Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

257 - GELIAT MUSIK TRADISI PEREMPUAN MINANGKABAU


Nama Inisiator

Yurnalis

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

20 Tahun

Contoh Karya

Poster.jpg

Situs Web

portalgaruda.org/article.php?...ORKESTRASI%20MUSIK%20SINKRETIK... journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/article/view/233

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Minangkabau sebagai salah satu daerah yang memiliki keunikan akan adat dan budaya, memiliki berbagai bentuk seni tradisi, dan tidak terkecuali seni-seni yang khusus di perankan atau dimainkan oleh perempuan. Dari sekian banyak seni tradisi yang ada di Minangkabau terkhusus seni musik tradisi, terdapat beberapa jenis musik tradisi yang dimainkan oleh perempuan yang tersebar di berbagai daerah di Minangkabau, yang hingga saat ini musik-musik tradisi tersebut tetap eksis dan sangat diminati oleh masyarakat pendukungnya. Hanya saja musik tradisi yang di perankan oleh perempuan minangkabau ini belum terpublikasikan dengan baik, sehingga seni yang sangat unik dan sarat dengan nilai-nilai filosofi masyarakat ini belum di ketahui oleh masyarakat di luar daerah perkembangannya. Untuk itu perlu kiranya dilakukan kajian terhadap berbagai musik tradisi yang dimainkan oleh perempuan di Minangkabau, baik itu kajian dari filosofi, karakter musik, instrumen, waktu pertunjukan, repertoar lagu yang dimainkan serta fungsi musik itu sendiri bagi masyarakat pendukungnya. Hasil penelitian ini akan dituliskan dalam satu laporan hasil riset dan di dokumentasikan dalam bentuk foto dan rekaman audio visual, sehingga informasi tentang musik tradisi Minangkabau yang khusus dimainkan oleh perempuan dapat diketahui dan diapresiasi lebih luas oleh masyarakat.

Latar Belakang Proyek

Minangkabau terkenal dengan garis keturunan matrilineal, dengan aturan aturan perempuan yang sangat ketat, sehingga perempuan memiliki ruang yang sangat sempit dalam mengekspresikan dirinya untuk berkesenian. Namun dalam keterbatasan tersebut perempuan Minangkabau memiliki ruang dan waktu untuk bersosialisasi dan mengekspresikan rasa seni mereka. Kebebasan yang tidak dimiliki layaknya laki laki, menjadikan lingkungan Rumah Gadang lah sebagai tempat bagi mereka untuk menyalurkan bakat seni yang ada, menggunakan media-media yang akrab dengan kesehariannya, seperti alat-alat dapur dan memanfaatkan alat musik sederhana yang terdapat di rumah gadangnya. Mereka mencoba melahirkan bunyi bunyian yang merupakan ungkapan perasaan atau ekspresi para perempuan, baik rasa sedih maupun bahagia. Seiring tersedianya ruang sosialisasi perempuan di rumah gadang, memberi peluang juga kepada musik tradisi yang terlahir sebagai ungkapan perasaan tersebut bisa terus bertahan dan terus hidup, yang akhirnya bisa di saksikan sebagai suatu bentuk seni pertunjukan tradisi. Hal ini berdampak semakin eksisnya bunyi bunyi dari ekspresi perempuan dalam pertunjukan musik yang bisa dinikmati oleh siapapun. Namun musik musik tradisi yang unik ini hanya diketahui berkembang di daerah kelahirannya, masyarakat di luar daerah perkembanggan musik tersebut tidak mengenal dan tidak mengetahui kalau diberbagai daerah di Sumatera Barat terdapat beberapa repertoar musik tradisi yang khusus dimainkan oleh perempuan.

Masalah yang Diangkat

Belum terdokumentasi dan dikenalnya musik-musik tradisi perempuan Minangkabau di luar masyarakat pendukungnya, diantaranya: 1. Talempong uwaik-uwaik di Maninjau Kabupaten Agam 2. Alu Katentong di Kabupaten Tanah Datar 3. Sikatuntuang di Payakumbuh 4. Talempong Gandang Oguang di Kabupaten Lima Puluh Kota 5. Talempong Gandang Lasuang di Pariaman 6. Ilau (Nyanyian Kematian) di Kabupaten Solok

Indikator Sukses

Tercatat dan terdokumentasikannya musik-musik tradisi yang dimainkan oleh perempuan di Minangkabau, sehingga dapat diketahui dan dikenal oleh masyarakat di luar daerah perkem-bangannya. Dengan demikian masyarakat luar bisa mengetahui walau sempitnya ruang dan waktu dalam mengekspresikan rasa seni yang dimiliki oleh perempuan Minangkabau dulunya, namun mereka masih bisa menghasilkan musik-musik yang unik dan sarat dengan kearifan lokalannya, hingga kini eksistensinya masih tetap bertahan dan menjadi salah satu aset budaya tradisi yang patut untuk dipelihara dan di kembangkan.

Lokasi

Sumatra Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.90 Juta

Durasi Proyek

8 bulan