Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

436 - Mempelajari Motif Ukir Toraja "Sumber Seni Terapan Batik"


Nama Inisiator

Swesti Anjampiana Bentri

Bidang Seni

kriya

Pengalaman

5 tahun

Contoh Karya

layot TA.jpg

Situs Web

https://drive.google.com/drive/folders/1-KxvXoTj7LdyU7w-yrWsV--BYH6lkhD0

Media Sosial

FB: Swesti AB Sanjana Swan - https://web.facebook.com/tiana.eyledytjiphitwoirro

Kategori Proyek

perjalanan

Deskripsi Proyek

Mencari sumber inspirasi serta informasi tentang motif ukir Toraja sehingga mampu menjelaskan makna filosofi yang terkandung di dalam motif ukir suku Toraja, kegunaan dan pengaruhnya bagi masyarakat Toraja. Mempelajari struktur dan bentuk motif ukir Toraja. Meninjau sejauh mana motif ukir Toraja ini dapat diaplikasikan pada batik, agar mampu menambah perbendaharaan motif untuk batik sekaligus menjadi upaya pelestarian batik dan motif ukir Toraja. Melakukan penelitian atau pencarian informasi tentang motif ukir Toraja yang diharapkan mampu menjadi rujukan baru dalam mempelajari motif ukir Toraja, dan melengkapi karya-karya tentang motif ukir Toraja sebelumnya.

Latar Belakang Proyek

Suku Toraja memiliki kebiasaan memberikan tanda berupa ukiran berbentuk motif pada objek yang memiliki nilai kesakralan, ukiran dibuat berdasarkan bentuk-bentuk yang ada dilingkungan sekitar masyarakat suku Toraja seperti cerita rakyat, benda-benda langit, tumbuhan, peralatan rumah tangga, babi, sampai kerbau. Pewarnaan ukiran Toraja didapat dengan memanfaatkan tanah yang ada disekitar mereka dan diambil dari berbagai daerah. Perbedaan struktur dan sifat nutrisi dalam tanah ini menyebabkan hasil warna yang didapat juga ikut berbeda, yaitu merah, orange dan kuning. Terdapat empat bentuk dasar dalam ukiran Toraja yang disebut sebagai goronto’ passura’, diantaranya adalah Pa’ Tedong, Pa’ Barre Allo, Pa’ Manuk Londong, san Pa’ Sussu’ yang kemudian mengalami perkembangan dan memiliki makna filosofi disetiap bentuknya. Suku Toraja menggunakan ukiran sebagai pelengkap upacara adat, penghias rumah, serta penghormatan dan pendidikan untuk melaksanakan ajaran leluhur mereka. Ukiran Toraja ini diletakkan diberbagai tempat rumah adat/ Tongkonan, rumah mengkremasi jenazah dan rumah penyimpanan kebutuhan hidup mereka/ Alang. Melihat dari warna dan stilisasinya, motif ukir Toraja memiliki daya tarik tersendiri. Sampai sejauh mana kemungkinan motif-motif tersebut dapat digunakan sebagai motif pada kain batik; apakah mengurangi nilai kesakralan jika diaplikasikan pada batik, atau dapat diaplikasikan pada semua seni terapan? Maka dari itu masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Masalah yang Diangkat

Berdasarkan uraian pada latar belakang yang disampaikan diatas, masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: a. Apa kegunaan motif ukir bagi suku Toraja? b. Bagaimana struktur motif ukir suku Toraja? c. Bagaimana bentuk-bentuk motif ukir suku Toraja d. Apa makna filosofi yang terkandung di dalam motif ukir Toraja? e. Apakah motif ukir Toraja dapat diaplikasikan pada batik?

Indikator Sukses

Proyek ini dikatakan berhasil apabila mampu memberikan pemahaman tentang makna filosofi motif ukir Toraja. Memberikan gambaran tentang pengaruh motif ukir Toraja baik dalam bidang sosial, budaya, maupun ekonomi. Memberi penjelasan tentang kegunaan dan pengaplikasian motif ukir suku Toraja pada kebudayaan masyarakatnya. Menjelaskan sejauh mana motif ukir Toraja dapat diaplikasikan sebagai motif batik. Mampu memberi informasi bagaimana struktur dan bentuk – bentuk dasar yang menjadi ciri khas motif ukir di Toraja.

Lokasi

Toraja, Sulawesi Utara

Dana yang Dibutuhkan

Rp.48.6 Juta

Durasi Proyek

2 bulan