Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

302 - Pengendalian sampah


Nama Inisiator

Elma juliantika

Bidang Seni

kuliner

Pengalaman

Baru memulai

Contoh Karya

IMG_20180103_132322.jpg

Situs Web

Media Sosial

Instagram, Facebook, wa

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Dalam beberapa grup yang saya ikuti di media sosial, banyak sekali informasi-informasi mengenai bencana alam yang disebabkan menumpuknya sampah di daerah perkotaan maupun pedesaan, sebenarnya sangat prihatin melihat kondisi di negara sendiri seperti ini. Kemudian setelah beberapa pekan saya mengikuti penelitian ke kelurahan di Banjarmasin, melihat pola kehidupan masyarakat, dan banyak sekali kerajinan-kerajinan yang dapat dibuat dari barang bekas, seperti halnya kerajinan anyaman dari bungkus Molto, kopi sachet dan sebagainya, sebenarnya itu adalah sampah yang mengganggu lingkungan jika masyarakatnya tidak sadar akan kebersihan lingkungan, namun ibu-ibu dapat menginovasi yang dulunya anyaman tikar/tas biasanya di buat dari bahan alam, sekarang dibuat dari sampah. Sikap peduli lingkungan masyarakat sekitar yang membuat saya ingin mengembangkan potensi yang ada di masyarakat, mereka bilang sebenarnya kami bisa membuat kerajinan ini untuk di jual, tapi kami bingung mau menjualnya kemana?

Latar Belakang Proyek

Berawal dari jalan-jalan melihat sungai-sungai di Banjarmasin dan langsung berhubungan dengan mereka, bahkan sempat menginap di rumah warga di suatu kelurahan, dari beberapa kelurahan ibu-ibu memiliki pekerjaan yang berbeda, ada yang di daerah bantaran sungai mereka bekerja sebagai pengupas kulit udang, dan membuang sampah tidak pada tempatnya. Mengapa begitu? Karena mereka tidak tahu bagaimana caranya mengembangkan sampah sehingga bisa menjadi barang yang berharga ekonomis sehingga bisa menunjang untuk kehidupan sehari-hari. Berbeda halnya dengan masyarakat di pinggiran kota mereka sudah sadar bahwa sampah juga memiliki nilai ekonomis namun mereka tidak tau mau menyalurkan kemana, dan mereka juga tidak memiliki inovasi lain yang lebih kreatif, karena tidak ada tempat atau wadah untuk menyalurkan aspirasi mereka.

Masalah yang Diangkat

Sampah mempunyai nilai ekonomis terutama untuk ibu-ibu pengrajin anyaman.

Indikator Sukses

Pembentukan wadah dan kepanitiaan Penentuan tempat penyaluran Dan akses ke dinas yang bersangkutan

Lokasi

Kalimantan Tengah

Dana yang Dibutuhkan

Rp.150 Juta

Durasi Proyek

6 bulan