Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

395 - Pinceng Art


Nama Inisiator

Nur Ilmiyah

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

6 Tahun

Contoh Karya

Buku Lontara Suppa.jpg

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

lintasgenerasi

Deskripsi Proyek

Proyek ini kami namakan Pinceng Art. Proyek ini bertujuan mempopulerkan kembali penggunaan aksara lontara kepada masyarakat khususnya generasi muda Sulawesi Selatan, melalui: 1. Pembuatan buku bergambar yang dilatari cerita rakyat Sulawesi Selatan, dan dilengkapi dengan aksara lontara. 2. Pembuatan dan pameran kerajinan berbahan dasar daun lontar, di antaranya kipas yang dihias dengan aksara lontara, pajangan dinding dari daun lontar yang berisikan 'paseng' (ungkapan) Bugis, dan beberapa souvenir lainnya yang dikolaborasikan dengan pengrajin lokal. Kegiatan ini bertujuan mempopulerkan kata-kata bijak orang tua terdahulu (paseng) yang sekarang sudah ditinggalkan. 3. Pembuatan vlog belajar menggunakan aksara lontara. 4. Pembimbingan pengenalan aksara lontara yang ditujukan kepada anak-anak sekolah dasar dan menengah.

Latar Belakang Proyek

Hal ini dilatari oleh kesadaran kami untuk mempopulerkan penggunaan aksara lontara. Penggagas, dalam rentang waktu 6 tahun telah menggeluti proses penulisan alih aksara dan penerjemahan naskah lontara. Berangkat dari situ, penggagas melihat salah satu peluang untuk mempopulerkan penggunaan aksara lontara, khususnya kepada kalangan generasi muda yaitu melalui pemanfaatan media yang lebih kekinian, tidak terbatas pada material kertas semata. Penggagas hendak menekankan kepada generasi muda di Sulawesi Selatan, bahwa mengangkat kembali identitas daerah tidaklah berarti kuno, tetapi menjadi generasi yang moderen dengan tidak menghilangkan jati diri dan kearifan lokal sebagai karakter yang membentuk kedirian generasi Indonesia.

Masalah yang Diangkat

Saat ini, penggagas melihat bahwa penggunaan aksara lontara sebagai salah satu item budaya masyarakat Bugis Makassar sudah hampir pudar. Tidak banyak orang yang mampu membaca aksara ini dengan baik. Ada banyak faktor yang menyebabkan memudarnya penggunaan aksara lontara, di antaranya naskah-naskah lontara yang terbatas dipergunakan pada kalangan peneliti saja, juga kurangnya minat generasi muda di Sulawesi Selatan bukan sekadar menulis dan membaca aksara lontara, bahkan dalam menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam pergaulan sehari-hari. Oleh karenanya, kesadaran untuk menggunakan bahasa daerah ini dipandang perlu untuk ditumbuhkan kembali. Meskipun terdapat usaha-usaha dari Pemda untuk menggalakkan kembali penggunaan aksara lontara, seperti dengan menambahkan aksara tersebut pada nama jalan atau nama instansi, namun hal ini dianggap kurang memadai jika tanpa peran serta dari seluruh masyarakat pemilik kebudayaan itu sendiri. Tugas untuk menggalakkan dan menggiatkan kembali penggunaan bahasa daerah baik dalam bentuk lisan maupun tulisan tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui pendekatan yang lebih kekinian seperti pemanfaatan media sosial, pembuatan souvenir-souvenir sederhana yang menonjolkan aksara lontara, dapat menjadi salah satu cara alternatif yang menurut kami cukup efektif untuk mengenalkan dan mempopulerkan kembali aksara lontara. Selain untuk menampilkan identitas lokal, sekaligus menjaga agar bahasa dan aksara daerah tidak punah.

Indikator Sukses

Dengan semakin banyaknya anak-anak muda yang meminati buku gambar dan souvenir yang kami kerjakan. Untuk vlog, indikator kesuksesannya adalah dengan banyaknya jumlah viewer.

Lokasi

Kota Makassar

Dana yang Dibutuhkan

Rp.115 Juta

Durasi Proyek

8 bulan