Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

156 - Dokumentasi Peran Perempuan Adat dalam Ketahanan Pangan


Nama Inisiator

Pinarsita Juliana

Bidang Seni

audiovisual

Pengalaman

3 tahun

Contoh Karya

Situs Web

pinarperspective.blogspot.co.id

Media Sosial

https://www.youtube.com/channel/UCcfhtZoghWZaVHfs6E_g1YA

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Pernahkan terpikir bagaimana ketersediaan pangan di dalam suatu keluarga apabila tidak ada perempuan? Dan, pernahkah terpikir bagaimana perempuan adat selama ini mencukupi kebutuhan pangan mereka ditengah degradasi dan eksploitasi sumber daya alam dan hutan yang kian memburuk? Berefleksi dari hal ini, maka dapat terlihat betapa pentingnya hubungan antara perempuan (adat) dengan ketahanan pangan yang tersedia. Oleh sebab itu, projek ini akan berfokus pada inventarisasi dan dokumentasi peran para peremuan terutama perempuan adat dengan berfokus pada perempuan adat Dayak Tomunt di desa Kubung, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Mengapa Dayak Tomunt? Sebab mereka adalah masyarakat adat termarginal yang hidup diantara ekspoitasi alam baik HTI (logging) dan perkebunan kelapa sawit, namun masih memiliki ketergantungan dalam hal sumber pangan dengan alam. Adapun project ini akan merangkum semua cerita maupun data kedalam sebuah film (audiovisual) serta tulisan (simple research). Hasil project ini tentu berguna bagi masyarakat itu sendiri terutama sebagai alat bukti dan dokumentasi mereka dan desa dalam mempertahankan sumber daya alam yang ada, kehidupan mereka sebagai masyarakat adat, dan juga ekspansi lebih besar dari perusahaan industri ekstraktif. Selain itu juga sebagai bukti nyata bagi generasi mereka yang akan datang, sehingga kisahnya tidak hilang dan menjadi dongeng saja.

Latar Belakang Proyek

Ide ini pertama kali muncul ketika saya dan tim melakukan perjalanan dan live in di beberapa daerah pedalaman KalimantanTengah, dimana industri ekstraktif seperti pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit, maupun HTI aktif bekerja. Saya melihat betapa sumber daya alam maupun alam itu sendiri dieksploitasi dan rusak parah. Sementara masyarakat adat masih hidup bergantung akan hal-hal yang ada di alam. Masyarakat kehilangan sumber mata pencaharian hidup, yang parahnya sangat berdampak pada perempuan. Sebab hal ini menepatkan mereka pada beban ganda sebab mereka harus memikirkan bagaimana cara mencukupi kebutuhan pangan, yang biasanya diambil dari alam (namun sudah tidak ada lagi), sementara penghasilan suami merekapun tidak menentu. Dari sekian banyak tempat yang saya singgahi, perhatian terbesar saya terpusat pada komunitas masyarakat adat Dayak Tomunt di desa Kubung. Saya melihat betapa mereka di anugrahi alam yang indah dan kaya, padahal mereka hidup ditengah-tengah ekspansi logging dan perkebunan kelapa sawit. Poin utamanya kemudian terletak pada kehebatan para perempuan dalam mengatur kebutuhan dan mempertahankan sumber pangan mereka dengan kearifan lokal yang ada. Mereka bergotong royong dengan kaum pria dalam hal melindungi alam. Namun, mereka juga yang satu-satunya mengetahui dan hafal betul tentang sumber daya alam yang bermanfaat bagi kebutuhan pangan mereka.

Masalah yang Diangkat

Masalah yang diangkat adalah: 1. Bagaimana cara perempuan adat dayak Tomunt menjaga dan mengelola sumber pangan yang ada di alam mereka? 2. Bagaimana pengetahuan para perempuan adat terkait hasil-hasil alam yang dapat mereka manfaatkan untuk kebutuhan keluarga mereka? 3. Bagaimana peran mereka sebagai ibu maupun perempuan adat selama ini dalam menyikapi ketahanan pangan di tengah ancaman industri ekstraktif? 4. Bagaimana cara mereka selama ini memeuhi kebutuhan gizi bagi anak-anak mereka? 5. Bagaimana cara perempuan adat dapat bekerja sama dengan pria?

Indikator Sukses

1. Film yang diproduksi digunakan sebagai alat kampanye dan pertahanan masyarakat adat Dayak Tomunt terhadap ancaman-ancaman dari luar (industri ekstrakif) 2. Menciptakan kesadaran akan petingnya peran perempuan terhadap ketahanan pangan di suatu masyarakat adat 3. Menciptakan dan membiasakan kesetaraan gender

Lokasi

Desa Kubung, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah

Dana yang Dibutuhkan

Rp.150 Juta

Durasi Proyek

6 bulan