Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

505 - Potret Budaya Generasi Millenial


Nama Inisiator

Siti Ariani Muflikhah

Bidang Seni

audiovisual

Pengalaman

18 tahun

Contoh Karya

Kompilasi karya.jpg

Situs Web

https://www.youtube.com/watch?v=M_NK887IOmo&t=1s

Media Sosial

https://www.facebook.com/Die-Before-Blossom-645053468899911/?ref=bookmarks

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Proyek penelitian kolaboratif dalam berbagai medium tulisan, fotografi dan audio visul yang kontekstual untuk memberikan gambaran proyeksi masa depan Indonesia terhadap sekelompok perempuan millenial suku minoritas yang tinggal di Jakarta. Eksplorasi berbagai medium akan memberikan hasil yang menarik, impresif dan komunikatif untuk menghasilkan impresi persona, pemikiran, impian dan perasaan para perempuan milenial minoritas terhadap ikatan budaya asli nenek moyang mereka. Tahap pengerjaan proyek ini diawali dengan menemukan subyek yang bersuku minoritas misalnya Madura, Bima, Flores, Cirebon, Makasar, Bali, Banjar, Arab, Sasak, Dayak, Bugis. Untuk selanjutnya akan dilakukan pendekatan dan meminta kesediaan subyek menjadi narasumber. Pendekatan dan mengenal karakter-karakter subyek merupakan salah satu kunci sukses untuk mendapatkan cara bercerita di depan kamera dengan intim dan akrab layaknya mereka bercerita kepada teman dekatnya. Begitupun dengan seorang fotografer yang juga dituntut dapat mengenali karakter dengan baik agar dapat menghasilkan self portrait subyek. Wawancara bercerita di sebuah studio akan menghasilkan kisah 7 sisters dalam warna hitam putih yang berdurasi 90 menit dan akan distribusikan ke berbagai festival-festival dalam negri, internasional dan pemutaran-pemutaran khusus; sedangkan hasil pemotretan akan dicetak hitam putih dalam ukuran layak untuk dipamerkan yang dilengkapi dengan penulisan pendek.

Latar Belakang Proyek

Penelitian di U.S berjudul Metropolitan Policy Program (www.brokings.edu/metro) oleh William H Frey bahwa : Terlepas dari politik generasi sekarang yang memecah belah, milenium siap menjadi jembatan demografi generasi gen X, boomer dan generasi muda (Z) yang jauh lebih beragam ras di pasca-milenium. Penelitian ini menunjukan grafik perbedaan populasi generasi kulit putih dan non di banding tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2015 ditemukan perubahan komposisi jumlah warga U.S 51,5% berkulit putih dan 68,4% berkulit berwarna. Populasi tahun 2035 diproyeksikan jumlah penduduk kulit putih akan menurun menjadi 46% dan 64,8% kulit berwarna. Penelitian di U.S diartikan bahwa generasi millenial di U.S memiliki potensi jembatan populasi yang beragam secara rasial, lalu bagaimana dengan Jakarta? DKI Jakarta sebagai barometer tempat bermukimnya berbagai macam suku bangsa merupakan laboratorium penelitian yang sangat menarik dengan jumlah populasi 10, juta jiwa di tahun 2015. Mereka dari Suku Jawa (35,16%); Suku Betawi (27,65%); Suku Sunda (15,27%); Suku Tionghoa (5,53%); Suku Batak (3,61%); Suku Minang (3,18%); Suku Melayu (1,62%) dan Suku Lain-lain (7,98%). Jumlah usia produktiif 15-39 tahun sebesar 2.977.696 jiwa dan apa yang akan terjadi 15 tahun mendatang?

Masalah yang Diangkat

Subyek penelitian adalah perempuan millenial yang dilahirkan pada pertenggahan 1990an hingga awal 2000an atau berumur antara 18-23 tahun dan berasal dari suku minoritas. Proyek ini akan memberikan gambaran narasi, story telling kehidupan millenial suku minoritas di Jakarta serta bonus demografi yang perlu mendapatkan perhatian. Subyek akan di interview dalam sebuah studio untuk menceritakan harapan dan impian pribadinya. Subyek akan menceritakan ada atau tidaknya ketertarikan menikah dengan laki-laki diluar sukunya, cerita tentang ikatan kesukuan dalam keturunan, arti pulang kampung, kearifan lokal bagi kehidupan, makna kearifan global, harapan dari sebuah karir, cerita-cerita tentang ikatan budaya kekeluargaan, kesukuan serta apa yang menjadi harapan para orang tua mereka. Selain itu subyek akan di foto self potrait sehari-hari, dalam pakaian adat dan famili potrait pada saat peristiwa khusus; misalnya hari raya Idul Fitri, Natal, Galungan, Kuningan atau perayaan perkawinan keluarga dan lain-lain.

Indikator Sukses

Hasil proyek berupa pameran foto dan pemutaran film untuk publik. Indikator kesuksesan adalah adanya perhatian publik maupun media yang ditandai dengan adanya review karya, bahan diskusi karya, kajian lebih mendalam dan lolos seleksi dalam festival-festival film nasional dan internasional.

Lokasi

DKI Jakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.867 Juta

Durasi Proyek

9 bulan