Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

200 - Ensiklopedi Sesaji


Nama Inisiator

Novi Retnosasi

Bidang Seni

seni_rupa

Pengalaman

2 tahun ilustrasi

Contoh Karya

DSC08460.JPG

Situs Web

eatlikeindonesian.com

Media Sosial

instagram @hey.sasi

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Ensiklopedi Sesaji adalah dokumentasi sesaji dalam kehidupan masyarakat tradisi oleh Novi Retnosasi. Karya ini akan mendokumentasikan sesaji-sesaji yang ada pada kegiatan tradisi secara langsung maupun yang dituturkan oleh para pelaku tradisi. Hasil akhir dari proyek Ensiklopedi Sesaji ini akan berbentuk fisik yaitu buku cetak yang berisi informasi visual dan verbal. Secara visual, Ensiklopedi Sesaji akan berisi ilustrasi grafis manual hasil eksplorasi penggagas proyek. Dijelaskan pula komponen-komponen (uborampe), asal-usul sesaji, dan perannya dalam tatanan hidup masyarakat tradisi. Sebelum pendistribusian buku, akan diadakan peluncuran buku. Buku ini akan didistribusikan ke pelaku tradisi dan tempat-tempat yang mengeskplorasi tradisi/ budaya.

Latar Belakang Proyek

Selama ini budaya sesaji hanya diturunkan secara lisan. Salah satu kelemahan penuturan lisan adalah keterbatasan daya ingat sang penutur. Informasi juga bisa hilang begitu saja apabila sang penutur wafat. Maka betapa pentingnya sebuah literatur sesaji untuk diwujudkan. Sesaji bisa beragam bentuknya dari daerah ke daerah bahkan dari setiap rumah ke rumah pun bisa berbeda. Semua bergantung pada kebutuhan dan kemampuan si pembuat sesaji itu sendiri. Namun dapat diketahui benang merahnya yaitu sesaji sebagai unsur penting dalam kehidupan masyarakat tradisi dan akan selalu ada selama para pelaku tradisi ada. Bagi masyrakat tradisi, sesaji merupakan salah satu bentuk syukur dan keihlasan melalui simbol-simbol sesaji. Jika sesaji itu bukti menaklukan setan, maka setan dalam dirilah yang harus ditaklukkan dengan cara ikhlas. Keikhlasan dan keseimbangan alam dapat terwujud melalui sesaji karena bahan-bahan sesaji merupakan hasil dari kebun sendiri. Oleh karena itu, manusia harus menanam pohon/tumbuhan atau beternak yang dapat digunakan untuk sesaji.

Masalah yang Diangkat

Seiring berkembangnya teknologi dan derasnya arus informasi, masyarakat mulai berlomba-lomba untuk modernisasi. Hal-hal yang berbau tradisi dianggap usang dan tidak masuk akal. Ada tidaknya sesaji, semua masih berjalan sebagaimana mestinya. Perlahan masyarakat meninggalkan tradisi sesaji karena dianggap tidak praktis bahkan beberapa menganggap musrik. Selain itu, selama ini literasi yang beredar mengenai sesaji berupa buku teks dengan penggambaran visual yang sangat terbatas sehingga tidak mudah diidentifikasi oleh pembaca.

Indikator Sukses

Buku ini akan dicetak dan didistribusikan pada pelaku tradisi dan tempat-tempat yang mengeskplorasi tradisi/ budaya. Buku ini dapat diakses oleh masyarakat luas dijadikan sumber literatur sesaji.

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.115 Juta

Durasi Proyek

9 bulan