Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

232 - Perempuan di Panggung Kehidupan


Nama Inisiator

Siti Aminah

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

Novel "Sengara Mati" diterbitkan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY 2017

Contoh Karya

10 (1).jpg

Situs Web

aminyk.wordpress.com

Media Sosial

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Dalam proyek ini saya ingin berkarya bersama para perempuan yang memiliki pengalaman/menjadi korban relasi gender yang tidak setara dalam kehidupan mereka. Hasil akhir dari karya ini berupa pementasan drama perempuan di komunitas. Selain menjadi media katarsis, pementasan ini dimaksudkan menjadi media penyadaran masyarakat. Salain itu saya juga akan menerbitkan buku sebagai dokumentasi proses karya sekaligus merangkum pembelajaran selama proses berlangsung. Kegiatan yang akan dilakukan dalam proyek ini adalah: 1. Identifikasi perempuan korban dan kemudian dilakukan pengorganisasian. 2. Sosialisai proyek pada para perempuan korban. 3. Diskusi kelompok tentang masalah yang mereka alami, bagaimana mereka keluar dari situasi tersebut, serta apa yang bisa dilakukan untuk menyuarakan hal itu dan membantu perempuan lain. 4. Training gender dan kekerasan terhadap perempuan berbasis gender. 5. Workshop penulisan naskah drama. 6. Penulisan naskah drama 7. Latihan drama. 8. Pementasan drama dan diskusi. 9. Penyusunan buku. 10. Distribusi buku. 11. Penutupan proyek.

Latar Belakang Proyek

Sepanjang tahun 2017, setidaknya terjadi tiga kasus pembunuhan isteri oleh suami. Dua kasus terjadi di Jakarta dan satu kasus di Yogyakarta. Pada tahun yang sama, terjadi juga dua kasus pemotongan kaki isteri oleh suami (di Bali dan Jawa Tengah) yang mengakibatkan isteri mengalami luka berat dan menjadi cacat seumur hidup. Sedangkan Rifka Annisa WCC mencatat 209 kasus kekerasan terhadap isteri yang mereka tangani selama tahun 2017. Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa meski sudah ada undang-undang perlindungan bagi perempuan dalam rumah tangga, namun keamanan perempuan dalam rumah tangga mereka belum terjamin. Keberadaan lembaga layanan perempuan korban di tiap kota/kabupaten memang menjadikan akses para korban untuk mencari bantuan menjadi lebih mudah. Namun masih banyak perempuan korban yang belum bisa menyuarakan permasalahan mereka karena berbagai hal.

Masalah yang Diangkat

Proyek ini menjadi sarana mengangkat persoalan perempuan terutama kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga. Sehingga para perempuan mampu mengidentifikasi jika terjadi kekerasan pada diri mereka atau orang-orang di sekitar mereka. Selain itu masyarakat juga akan lebih peduli terhadap keamanan perempuan dan tidak menganggap kekerasan terhadap isteri sebagai persoalan rumah tangga yang cukup diselesaikan oleh suami-isteri.

Indikator Sukses

1. Terselenggaranya tiga kali pementasan drama dan diskusi di tiga komunitas 2. Terbitnya buku dokumentasi proses 3. Meningkatnya kesadaran peserta terhadap kasus kekerasan perempuan

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.177 Juta

Durasi Proyek

8 bulan