Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

428 - Drama Musikal Jagat Suwung


Nama Inisiator

VIRANIE DWI MONIKAWATIE

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

1 TAHUN

Contoh Karya

jg1.jpg

Situs Web

-

Media Sosial

warangkadancecompany (instagram)

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Pada program ini saya mengajukan kegiatan dalam bentuk seni pertunjukan drama musical dengan judul “JAGAT SUWUNG”, yang didalamnya membahas tentang pola dan tatanan hidup manusia yang sudah terkontaminasi perkembangan zaman. Dalam hal ini pun, saya berniat pertunjukan ini disajikan dalam bentuk panggung pertunjukan yang tidak konvensional. Panggung tersebut dibuat di area pesawahan atau pegunungan, dimana penonton atau apresiatorpun dapat diajak sekaligus terlibat dalam pertunjukan tersebut (site spesific performance). Kegiatan yang kami usung memiliki peranan dalam pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal.Karena dalam kegiatan seni pertunjukan drama musikal ini, saya mencoba menghadirkan aktivitas dan pola kehidupan masyarakat Sunda, yang tidak jauh dari aktivitas yang agraris, dan permainan-permainan tradisional anak (kaulinan barudak lembur), karena pada hakikatnya masyarakat Sunda ada dan berada pada budaya peladang. Hal ini pun, dikemas sedemikian rupa dalam beberapa pengadegan yang memiliki tujuan untuk mengembalikan ingatan para apresiator pada ingatan-ingatan kegiatan pola dan tatanan hidup manusia yang hakiki, juga berusaha menumbuhkan ingatan baru tentang bagaimana manusia hidup dan menghidupi dengan cara mengharmoniskan diri dengan alam. Banyaknya pembangunan dan penyimpangan – penyimpangan sosial menjadi bukti adanya ketidakharmonisasian antara alam, budaya, lingkungan, sosial dan pergeseran pola tatanan hidup manusia. Kosong adalah isi, isi adalah kosong. Kehancuran industrialisasi, emosionalis yang menjadi pandangan hidupnya. Kini manusia sudah tidak memanusiakan manusia, sudah tidak dalam tatanan hidup dan tatanan alam sebagaimana mestinya.

Latar Belakang Proyek

Ketidakharmonisasian antara alam, budaya,lingkunga sosial dan pergeseran pola tatanan hidup manusia, terjadi karena timbulnya egoisme untuk kepentingan pribadi (perusahaan) khususnya masalah pembangunan yang fungsionalnya kurang berfungsi yang ada hanyalah akan menggerus kebiasaan dan budaya. Sehingga dapat memberikan pengaruh buruk erhadap alam, lingkungan dan sosialnya. Kosong adalah isi, isi adalah kosong. Kehancuran industrialisasi, emosionalis yang menjadi pandangan hidupnya. Kini manusia sudah tidak memanusiakan manusia, sudah tidak dalam tatanan hidup dan tatanan alam sebagaimana mestinya. Selain itu, terjadi pergeseran pola hidup wanita.

Masalah yang Diangkat

Ketidakharmonisasian antara alam, budaya,lingkungan, sosial dan pergeseran pola tatanan hidup manusia, hal itu terjadi karena timbulnya egoisme untuk kepentingan pribadi (perusahaan) khususnya masalah pembangunan yang fungsionalnya kurang berfungsi yang ada hanyalah akan menggerus kebiasaan dan budaya. Sehingga dapat memberikan pengaruh buruk terhadap alam, lingkungan dan sosialnya. Kosong adalah isi, isi adalah kosong. Kehancuran industrialisasi, emosionalis yang menjadi pandangan hidupnya. Kini manusia sudah tidak memanusiakan manusia, sudah tidak dalam tatanan hidup dan tatanan alam sebagaimana mestinya. Selain itu, adapun pergeseran pola tatanan hidup wanita.

Indikator Sukses

Banyaknya pembangunan dan penyimpangan – penyimpangan sosial menjadi bukti adanya ketidakharmonisasian antara alam, budaya, lingkungan, sosial dan pergeseran pola tatanan hidup manusia.

Lokasi

kabupaten sukabumi

Dana yang Dibutuhkan

Rp.120 Juta

Durasi Proyek

8 bulan