Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Pemohon Hibah

RUBY VALENTINESYAH LEMBAH


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

sastra

Pengalaman Berkarya

6 Bulan

Situs Web

TIDAK MEMPUNYAI BLOG

Media Sosial

FB @Ruby Khan , INSTAGRAM @rubykhan_helmkuning

Proyek


No. Formulir

281

Judul Proyek

REVOLUSI STATEMENT (Sosok Nelayan Perempuan Indonesia)

Lokasi Proyek

Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur

Deskripsi Proyek

Sebuah dokumenter yang memperlihatkan perjuangan nelayan perempuan dengan keanekaragaman suku dan budaya dalam melawan waktu dan mempertaruhkan nyawa demi memenuhi kebutuhan hidup.

Kategori

riset_kajian_kuratorial

Latar Belakang Proyek

Dunia perikanan identik dengan nelayan, masyarakat pada umumnya mengenal yang berprofesi sebagai nelayan adalah kaum lelaki/pria. Seolah-olah tidak perempuan bergerak dibidang ini, padahal di beberapa daerah yaitu : Sulawesi Tengah (Kab. Banggai Laut), Sulawesi Selatan (Kab.Sinjai), Kepulauan Riau (Tanjung Pinang), Kalimantan Timur (Balikpapan), dan Nusa Tenggara Timur (Kab. Sikka) terdapat nelayan perempuan yang begitu hebat. Nelayan perempuan yang berada di beberapa daerah tersebut tentunya mempunyai perbedaan suku dan budaya yang menjadi tolak ukur pada strategi penangkapan ikan, hal ini juga berkaitan dengan pola hidup masing-masing daerah tersebut. Profesi nelayan merupakan pekerjaan yang sangat berat dan berpotensi membahayakan nyawa. Perempuan yang berprofesi dibidang ini termasuk perempuan tangguh, mereka berkontribusi luar biasa untuk pemenuhan protein pangan bangsa, namun kenyataan yang dihadapi nelayan perempuan di daerah-daerah tersebut menemukan permasalahan subtansi yang hingga hari ini berdampak pada mereka, yaitu terkait pengakuan perempuan sebagai subjek dimana peran strategi dan kontribusi nelayan perempuan tidak diakui, hal ini tentunya sangat tidak objektif karna yang menjadi nelayan Indonesia, yang mencari ikan di laut Indonesia, bukan sekedar kaum lelaki/pria tetapi ada sosok perempuan Indonesia yang harus diperhitungkan.

Masalah yang Diangkat

Nelayan selalu dikenal dengan kaum lelaki/pria, Pandangan orang-orang tentang nelayan sudah selayaknya direvolusikan, seharusnya sebuah pernyataan yang berhubungan dengan nelayan adalah ikan, dan ikan adalah pelaku perikanan sedang pelaku perikanan dapat mencakup lelaki/pria atau perempuan. Nelayan perempuan sudah waktunya untuk dikenal dan diakui keberadaannya, dan diantara nelayan perempuan terdapat keanekaragaman suku dan budaya, hal ini tentu menjadi perbedaan strategi penangkapan ikan yang merupakan kekayaan Indonesia yang perlu dilestarikan.

Durasi Proyek

4 bulan

Indikator Sukses

Proyek ini akan menghasilkan sebuah revolusi statement bahwa nelayan bukan hanya berasal dari kaum lelaki/pria tetapi ada perempuan-perempuan perkasa yang menjadi subjek untuk diakui keberadaannya. Perbedaan suku dan budaya nelayan perempuan dibeberapa daerah yang ada di Indonesia menjadi tolak ukur dalam strategi penangkapan ikan, hal ini merupakan kekayaan yang menjadi tujuan inspirasi agar kontribusi nelayan perempuan Indonesia tidak lagi terabaikan atau sama sekali tidak diketahui. Proyek ini juga berupaya memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan nelayan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan hidup, berupa bantuan perahu dan alat tangkap ramah lingkungan (pancing dan jaring)

Dana Hibah

Rp.221.886 Juta