Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Pemohon Hibah

Diana Srimilana Saragih/ Djenni Buteto


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

4 tahun

Situs Web

www.uphillsociety.wordpress.com

Media Sosial

instagram @uphillsociety - youtube : uphill society

Proyek


No. Formulir

234

Judul Proyek

Film Dokumenter "Suara Dari Jalanan"

Lokasi Proyek

Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Deskripsi Proyek

Film dokumenter SUARA DARI JALANAN bercerita tentang aksi solidaritas mahasiswa Sumatera Utara yang menolak kriminalisasi terhadap 4 pemuda yang dihukum karena dituduh menganiaya seorang polisi saat aksi Hardiknas 2 Mei 2017 di depan kampus Universitas Sumatera Utara. Film ini sudah saya garap sendiri sejak Agustus 2017 dan sudah memasuki tahap pasca produksi. Namun karena keterbatasan dana, saya kesulitan dalam hal finishing pengeditan, baik dalam hal sound maupun coloring. Saya ingin diberi bantuan dana agar saya bisa menyelesaikan film dokumenter ini dengan melibatkan editor profesional yang memiliki perlengkapan editing yang lebih baik. Menuruti saya film ini sangat penting sebagai media kampanye bagi mahasiswa dan elemen pro demokrasi lainnya yang ingin menyuarakan aspirasinya di jalanan agar tidak diperlakukan sewenang-wenang oleh aparat. Sebab, hukuman penjara selama semenit pun tidak bisa ditoleransi jika terkait orang yang tidak bersalah. Bahwa segala bentuk penindasan harus dilawan. Pesan ini yang ingin saya sampaikan dalam film dokumenter ini. Semoga dibantu.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Sepulang saya dari acara World Press Freedom Day 2017 di Jakarta, saya mendapat kabar bahwa junior organisasi saya di kampus Universitas Sumatera Utara, Gema Prodem, ditangkap polisi bersama 3 orang mahasiswa lainnya. Setelah mendengar langsung dari saksi mata saat kejadian dan mencoba menggali dari sejumlah pemberitaan di media, saya lalu berniat untuk mengangkat kisah mereka dalam bentuk film dokumenter. Sebab, kisah ini tidak saja telah menodai rasa keadilan orang yang dikriminalisasi aparat, 4 mahasiswa itu juga telah dianiaya selama menjadi tahanan. Tidak itu saja, sejumlah penggrebekan sekretariat organisasi mahasiswa juga dilakukan aparat dan menahan siapapun yang ditemui di sekretariat tersebut. Tindakan represif aparat ini telah mengancam kebebasan bersuara dan berserikat, padahal UUD 1945 telah melindungi kebebasan tersebut. Apa yang saya temui di Medan sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidatonya di depan para delegasi pers dunia dan UNESCO di ajang World Press Freedom Day 2017. Bahwa negara menjamin kebebasan berekspresi dan kemerdekaan pers. Sementara di Medan, 2 mahasiswa anggota pers kampus ditangkap dan dianiaya ketika meliput aksi Hardiknas 2 Mei 2017 di depan kampus USU dengan tuduhan tanpa bukti yang jelas. Hal ini yang mendorong saya untuk memfilmkannya.

Masalah yang Diangkat

Film dokumenter dengan latar belakang aksi demonstrasi mahasiswa cukup jarang diangkat ke permukaan. Namun isu yang saya angkat kali ini melalui film SUARA DARI JALANAN bisa juga merupakan representasi elemen-elemen masyarakat lain yang dikriminalisasi aparat karena menyuarakan aspirasi yang bertentangan dengan kepentingan penguasa dalam hal ini pemerintah. Aksi di jalanan dipandang hanya sebagai aksi pembuat macat, dan kerap menjadi cibiran sebagian warga pengguna jalanan. Padahal, aksi demonstrasi jalanan adalah satu-satunya wadah menyuarakan keluhan, protes, aspirasi, tekanan opini, yang paling dipercaya karena bisa langsung di dengar masyarakat dan pengambil kebijakan. Media akan memperhatikan aksi mereka, begitu pun masyarakat lain yang senasib sepenanggungan, akan tergerak dan ikut mengambil sikap atas protes yang disampaikan oleh massa aksi. Melalui film dokumenter ini, penonton akan tahu bahwa persoalan kritik sosial-politik yang disampaikan oleh gerakan pro demokrasi adalah suara rakyat pada umumnya, bahwa ketidakadilan, kemiskinan, dan kesewenang-wenangan penguasa, adalah masalah negeri ini bersama. Melalui film ini, saya berharap masyarakat tidak apatis dan memandang sinis pada setiap aksi demonstrasi di jalanan, melainkan lebih cerdas dan bijak dalam menilai isu-isu yang disampaikan. Masyarakat jangan bungkam, dan memilih sendiri media penyampaian suara pikiran dan nuraninya terhadap situasi yang menodai demokrasi.

Durasi Proyek

3 bulan

Indikator Sukses

Proyek saya akan dikatakan berhasil jika film ini bisa selesai dengan kualitas story telling, visual dan sound yang baik. Hal ini akan menjadi bekal film SUARA DARI JALANAN untuk diputar dalam screening-screening tidak saja di Sumatera tetapi juga di seluruh Indonesia. Sebab, dalam film, tema yang bagus jika tidak ditunjang oleh story telling, visual, dan sound yang baik, akan mengurangi nilai film itu sendiri. Saya ingin film ini ditonton luas dan bisa menginspirasi orang banyak.

Dana Hibah

Rp.50 Juta