Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

357 - Buku Dokumentasi Bangunan Bersejarah Di Kota Pasuruan


Nama Inisiator

CANDRANI YULIS ROHMATULLOH

Bidang Seni

seni_rupa

Pengalaman

Aktif dalam mendesain berhubungan literasi, dan berkarya seni rupa

Contoh Karya

Preview Riset.pdf

Situs Web

www.candraniyulis.com

Media Sosial

candrani yulis

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Perancangan sebuah buku mengenai dokumentasi eksotika bangunan bersejarah yang ada di Kota Pasuruan. Buku ini juga membahas bagaimana perkembangan kehidupan masyarakat, sosial dan budaya Kota Pasuruan yang diantaranya ialah perempuan.

Latar Belakang Proyek

Pasuruan adalah kota di Provinsi Jawa Timur yang terletak 60 kilometer sebelah tenggara Surabaya. Kota Pasuruan merupakan dataran rendah di pantai utara Pulau Jawa. Melihat letak wilayahnya, Pasuruan merupakan kota yang memiliki potensi besar terhadap perekonomian sekaligus perdagangan sampai sekarang. Jalur transportasi Surabaya-Probolinggo-Malang, bahkan Jawa-Bali menjadikan kota ini berada di teritorial yang strategis dalam upaya pengembangan berbagai sektor pembangunan. Dalam sejarah dijelaskan, Pasuruan adalah sebuah kota pelabuhan kuno. Pada zaman Kerajaan Airlangga, Pasuruan sudah dikenal dengan sebutan "Paravan" (DKP, 2003: 4). Pada masa lalu, daerah ini merupakan pelabuhan yang sangat ramai. Letak geografisnya yang strategis menjadikan Pasuruan sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara. Banyak bangsawan dan saudagar kaya yang menetap di Pasuruan untuk melakukan perdagangan. Etnis Tionghoa yang mendominasi perdagangan, Eropa yang mendominasi pemerintahan, serta masyarakat asli Pasuruan saling berinteraksi saat itu. Hal ini membuat kemajemukan bangsa dan suku bangsa di Pasuruan terjalin dengan baik dan damai.

Masalah yang Diangkat

Ironinya dalam perkembangan masa ke masa, Kota Pasuruan mengalami pembangunan yang mengakibatkan tidak sedikit bangunan cagar budaya tidak terawat baik. Bahkan, tidak sedikit pula bangunan yang diubah, dihancurkan, dirobohkan dengan sengaja untuk digantikan bangunan baru. Padahal secara nyata, bangunan tersebut memiliki dan memberikan nilai historis mengenai asal usul Kota Pasuruan itu sendiri. Nilai kearifan lokal yang terkandung di bangunan bersejarah dapat memberikan edukasi sekaligus refleksi pada masyarakat tentang nilai-nilai luhur dalam sejarah kotanya. Meminjam kalimat Soekarno, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” maka sebagai generasi muda dengan mengingat sejarah termasuk wujud nyata menghargai jasa pahlawan dulu. Bagi saya pribadi, meskipun saya adalah perempuan, tapi konsep berkarya untuk masyarakat tanpa memandang gender merupakan kearifan yang saya coba dalami. Permasalahan peninggalan sejarah tidak memandang diri kita wanita ataupun pria. Lewat riset ini saya ingin menunjukkan bahwa perempuan dapat menciptakan karya yang bermanfaat bagi banyak orang.

Indikator Sukses

Buku hasil riset dapat tercetak dan tersebar sesuai dengan target audiencenya

Lokasi

Kota Pasuruan

Dana yang Dibutuhkan

Rp.70 Juta

Durasi Proyek

8 bulan