama lain dan menghormati yang tua, menyayangi yang muda.\r\nDengan mengenal budaya tanah air, diharapkan dapat membentengi budaya luar, yang tidak sesuai dengan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia.\r\n\r\n‌

Masalah yang Diangkat

Masalah yang diangkat, adalah tentang kehidupan seorang wanita suku Katab Kebahan yang bernama Dinda. Ia gadis tak d biasa, karena bercita-cita ingin menjadi sarjana. Semua itu atas dorongan orang tuanya yang menjadi Kepala Desa Teladan. Mereka tak ingin anaknya seperti kebanyakan gadis muda suku Katab Kebaha. Mereka menikah muda dan tidak sekolah atau putus sekolah dasar.\r\nDalam menggapai cita 2, Dinda banyak mendapat halangan, termasuk karena pernikahan nya. Dinda sadar telah melanggar keinginan orang tuanya,, oleh sebab itu, ia berusaha menyelesaikan kuliah nya hingga jadi sarjana.\r\nNamun masalah yang paling besar adalah menjalankan kehidupan dalam rumah tangga nya, karena menikah beda suku dan budaya. Selain itu, lelaki yang menjadi suaminya adalah lelaki egois yang membuat Dinda mengambil keputusan meninggalkan suaminya. Namun sesulit apapun masalahnya, harus dijalani, karena suku Katab Kebahan tak mengenal kata cerai.\r\nSingkat cerita, nasehat orang tua yang berisi petuah hidup, membuat Dinda mampu melewati badai rumah tangga

Indikator Sukses

85 persen

Lokasi

Kalimantan Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.25 Juta

Durasi Proyek

1 bulan