Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pemohon Hibah

Amida Yusriana


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

penelitian

Pengalaman Berkarya

4 tahun

Situs Web

https://scholar.google.co.id/citations?user=R4zJJpMAAAAJ&hl=en&oi=ao ;https://www.youtube.com/watch?v=s22NNCvYKoI; berbakti.id

Media Sosial

@amidayusriana ; @chat_ter_box

Proyek


No. Formulir

356

Judul Proyek

Aku Janda

Lokasi Proyek

Jawa Tengah (Kota Semarang)

Deskripsi Proyek

Proyek Aku Janda adalah sebuah proyek penyusunan buku dan roadshow sosialisasi buku tersebut. Buku Aku Janda adalah sebuah buku biografi yang berisi kisah inspiratif 7 orang wanita yang memutuskan untuk bercerai dengan berbagai alasan yang kemudian menapaki kehidupan baru sebagai seorang single parents. Kisah yang dipaparkan dalam 7 cerita tersebut akan berbeda satu sama lain dan memiliki kekhasan masing-masing. Kisah didasarkan pada kisah nyata para kontributor perempuan berstatus janda. Tujuan dari proyek buku ini adalah untuk menghilangkan stigma negatif status janda. Buku ini akan menjadi antologi yang akan melibatkan 7 orang mahasiswi yang menekuni dunia menulis dengan diketuai 2 kepala proyek (Saya dan seorang teman). Setiap mahasiswi akan berinteraksi dengan perempuan Janda dan menuliskan kembali kisah mereka menjadi sebuah biografi yang inspiratif. Keterlibatan mahasiswi dalam proyek ini tidak lepas dari profesi kepala proyek sebagai seorang dosen dan dalam rangka memberikan ruang kreasi bagi mahasiswi yang menyukai dunia tulis-menulis. Buku akan diterbitkan sejumlah 100 eksemplar (self-published). Beberapa buku akan didistribusikan ke institusi yang memiliki kepentingan dalam memajukan perempuan. Selain itu akan dilakukan sosialisasi buku seperti acara bedah buku umum, bedah buku kampus, talkshow TV Lokal dan radio lokal. Buku akan dibagikan dalam setiap acara sosialisasi dan bedah buku.

Kategori

riset_kajian_kuratorial

Latar Belakang Proyek

Proyek buku Aku Janda berawal dari pengalaman saudara pemohon yang sedang mengalami transisi menuju ke perceraian. Selama proses, saudara perempuan tersebut memperoleh banyak tekanan karena keputusannya untuk bercerai. Banyak pihak yang mengetahui alasan perceraian tersebut adalah karena KDRT, namun demikian masih banyak juga yang menyalahkannya dan menyebutnya egois. Hal tersebut bertentangan dengan sosialisasi KDRT yang selama ini banyak digaungkan pemerintah agar masyarakat sadar dan tanggap. Pada kenyataannya saat hal tersebut terjadi, perempuan masih saja harus menanggung stigma buruk. Selain itu menilik media mainstream yang ada selama ini masih banyak yang menyudutkan perempuan dalam berbagai aspek termasuk saat sang perempuan menjadi janda. Pemohon adalah penggelut kajian gender, ada banyak karya pemohon yang mengulas persoalan perempuan di masyarakat. Pemohon juga aktif menulis karya populer maupun ilmiah. Berbekal pengalaman tersebut, maka pemohon dan tim menyusun ide karya sebuah buku antologi biografi berjudul ‘Aku Janda’. Judul tersebut dipilih karena ingin secara tegas melawan stigma negatif. Judul yang menggelitik sengaja digunakan untuk menarik perhatian masyarakat umum. Untuk pola bedah buku dan sosialisasi direncanakan didasarkan pada kedekatan pemohon dengan dunia akademis yang mengedepankan seminar sebagai upaya membuka cakrawala pemahaman khalayak.

Masalah yang Diangkat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pasangan bercerai hingga tahun 2015 (data tahun terakhir yang tersaji) mencapai angka 347.256. Angka tersebut merupakan angka tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Hal ini berarti terdapat 347.256 janda dan duda di Indonesia. Berbeda dengan kata duda yang seringkali diasosiasikan dengan kata ‘keren’, istilah janda lebih banyak diasosiasikan pada hal-hal negatif di kalangan masyarakat Indonesia. Istilah ‘Janda Kembang’, ‘Janda Anak Satu’, ‘Aku Janda Rasa Perawan’ merupakan istilah-istilah yang menimbulkan kernyitan di dahi. Seorang janda seringkali dianggap sebagai ancaman dalam lingkungannya, perebut suami orang, perempuan penggoda, perempuan yang boleh digoda serta perempuan yang gagal mempertahankan rumah tangganya. Stigma negatif yang mengiringi kata ‘Janda’ ini sangat sakral dan diabadikan dalam berbagai karya populer di media Indonesia. Maka proyek ini berupaya untuk mengubah stigma negatif tersebut dengan menyajikan kisah biografi Janda yang inspiratif. Dalam karya ini diharapkan akan mengkomunikasikan dengan baik alasan perceraian sebagai keputusan terbaik dalam situasi yang sulit yang diambil seorang perempuan, upaya membangun kembali kehidupan dalam babak baru dan menjadi seorang single parents. Selain dari sisi penceritaan, upaya perubahan sikap ini juga akan disampaikan melalui materi saat bedah buku dan sosialisasi.

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

Proyek ini adalah sebuah proyek yang berupaya mengubah tataran sikap masyarakat. Berdasarkan Consumer Behavior, manusia memiliki tiga tataran terhadap sesuatu: awareness, sikap dan tindakan. Buku Aku Janda dan sosialisasinya bertujuan mencapai tataran sikap yakni pemikiran setuju/tidak setuju, benar/tidak benar dalam diri seseorang. Maka indikator sukses dalam proyek ini adalah saat peserta/pembaca memilih sikap setuju bahwa kata ‘janda’ tidak boleh selalu diasosiasikan sebagai hal negatif. Proses dari proyek ini adalah diawali dari perekruitan 7 orang mahasiswa, proses brainstorming meeting untuk pra produksi (2x) produksi (5x) dan pasca produksi (2x), pencetakan sebanyak 100 eksemplar buku dan sosialisasi buku berupa 1x event bedah buku umum, 2x event bedah buku level akademis (kampus UNDIP & UDINUS), sosialisasi via media di Radio dan televisi lokal (TVKu) dan 1x bedah buku komunitas solidaritas wanita.

Dana Hibah

Rp.61 Juta