Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pemohon Hibah

Maria Nala Damajanti


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_rupa

Pengalaman Berkarya

10 tahun

Situs Web

http://repository.petra.ac.id/17666/ , http://repository.petra.ac.id/17714/, http://repository.petra.ac.id/17668/

Media Sosial

sebagai produser dan sutradara film: https://www.youtube.com/watch?v=kbZTtE3mOVQ (mendapat hadiah perunggu pada festival film pendek surabaya 2018

Proyek


No. Formulir

145

Judul Proyek

90 Days Fostering Art And Design Projects

Lokasi Proyek

Surabaya, Jawa Timur

Deskripsi Proyek

Inti kegiatan adalah proyek "pendampingan seni dan desain" yang merupakan paket kegiatan kolaborasi antara pekerja seni/desain dengan anak-remaja Dolly. Kegiatan utama akan dilakukan di kampus UK Petra (sebagai afiliasi utama proyek karena tim inti adalah dosen dan mahasiswa di tempat ini selain melibatkan komunitas kreatif lain di Sby). Peserta juga akan mengunjungi perpustakaan, museum/galeri seni di Surabaya. Peserta dipilih berdasarkan minat/ bakat terhadap seni. Tiap peserta akan didampingi oleh seorang pekerja seni/desain untuk saling menginspirasi dan menghasilkan karya seni bersama. Diharapkan nantinya peserta akan punya semacam kakak/orang tua asuh dalam hal seni yang bisa membimbing mereka hingga mereka berani berekspresi dan bernarasi baik lewat karya fisik atau menggunakan berbagai media. Untuk itu mereka akan dilibatkan dalam kegiatan seni/desain, pameran bersama, termasuk belajar menulis jurnal, membuat vlog (storytelling) sebagai bagian dari healing teraphy dan akhirnya dilibatkan dalam pembuatan film pendek yang dibuat berdasarkan adaptasi jurnal pribadi mereka dan yang bersifat menginspirasi. Ketika kolaborasi ini berakhir diharapkan para partisipan telah punya modal berekspresi secara positif dan dapat melanjutkan berjejaring secara kreatif dengan insan kreatif dimanapun dan punya pengalaman untuk membuat konten kreatif (Creative sharing & creating content).

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Proposal ini diajukan sebagai bentuk partisipasi dan tanggung jawab warga kota merespon kebijakan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengangkat Dolly sebagai kawasan destinasi wisata budaya yang mana diharapkan di kemudian hari dapat memperbaiki dan mengangkat perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan ini dan sekitarnya, yang pada gilirannya dapat ikut meningkatkan industri kreatif di Surabaya. Namun sayangnya justru anak-remaja di kawasan Dolly berada dalam kondisi yang dilematis. Di satu pihak dituntut berubah tetapi dipihaklain mereka masih menjadi saksi dari praktek prostitusi yang kini dilakukan secara terselubung, sebagaimana diberikan di media belakangan ini (https://www.jpnn.com/news/prostitusi-di-dolly-belum-mati-banyak-pelanggan-tarif?page=2 ; Oleh sebab anak-anak di kawasan ini perlu diberi sebuah kesempatan melihat dan mengalami hal yang berbeda seperti belajar seni untuk memperkaya pengalaman kreatif mereka yang akan berguna bagi masa depan. Lebih dari itu dari berbagai diskusi diketahui bahwa himbauan saja tanpa contoh nyata keberhasilan seseorang/sekelompok orang dirasa sulit untuk mengubah perilaku masyarakat. Hanya dengan cara itu warga sekitar akan percaya bahwa ada jalan lain untuk memperbaiki kehidupan daripada cara berkehidupan yang lama.

Masalah yang Diangkat

Sebagai bagian dari warga kota, kami melihat hal ini sebagai keadaan kritis dan perlu mendapat perhatian oleh berbagai pihak. Anak dan remaja yang bertempat tinggal di kawasan bekas lokalisasi ini adalah pihak yang sentral dalam pembangunan ke depannya. Mereka perlu diberi kesempatan melihat, mengalami dan terlibat aktif dalam kegiatan positif yang punya dampak besar. Oleh karena itu kami berpendapat pendekatan Art Teraphy dapat menjadi alternatif proses pemulihan kondisi anak-anak di tempat ini.

Durasi Proyek

3 bulan

Indikator Sukses

Indikator keberhasilan utama adalah penambahan pengalaman dan pengetahuan akan seni/desain para peserta yang dibuktikan melalui hasil karya yang dihasilkan pada tiap kegiatan, serta terpublikasikannya seluruh kolaborasi ini selama proses berlangsung hingga akhir kegiatan. Semua aktivitas kolaborasi akan diunggah secara teratur melalui blog/ vlog, media sosial. Sedangkan pameran bersama dan film akan menjadi puncak kolaborasi yang dapat dinikmati semua orang dan yang akan berdampak luas bagi setiap personal yang terlibat. Indikator sukses lain adalah apabila model kolaborasi ini dapat diduplikasi oleh siapapun untuk menolong anak di Dolly atau kawasan lain di Indonesia yang punya masalah serupa.

Dana Hibah

Rp.400 Juta