Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pemohon Hibah

Saskia Prisandhini Tjokro


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

sastra

Pengalaman Berkarya

13 tahun (5 tahun pasif berkarya karena hamil, bekerja dan mengurus anak sejak 2011 - 2015)

Situs Web

http://www.saskiatjokro.net

Media Sosial

Instagram @saskia.tjokro

Proyek


No. Formulir

198

Judul Proyek

Roman Hikayat Babad Kebumian

Lokasi Proyek

Jawa Tengah, Kebumen

Deskripsi Proyek

Kebumen merupakan daerah di jalur pantai selatan Jawa, dikenal dengan situs geologis dan gua tepi lautnya. Secara budaya, Kebumen meleburkan pada Banyumasan, Keraton Jawa Tengah, Kejawen, dan Tionghoa. Proyek ini merupakan pembuatan sebuah roman hikayat kontemporer berdasarkan legenda-legenda dan cerita rakyat di sana, dengan keluaran sebuah buku roman hikayat. Rencananya, naskah ini akan diberi judul "Babad Kebumian" yang menitikberatkan keunikan saling-silang budaya dan geografis Kebumen. Tak hanya ingin menceritakan ulang hikayat yang terdata, saya ingin merangkainya menjadi suatu kesatuan roman yang dapat menjadi kebanggaan, syukur-syukur menjadi seperti Mahabharata asli Indonesia. Sekarang saya sudah menulis konsep dasar Babad Kebumian berbentuk dongeng (saya lampirkan bersama lampiran contoh karya). Inspirasinya didasari oleh 2 kunjungan singkat swadaya ke Kebumen 2016 - 2017. Untuk menulis buku ini, saya membutuhkan perjalanan ke Kebumen dskt. untuk bertemu narasumber, menjelajah kondisi alamnya, dan merekam cerita rakyat Kebumen lebih dalam. Linimasanya: 2 bulan pertama pemetaan mendalam hikayat lokal, 2 bulan kedua kroscek data sepanjang jalur pantai selatan Jawa; lalu dilanjutkan dengan penulisan naskah, pembuatan dummy serta sosialisasi dan diseminasi. Sejauh ini, saya telah mendapatkan dukungan non-finansial berupa pengecekan obyektivitas penelitian dari Paguyuban Budaya Bangsa dan Budaya Kreatif Foundation; dan diseminasi karya (jika selesai nantinya) dari Museum Roemah Martha Tilaar.

Kategori

perjalanan

Latar Belakang Proyek

Semua diawali dari perjalanan saya ke Kebumen tahun 2016. Saat itu saya berjumpa dengan forum Silaturahmi Komunitas Muda Kebumen yang anggotanya beragam. Dari seniman,pengrajin, pecinta binatang, penggiat pariwisata, museum lokal, penganut kepercayaan, penjelajah gua, sampai petani. Dari sana, saya menyadari keunikan Kebumen yang budayanya bersaling-silang antara Keraton, Banyumasan, Kejawen, dan Tionghoa. Kebumen sendiri merupakan kota tua perdagangan dan industri, memiliki Pecinan sejak zaman kolonial. Kondisi geografisnya indah: persawahan, bukit, hutan ,berlatar gua-gua mistik dan pantai selatan Jawa. Tergugah, saya menulis dongeng pendek berjudul "Babad Kebumian". Tahun 2017, saya kembali ke Kebumen dan menyebar dongeng tersebut. Reaksinya hangat. Sekelompok penari dan penembang wayang berniat menginterpretasi dongeng itu menjadi karya. Beberapa tokoh mengundang saya untuk mendengar cerita mereka lebih dalam. Seketika, ide menarik bermunculan. Saya ingin menuliskan Babad Kebumian ini menjadi sebuah roman hikayat! Saya sadar, penulisan roman berdasarkan hikayat membutuhkan pendalaman supaya tidak mengadaptasi 'kulit'nya saja; seperti yang terjadi pada interpretasi populer Nyi Roro Kidul di televisi (dari sosok seorang dewi menjadi hantu gentayangan haus lelaki). Untuk itu saya harus meneliti lebih detail Kebumen dan jalur pantai selatan. Ide roman Babad Kebumian mendapatkan komitmen dukungan, yang saat ini adalah komitmen diseminasi karya, namun tidak terbatas pada hal tersebut dari Yayasan Warisan Budaya Gombong (Museum Roemah Martha Tilaar). Penulisan Babad ini juga sudah saya mulai pelan-pelan, secara swadaya, melalui dukungan dari Paguyuban Budaya Bangsa penganut aliran kepercayaan lokal di Kebumen. Secara obyektivitas hasil pencatatan, saya akan dibantu oleh Budaya Kreatif Foundation, ahli perekam kebudayaan asli nusantara. Saya berharap Cipta Media dapat turut serta dan membantu saya mengakselerasi pembuatan karya ini.

Masalah yang Diangkat

Saya harap penulisan naskah saya ini dapat membantu mengangkat identitas budaya masyarakat Kebumen yang unik, sekaligus mengapresiasi animo masyarakat lokalnya yang sangat mendorong penulisan hikayat ini. Harapannya, roman hikayat ini dapat memperkaya khazanah sastra nusantara secara umum. Syukur-syukur dapat mengilhami interpretasi karya seni lain di masa depan. Secara teknis, dana hibah akan menyelesaikan masalah saya dalam hal: 1.) Biaya perjalanan (transportasi, akomodasi, makan) selama pendataan latar belakang / hikayat budaya di Kebumen 2.) Penyediaan tenaga bantuan untuk menjaga anak saya di Tangerang selama saya meneliti di lapangan (Jawa Tengah) 3.) Bantuan biaya sosialisasi lokal selama penulisan, untuk mendorong rasa memiliki 4.) Bantuan biaya alat tulis kantor selama penulisan dan pembuatan dummy buku.

Durasi Proyek

6 bulan

Indikator Sukses

1.) Tercatatnya data budaya lokal dan riwayat-riwayat di Kebumen dan sekitarnya 2.) Tertulisnya sebuah roman hikayat berjudul "Babad Kebumian" 3.) Terciptanya keselarasan isi "Babad Kebumian" dengan budaya lokal dan riwayat-riwayat di Kebumen 4.) Tanggapan Roman Babad Kebumian oleh masyarakat setempat (minimal 5 pernyataan tertulis / testimoni dari tokoh / pemangku kepentingan kunci setempat) 5.) Sosialisasi buku di Kebumen dan kota besar lain di Indonesia (di museum atau pusat-pusat kebudayaan)

Dana Hibah

Rp.75 Juta