Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

503 - Menenun Harapan


Nama Inisiator

sitti qamar

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

4 tahun

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Proyek ini adalah proyek kolaborasi saya sebagai penulis dengan seorang teman pegiat film di Banggai. Saya akan melakukan riset terkait latar belakang tenun Nambo, filosofi dan keberadaan penenun di Nambo yang didominasi perempuan-perempuan berusia di atas 50 tahun. Menarik menelusuri bagaimana Tenun Nambo yang dulunya "tersembunyi" kemudian menjadi populer setahun belakangan. Kepopuleran yang terkesan dipaksakan hanya untuk pihak tertentu. Untuk itulah saya perlu mendokumentasikan hasil riset tentang Tenun Nambo ini ke dalam film pendek dokumenter. Film yang kemudian bisa menjadi arsip bagi keragaman khasanah tenun Indonesia atau paling tidak menjadi dokumentasi daerah terkait keberadaan tenun ini. Proses riset akan dimulai awal awal Juli. Selanjutnya untuk pembuatan film pendek dokumenter akan dilaksanakan September 2018.

Latar Belakang Proyek

Gagasan membuat film dokumenter tentang Tenun Nambo ini dimulai dari begitu populernya tenun ini sejak setahun belakangan. Tenun Nambo telah menyentuh kota-kota terjauh. Dipamerkan di mana-mana. Hal ini menarik perhatian saya. Ada dua alasan utama yaitu praktisi penenun yang makin sedikit dan motif tenun yang juga relatif sedikit. Praktisi penenun yang sedikit dengan usia rata-rata 50 tahun ke atas menimbulkan kekhawatiran terhadap keberadaan atau usia tenun ini nantinya. Motif yang relatif sedikit juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemasaran yang dampaknya tentu akan langsung terasa ke penenun. Di samping keduanya hal lain yang menganggu adalah kepopuleran yang terkesan dipaksakan. Kepopuleran yang dipaksakan hanya untuk kepentingan pihak tertentu. Dari situ kemudian saya berpikir untuk melakukan riset dan mendokumetasikannya dalam media film dokumenter.

Masalah yang Diangkat

Untuk memulai riset, saya akan melakukan perjalanan yang tak begitu jauh dari kota kabupaten. Perjalanan berulang-ulang ini hal yang mudah saja. Kendala utama adalah di pembiayaan pembuatan film dokumenter. Kolaborasi saya dan pegiat film dalam pembuatan film ini tentunya membutuhkan biaya.

Indikator Sukses

Film Dokumenter ini menjadi arsip daerah. Di dalamnya kemudian keberadaan Tenun Nambo ini akan sampai jauh terdengar. Kemungkinan besar setelah ini pemerintah daerah lewat dinas terkait betul-betul berusaha membuat pelatihan-pelatihan bagi banyak orang untuk menjaga keberadaan dan keberlanjutan Tenun Nambo.

Lokasi

Banggai

Dana yang Dibutuhkan

Rp.35 Juta

Durasi Proyek

3 bulan