Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

372 - Perempuan Kampung Dukuh


Nama Inisiator

Neng Sheila Nuary Saputri

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

2 Tahun

Contoh Karya

Situs Web

https://drive.google.com/file/d/1i_3ApoS41PSQzireJeGTXUek-QiwerFH/view?usp=sharing

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Proyek ini akan menjadi sebuah tulisan berbentuk karya ilmiah dan akan menjadi topik sebuah seminar. Tulisan ini pun akan membahas sedikitnya tentang 7 unsur yang ada di Masyarakat Kampung Dukuh, namun akan lebih terfokus pada para perempuan di Masyarakat Kampung Dukuh tentang bagaimana para perempuan Masyarakat Kampung Dukuh menjaga alam sekitarnya. Dan bagaimana para perempuan mengerjakan dua pekerjaan yaitu pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan memelihara alam sekitarnya atau hutan. Pernahkah berlangsungnya konflik pertentangan antara laki-laki (suami) terhadap perempuan (istri) yang menjaga hutan. Dengan agenda kunjungan dan menetap beberapa hari di Kampung Dukuh, Garut Selatan dan mengikuti akivitas biasa yang dilakukan oleh masyarakat kampung Dukuh.

Latar Belakang Proyek

Saya adalah seorang mahasiswi Jurusan Antropologi Budaya, dan saya pikir saya cukup dekat dengan proyek yang akan saya angkat ini karena dalam perkuliahan saya, ada beberapa mata kuliah yang memfokuskan saya untuk mempelajari adat istiadat, penelitian, dan penulisan. Saya juga sangat tertarik pada adat istiadat sebuah suku yang masih original.

Masalah yang Diangkat

Alasan mengapa saya mengambil Masyarakat Kampung Dukuh yaitu karena banyak sekali fenomena yang mengatakan laki-laki adalah kepala dari segala hal, namun sebenarnya ‘dibalik laki-laki sukses ada perempuan yang hebat’. Nah dari kutipan di atas ini saya mengambil kesimpulan bahwa tidak akan ada alam yang tumbuh subur nan cantik jika tidak ada yang merawatnya. Laki-laki disini adalah sebagai perumpamaan dari hutan. Dan mungkin beberapa masyarakat awam mengatakan tidak mungkin seorang perempuan dapat menjaga alam luas karena menjaga alam adalah pekerjaan yang sangat berat dan biasa dilakukan oleh para laki-laki namun saya disini akan mengangkat hal tersebut untuk mengetahui bagaimana para perempuan masyarakat Kampung Dukuh bisa menjaga hutan atau alam sekitarnya.

Indikator Sukses

Keberhasilan proyek ini dapat di ukur melalui karya ilmiah yang akan di kembangkan menjadi sebuah Seminar dan reaksi positif dari pemerhati sejarah dan kebudayaan Indonesia khususnya Jawa Barat.

Lokasi

Desa Ciroyom, Kec. Cikelet, Garut, Jawa Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.77 Juta

Durasi Proyek

6 bulan