Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

316 - Pasar Seni Sonokelingan: Muara Kreativitas Perempuan Kendeng


Nama Inisiator

Fridi Yeni Astutik

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

5 tahun

Contoh Karya

IMG-20180223-WA0018.jpg

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Pasar Sonokelingan adalah sebuah marketplace / wadah jual beli hasil produksi lokal setempat yang digagas, dibangun, dan dikelola secara mandiri oleh perempuan-perempuan Kendeng. Disajikan dalam bentuk sistem pasar tradisional dan berkolaborasi dengan seni budaya. Pasar Sonokelingan juga difungsikan sebagai ruang serbaguna untuk menyampaikan hasil ekspresi yang berhubungan dengan seni budaya dan pelestarian lingkungan. Pasar Sonokelingan terbuka untuk umum.

Latar Belakang Proyek

Kehadiran perempuan dalam gerakan penyelamatan Pegunungan Kendeng Utara sangatlah penting. Perempuan dengan segala keuletan dan ketangguhan mereka dalam mengelola kebutuhan gerakan telah memberikan energi positif untuk mmembesarkan gerakan. Tak hanya di ruang publik, ide mengenai pentingnya masyarakat terlibat dalam isu-isu penyelematan lingkungan juga mereka suarakan di tingkat terkecil yaitu keluarga. Berbagai produk juga dihasilkan dalam aktivitas gerakan ini. Jamu yang diolah dari tanaman yang tumbuh di Pegunungan Kendeng Utara menjadi produk utama yang dipasarkan ke berbagai komunitas. Selain bertujuan untuk mengkampanyekan kesuburan Kendeng, produk ini juag dimaksudkan sebagai sarana untuk memperkuat lini ekonomi perempuan dalam gerakan. Ekspresi kreativitas dalam bentuk seni pertunjukan juag menjadi satu hal baru yang diakrabi perempuan Kendeng. Sejak melakukan pentas bersama dengan almarhum Ki Slamet Gundono pada tahun 2012, perempuan Kendeng yang tergabung dalam Simbar Wareh sering mementaskan berbagai pertunjukan dalam setiap aksi. Setiap pertunjukan yang diadakan selalu mengajak berbagai kelompok, baik seniman maupun non-seniman untuk terlibat. Ide utamanya membangun jejaring kepedulian akan krisis ekologi yang semakin parah terjadi di Pulau Jawa. Dua hal inilah yang ingin didialogkan dalam program ini.

Masalah yang Diangkat

Ada beberapa masalah yang ingin diatasi melalui kegiatan ini. Pertama, terbatasnya ruang kreatif perempuan Pegunungan Kendeng Utara. Keterbatasan ini akan coba diatasi dengan mengadakan workshop pendidikan kesenian bagi perempuan Kendeng Utara dan mementaskannya dalam event Pasar Sonokelingan. Kedua, semakin sempitnya ruang dialog secara langsung antar komunitas. Salah satu efek negatif dari media sosial adalah sedikitnya ruang tatap muka antar komunitas. Oleh karena itu event Pasar Sonokelingan ini menjadi ruang sosial untuk kembali mempertemukan berbagai komunitas secara langsung. Ketiga, sedikitnya sumber informasi langsung mengenai kekayaan alam Kendeng Utara. Melalui kegiatan ini akan diperkenalkan kembali kekayaan alam Kendeng Utara dan bagaimana proses pengolahannya menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomi.

Indikator Sukses

Indikator sukses dari program ini antara lain: - Publikasi hasil pemetaan potensi kesenian Kendeng Utara. - Terselenggaranya tiga kali Pasar Sonokelingan yang diikuti sekitar 1500 orang. - Diadakannya tiga kali workshop pendidikan seni untuk perempuan Kendeng Utara. Setiap workshop akan diikuti sekitar 20 - 30 perempuan usia 20 - 40 tahun. - Satu album kompilasi Pasar Sonokelingan yang berisi lagu-lagu hasil workshop dan dokumentasi pementasan teater.

Lokasi

Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Dana yang Dibutuhkan

Rp.599 Juta

Durasi Proyek

9 bulan