Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

371 - Konser Orkestra Inklusi Pelajar DI Yogyakarta


Nama Inisiator

Asih Hidayatun

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

18 tahun

Contoh Karya

Karya_asih.png

Situs Web

Media Sosial

asih hidayatun (facebook), kinarasih (youtube)

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Pagelaran orkestra teatrikal yang menggabungkan berbagai bidang seni, seperti musik, paduan suara, teater, sastra, desain multimedia, dll, dengan para pemain para pelajar SMA dari berbagai sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdiri dari SMA/Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta dengan berbagai latar belakang agama dan organisasi, termasuk siswa-siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di SMA inklusi maupun SMA Luar Biasa. Kegiatan ini bisa mewadahi 200 - 300 orang siswa yang ingin berpartisipasi.

Latar Belakang Proyek

Sejak tahun 2011, saya menyutradarai pagelaran orkestra yang merupakan kolaborasi anak-anak TK dan siswa-siswa SD sampai SMA, yang menggabungkan berbagai bidang seni seperti proyek yang saya usulkan sekarang ini. Dalam konser tersebut saya juga melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus. Pagelaran terakhir yang saya sutradarai adalah Konser Madrasah berOrkestra "Negeri Lima Cahaya" yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI dalam rangka International Islamic Education Expo 2017 di ICE BSD Serpong. Konser tersebut melibatkan Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Serpong, Yogyakarta, dan Sleman. Mereka berlatih di sekolah masing-masing sesuai dengan konsep yang saya berikan. Sepuluh hari sebelum konser digelar, para siswa dari berbagai sekolah tersebut mengikuti latihan gabungan. Foto dan poster karya-karya konser orkestra saya tersebut dapat dilihat pada file gambar yang saya lampirkan ( apabila diperlukan, saya bisa mengirim rekaman video konser-konser tersebut). Berbekal pengalaman tersebut, saya berpikir betapa indahnya apabila ada sebuah konser orkestra inklusi bagi para pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dukungan siswa-siswi SMK SMM (Sekolah Menengah Musik) yang melalui kepala sekolahnya sudah menyatakan kesediaan, saya optimis Pagelaran Orkestra Inklusi Pelajar Yogyakarta akan bisa terselenggara.

Masalah yang Diangkat

Selama ini, para pelajar SMA di Yogyakarta lebih sering saling bertemu di ajang kompetisi (basket, futsal). Bagi para pemainnya, ajang kompetisi tersebut bisa menjadi media untuk menjalin hubungan pertemanan. Tetapi bagi para suporter, kekalahan bisa menimbulkan luka berkepanjangan. Pagelaran Orkestra Inklusi Pelajar DI Yogyakarta bisa menjadi ajang pertemuan para siswa SMA dalam suasana kolaboratif. Keterlibatan siswa berkebutuhan khusus menjadi agenda utama, karena kesempatan semacam ini sangat sulit didapatkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Padahal keikutsertaan mereka dalam sebuah pentas besar bersama anak-anak "normal" sangat berpengaruh positif bagi perkembangan kehidupan mereka, seperti yang sudah saya buktikan sendiri dalam konser-konser yang saya sutradarai. Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini adalah kampanye untuk membangun masyarakat yang inklusif, terutama terhadap anak berkebutuhan khusus, yang selama ini kekurangan ajang untuk membuktikan kemampuan mereka. Keterlibatan siswa dari berbagai latar belakang sekolah diharapkan dapat membuktikan baik kepada para siswa itu sendiri maupun juga masyarakat umum bahwa kita bisa bermain bersama, bekerja bersama, berkarya bersama dengan semua orang tanpa melihat perbedaan SARA.

Indikator Sukses

1. Konser terlaksana dan mendapat respon positif dari masyarakat 2. Terjalin kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antar semua pihak yang terlibat. 3. Terjalin ikatan persaudaraan yang lebih baik antar siswa yang berpartisipasi

Lokasi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.400 Juta

Durasi Proyek

8 bulan