Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

421 - SENANDUNG DEWI SRI


Nama Inisiator

YULI ANGGRAINI S.SN

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

koreografer tari dalam film pendek "Our Litlle World" (2013), tari "Kalangkang Gebyar" (2015), tari Sabilulungan (2016), tari Sripohaci (2017)

Contoh Karya

vlcsnap-2018-03-06-11h28m22s799.png

Situs Web

yayasanpakalangan.or.id

Media Sosial

facebook yulianggraini

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Pertunjukan tari yang berkolaborasi dengan film dan musik. Tarian ini terinspirasi dari legenda Dewi Sri, simbol kesuburan dan keutuhan alam. Masyarakat primordial Sunda percaya bahwa kehadiran Dewi Sri memberi kesuburan pada tanaman dan penghormatan terhadapnya akan mengembalikan dunia pada kesucian. Kearifan lokal ini memberi pesan yang mendalam bahwa dunia harus selalu dijaga dan ditata, yang mengajarkan bahwa kita hidup bersama alam. Alam bukan untuk dieksploitasi yang menyebabkan rusaknya kehidupan. Musik Tarawangsa dipakai sesuai keyakinan masyarakat Sunda sebagai musik yang disenangi oleh Nyi Sri (Dewi Sri) untuk memberi rasa syukur atas hasil tanaman. Setting panggung didominasi oleh tayangan film yang menggambarkan kehidupan pertanian primordial Sunda yang dipenuhi oleh doa-doa dan upaya memahami alam, serta pertanian modern yang mengeksploitasi alam guna mengejar jumlah produksi yang sebesar-besarnya. Koreografi tarian dan musik tarawangsa menggambarkan harmonisasi dalam segmen pertanian primordial dan disharmoni dengan musik modern dan karinding dalam segmen pertanian modern yang mengeksploitasi alam hingga chaos. Penonton digiring untuk sampai pada kesadaran bahwa alam denyut dan ritmenya sendiri yang harus dipahami oleh manusia. Hasrat untuk mengeksploitasi yang bersandar pada logika dan napsu yang membabi buta harus diredam oleh kesabaran dan kelembutan karakter Dewi Sri yang dimiliki oleh sosok perempuan, sehingga dunia memiliki keseimbangan.

Latar Belakang Proyek

Dunia yang chaoz disebabkan oleh ketidak-seimbangan alamiah, seperti suhu yang ekstrim, bencana lonsor dan banjir, peperangan antar suku dan negara, dekadensi moral, dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena alam dieksploitasi tanpa mempertimbangkan karakter dan denyut alam, tingginya nafsu untuk menguasai, dan ambisi untuk mencapai kepuasan dan kesenangan setinggi-tingginya. Di sisi lain, semakin lunturnya kearifan dalam peradaban manusia modern, seperti kelembutan, kesabaran, pengayoman, dan lain-lain. padahal banyak peradaban primordial yang mengajarkannya. Salah satunya kebudayaan yang mengagungkan sosok mitologis Dewi Sri, dimana karakter ke-perempuan-an dihormati dan dijalani. Sehingga alam terjaga keseimbangan dan kelestariannya,

Masalah yang Diangkat

Melunturnya peran dan karakter perempuan dalam praktik peradaban modern secara global, dengan adanya dominasi peran dan karakter yang maskulin. Hal ini menyababkan ketidak-seimbangan secara kosmologis. Hanya dengan menyeimbangkan kedua peran dan karakter itulah "dunia kembali dipulihkan".

Indikator Sukses

Terciptanya komposisi tarian berjudul "Senandung Dewi Sri" yang dipertunjukan di Kabupaten dan Kota Bandung dengan publikasi dan liputan di tingkat lokal maupun nasional di media cetak maupun elektronik.

Lokasi

Kabupaten Bandung dan Kota Bandung

Dana yang Dibutuhkan

Rp.69.7 Juta

Durasi Proyek

5 bulan