Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

336 - Tradisi Manganyam dalam Pemberdayaan Perempuan Ino Mondek


Nama Inisiator

Mira Gusti Ramailis

Bidang Seni

kriya

Pengalaman

Baru Memulai

Contoh Karya

IMG-20180128-WA0020.jpg

Situs Web

Media Sosial

https://www.facebook.com/miragusti.ramailis

Kategori Proyek

lintasgenerasi

Deskripsi Proyek

Manganyam merupakan hasil Karya kerajinan masyarakat Kuantan Singingi yang tidak luntur ditelan zaman. Karya anak bangsa yang patut diapresiasi, Selain bisa meningkatkan perekonomian lokal dikalangan masyarakat kuantan singingi khususnya kaum perempuan. Adapun Hasil karya seni ini terbuat dari hasil tumbuhan hutan yang hidup dihutan ataupun dirawa-rawa, yang digunakan oleh masyarakat sebagai alat untuk aktivitas sehari-hari, misalnya keladang, kesawah, kekebun, menangkap ikan, untuk penutup makanan, untuk penutup kepala yang digunakan untuk kesawah, untuk penampi beras, untuk pengipas sate, untuk alas duduk, untuk menyimpan makanan disaat bepergian kesawah, tempat isi makanan, tempat menyipan air, untuk mengayak tepung, untuk menyimpan beras disaat melayat, yang bahan dasar nya terbuat dari tumbuhan pandan bingkuang,bambu buluah,daun kumbuah, kayu batang durian. Alat yang dihasilkan seperti, Kombuik, Lapiak Bingkuang, katidiang, tudung saji, salayan, luka, tangguak, sakok, parikek, kumbuah, pengipas sate, nyiru, kisayan, losuang dan antan, tuai padi, labu air, katang-katang, sumpik beras, Bahan yang digunakan sangat ramah lingkungan. Sekarang ini ketrampilan manganyam rata-rata hanya dilakukan oleh perempuan yang berusia lanjut usia. Jarang perempuan berusia muda yang mahir menganyam. Diperlukan proses pembelajaran seni ketrampilan khusus sebagai proses pewarisan budaya lintas gerasi . Sehingga budaya menganyam bisa dipertahankan dari generasi ke generasi.

Latar Belakang Proyek

Masyarakat Melayu Kuantan Singingi,Sangat menjujung tinggi Nilai budaya, adat dan karya seni, sebagai Gadi kuantan saya ingin tetap melestarikan hasil karya seni kerajinan tangan urang tuo,ino,mondek, dikampuang. Kerajinan tangan yang dibuat oleh urang tuo dikampuang ini mengandung unsur seni kerajinan tangan turun-menurun dan diajarkan langsung oleh mondek ke anak-anak. hasil karya seni yang dihasilkan tidak ternilai harganya, warisan yang patut dijaga untuk mengajarkan kepada generasi selanjutnya, agar karya seni ini tidak hilang, selain menambah finansial dibidang perekonomian masyarakat, untuk memajukan UMKM (Usaha mikro,kecil, dan menengah). Dan memotivasi Pelaku Usaha agar mampu mengembangkan Kreativitas dan Inovasi Produk Kerajinan tangan yang bersumber pada nilai tradisi dan budaya bangsa Indonesia. Hasil kerajinan yang dibuat digunakan sebagai alat keperluan sehari-hari, Sebagai generasi muda, Gadi kuantan singingi saya ingin Hasil karya seni ini hendaknya kita generasi mudah menjaga warisan yang sudah mulai punah ,dengan pemerdayaan kaum wanita .dan sebagai bentuk pengabdian saya kepada daerah, saya ingin mengajak kepada generasi mudah kuantan singingi agar lebih menghargai karya anak bangsa dan hasil karya seni ini ini bisa dikenal dipasarkan dipasar internasional. Terlebih kerajian sejenis Parikek dan kombuik yang merupakan anyaman sekarang jarang ditemukan. Tidak semua perempuan bisa membuat anyaram kerajianan budaya ini.

Masalah yang Diangkat

1. Hasil Karya Seni kerajinan budaya Untuk Memajukan pertumbuhan Perkonomian Masyarakat Kuantan Singingi di Kalangan Perempuan Lintas generasi 2. Kerajinan sebagai budaya Masyarakat Kuantan Singingi yang harus diwariskan Lintas Generasi 3. Pemanfaatan Hasil Tumbuhan Hutan dan Tumbuhan Rawah Kuantan Singingi berbasis Gender yang berskala nasional maupun internasional

Indikator Sukses

Tercapai nya pelatihan bagi Masyarakat kaum perempuan muda kuantan Singingi, dan Promosi Hasil karya Seni dipasar nasional dan Internasional

Lokasi

Riau

Dana yang Dibutuhkan

Rp.130 Juta

Durasi Proyek

3 bulan