Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

443 - Drama tari “Siwi Siwaya” & Gelar Tari Sunda 3 Zaman


Nama Inisiator

Irawati Jogasuria

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

48 tahun

Contoh Karya

T Merak Ryana Evi Irma.jpg

Situs Web

irawatidurban.com

Media Sosial

Facebook irawati durban

Kategori Proyek

lintasgenerasi

Deskripsi Proyek

Pergelaran ini akan melibatkan pelajar SD, SMP dari Studio Pusbitari ID, alumni dan dosen ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia, Bandung), yang bekerjasama di bawah bendera Yayasan Pusat Bina Tari-Pusbitari ID. Proyek akan menyajikan pergelaran yang terdiri dari dua bagian dengan nuansa yang berbeda. Bagian I: Memperlihatkan keragaman bentuk tari Sunda klasik dan yang klasik baru, dengan cirinya yang kuat karya tiga orang penata tari. Irawati akan mementaskan dua tarian untuk anak-anak: 1. Tari Cangkurileung, tari puteri 2002 2. Tari Baris, tari puteri-putera 2003 dan dua tari klasik baru Sunda untuk remaja: 1. Tari Katumbiri, tari puteri 2009 2. Tari Galura, tari puteri-putera 1988 Dua karya guru tari Irawati yaitu: 1. Karya Rd. Tjetje Somantri: Tari Kendit Birayung, tari putera 1943 2. Karya Rd. Nugraha Sudiredja yaitu Tari Puragabaya, tari putera 1983 Kedua tari klasik putera ini masih dirawat dan diajarkan kepada murid di Studio Pusbitari ID. Bagian II: Drama tari berjudul “Siwi Siwaya”, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dari dua orang yatim piatu yang terlantar. Ceritera dan konsep koreografi oleh Irawati Durban. Terdiri dari lima babak yang menggambarkan ‘kenusantaraan’, yaitu yang bernuansa Sunda, Jawa, Minang, Aceh, Sunda.

Latar Belakang Proyek

Tari klasik Sunda berada diambang kepunahan karena tak pernah diberi kesempatan untuk tampil selain pada ujian semester di lembaga pendidikan kesenian atau di sanggar yang mengajarkan tari klasik. Di samping itu, kadang-kadang tari klasik ditampil juga pada acara formal kenegaraan di istana presiden atau pementasan tari dalam misi kesenian ke luar negeri. Pada kesempatan pentas yang didanai oleh Cipta Media Kreasi ini, kami ingin meraih berbagai usia dan jenis penonton agar mereka mengenal dan mengingat kembali adanya tari klasik Sunda. Jenis tari klasik tradisional yang tidak berjalan di tempat, tetapi dapat dikembangkan mengikuti perkembangan dan selera zaman tanpa kehilangan ciri dan identitas dirinya yang khas. Oleh karena itu di Babak I, kami mengambil kesempatan untuk mempertunjukkan jenis tari klasik beserta tarian yang dikembangkan dari padanya, baik yang ditarikan oleh remaja maupun anak-anak. Babak II dipentaskan untuk mengisi kekosongan kurangnya dramatari yang menampilkan anak-anak. Di samping itu, dengan adanya babak yang berunsur berbagai tari daerah Sunda, Jawa, Minang dan Aceh, dimaksudkan agar anak-anak lebih merasa dekat dengan bentuk seni di luar daerahnya. Suatu kerjasama yang melibatkan seniman senior, dosen-alumni-mahasiswa ISBI Bandung dalam mewujudkan drama tari Siwi Siwaya ini.

Masalah yang Diangkat

Mengupayakan generasi muda terutama anak-anak untuk mengenal dan mencintai tari klasik Sunda, karena dewasa ini, 90% sanggar tari mengajarkan tari jaipongan, suatu bentuk tari rakyat Sunda yang dikembangkan menjadi aktif dan bertendensi seronok. Kehalusan, kesantunan dan tatakrama tradisi yang terdapat pada tari klasik dan menjadi ciri orang Sunda, seolah terabaikan dan tidak dianggap penting. Melalui drama tari Siwi Siwaya, diharapkan akan menggugah rasa iba dan simpati anak-anak dan orang tua pada kehidupan anak yatim piatu yang terlantar.

Indikator Sukses

1. Bila seluruh Tim dapat memahami tugas masing-masing dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan tugas yang diberikan kepadanya. 2. Bila Tim merasa puas atas hasil kerjanya. 3. Bila seniman bangga atas hasil yang dicapainya. 4. Bila penonton banyak yang hadir, merasa puas, gembira dan mengagumi pertunjukan. 5. Bila gaung dari pergelaran ini meluas di kalangan seniman dan masyarakat serta wartawan yang meliput pergelaran.

Lokasi

Bandung / Jawa Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.302 Juta

Durasi Proyek

5 bulan