Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

182 - Empat Perempuan : Dua Generasi = Dua Pertunjukan


Nama Inisiator

Siska Aprisia

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

3 tahun

Contoh Karya

Kembara Rasa Siska Aprisia.3gp

Situs Web

http://www.teraseni.com/2018/01/kembara-rasa-membaca-pertunjukan.html

Media Sosial

ig @siskaaprisia92 , Facebook Siska Aprisia

Kategori Proyek

lintasgenerasi

Deskripsi Proyek

Proyek ini mempertemukan seniman wanita geneasi tua dengan generasi muda dalam sebuah proses penciptaan. Prosesnya akan menghasilkan pertunjukan. Proses tersebut akan diamati, dicatat, dianalisis, dan ditulis. Sehingga bisa didokumentasikan dalam bentuk tulisan, buku, dan audio visual. Proyek ini secara keseluruhan akan menghasilkan sebuah bentuk festival kecil yang terdiri dari pertunjukan tari, dan teater, serta pameran buku berisi metoda penciptaan hasil dari seniman wanita generasi tedahulu yang berhenti berkarya setelah mereka menikah. Dalam proses ini terjadi transfer ilmu dari generasi terdahulu dengan generasi sekarang, metoda mereka (seniman tedahulu) akan dibukukan, dan akan didiskusikan serta dipamerkan.

Latar Belakang Proyek

Ada 3 konsep yang dipandang ideal oleh masyarakat Minangkabau, yaitu matrilineal, matrilokal, dan matrivokal. Matrilineal berarti garis keturunan menurut kaum perempuan, matrilokal berarti laki-laki akan tinggal dirumah perempuan setelah mereka menikah, dan matrivokal berarti suara perempuan sangat didengarkan. Secara ideal dibayangkan pula bahwa di Minangkabau ada matriakat atau matriakhi yang berarti kekuasaan berada ditangan perempuan. Namun, hal itu sangat kontradiktif dengan yang terjadi pada kondisi faktual, dimana para perempuan seniman seperti koreografer, sutradara, terhambat untuk bekarya dikarenakan tanggung jawab domestik sebagai ibu dan istri ketika setelah menikah. Para perempuan seniman tersebut adalah, Deslenda seorang koreografer, Lilik Zurmailis seeorang sutradara wanita. Untuk sementara mereka ini tidak mencipta lagi dan tinggal di Padang, Ibukota SUmtera Barat.

Masalah yang Diangkat

Para seniman yang behenti berkarya ini belum sempat didokumentasikan sebagai sebuah ilmu pengetahuan, namun sudah berhenti berproses karena alasan-alasan klise yang salah satunya adalah alasan domestik. Proyek ini bertujuan melihat bagaimana seniman tesebut berkarya dan mendokumentasikannya, sehingga bisa dilihat oleh seniman-seniman wanita muda selanjutnya, agar bisa ikut menyumbangkan ilmu pengetahuan di ranah kesenian. Sumatera Barat khususnya, dan Indonesia secara umum.

Indikator Sukses

1. Terjadinya proses transfer pengetahuan kepada seniman muda melalui proses latihan dengan capaian berupa pertunjukan. 2. dokumentasi berupa audio visual dan foto-foto serta tertulis selama proses.

Lokasi

Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.88.000 Juta

Durasi Proyek

9 bulan