Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Pemohon Hibah

Ary T. Oktavierasasi


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_rupa

Pengalaman Berkarya

sebagai perupa perempuan sejak tahun 2001, sebelumnya full time sebagai disainer grafis. karya lukis, karya instalasi, sebagai penyelenggara/dan atau narasumber workshop seni

Situs Web

ig : ry.okta, fb : ary okta

Media Sosial

ig : ry.okta, fb : ary okta

Proyek


No. Formulir

192

Judul Proyek

Pameran rupa bergerak “ Negri berjuta pohon “ Ary Okta

Lokasi Proyek

jadebotabek

Deskripsi Proyek

● Pameran karya rupa ini, berupa karya instalasi, lukis dan grafis di ruang tertutup (galeri) dan ruang terbuka. Negri berjuta pohon mengisahkan sebuah negri indah, penuh dengan pohon yang bisa saling bercakap dan semua “ penduduknya “, burung, gajah, manusia, dan lainnya yang hidup dengan harmoni. ● Bahan utama dari karya rupa ini adalah berbagai jenis limbah/sampah kering. ● Dalam proses penggarapannya ikut melibatkan anak - dewasa di daerah/kampung Palakali, Tanah Baru Depok, Jawa Barat. Juga akan dibuka peluang (open call) anak-anak dari daerah lain untuk ikut terlibat dalam proyek seni. Sehingga sasaran kampanye utama, yaitu anak-anak, remaja (para generasi penerus) terlibat langsung, menumbuhkan semangat mereka untuk terus menjaga bumi dengan berbagai langkah nyata. ● Pameran karya rupa ini akan “bergerak “, diroadshow kan ke sekolah/komunitas di Jadebotabek. Anak-anak yang terlibat membantu dalam penggarapan karya/proyek seni, terlibat menjadi fasilitator pelatihan tentang pengolahan limbah melalui karya seni rupa. ● Sebelum dan selama pameran berlangsung, akan banyak diselenggarakan pelatihan/pendampingan ke anak2/ ibu-ibu tentang perlakuan yang seharusnya terhadap sampah (pengelolaan dan pemberdayaan sampah) melalui karya seni rupa. Sehingga pada saat pameran berlangsung pun, akan muncul suasana pameran yang “dinamis, interaktif”, “pameran milik bersama”, bukan pameran yang diam, hening dan tak tersentuh.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Saya sebagai praktisi seni (perupa perempuan), sebagai praktisi pendidikan, juga sebagai istri-ibu dari 3 anak-dan bagian dari masyarakat, merasa wajib untuk menjadi bagian kecil dari perubahan, untuk bumi, lingkungan, manusia dan negri yang lebih baik. Banyak yang sudah ikut berkampanye tentang menjaga bumi, dalam berbagai macam bentuk. Pada kenyataannya, masalah ini masih terus ada, sehingga pergerakan kampanye tentang lingkungan harus terus ada dengan berbagai cara yang lebih mengena. Di studio kerja saya, saung palakali creative ART, sudah beberapa tahun bergerak dalam pemberdayaan limbah rumah tangga dan industri melalui karya seni rupa. Sehingga dengan adanya proyek ini akan meluaskan jangkauan sasaran kampanye tentang lingkungan.

Masalah yang Diangkat

Masalah utama yang diangkat adalah masalah lingkungan dan pemberdayaan. Dibalik itu, masalah yang juga diangkat adalah supaya seni rupa mendapatkan tempat yang penting di paradigma orang tua. Karena selama ini masih banyak yang beranggapan seni rupa tidak membawa pengaruh besar, dan tidak terlalu dianggap perlu/penting di dunia pendidikan, dan hanya dianggap sebagai pengisi waktu. Sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran seni rupa yang komprehensif dan menyenangkan supaya anak-anak dan orang tua pun mulai bisa terbuka.

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

- terselenggaranya pameran “bergerak “ yang bisa dinikmati dan menjadi inspirasi banyak orang untuk bersama-sama mengkampanyekan jaga bumi. - penambahan pengalaman dan pengetahuan para peserta dan semua yang terlibat proyek seni ini, tentang pengolahan dan pemberdayaan limbah melalui karya rupa, melalui hasil karya yang dihasilkan pada tiap kegiatan - terpublikasikannya seluruh kolaborasi ini selama proses berlangsung hingga akhir kegiatan melalui media sosial. - Juga untuk semua pengunjung akan ada ajakan untuk kampanye jaga bumi lewat ig/fb/vlog, dengan latar belakang pameran ini, dan akan ada apresiasi untuk materi kampanye yang menarik. - menginisiasi/menginspirasi supaya kegiatan sejenis mulai banyak dilakukan para perupa perempuan khususnya, masuk langsung ke ranah pendidikan mulai dari usia dini

Dana Hibah

Rp.250 Juta