Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1279 - Perempuan dan Rewang dalam Kajian Etnografi


Nama Inisiator

rizka hidayatul umami

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

3 tahun

Contoh Karya

DONGENG RUKMINI siap cetak.pdf

Situs Web

rizkatacin.blogspot.com / morfo biru

Media Sosial

FB: https://www.facebook.com/rizka.taciend IG: @Morfo_Biru twitter: @morfo_biru

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Rewang merupakan salah satu kebiasaan masyarakat desa berupa bantuan tenaga dalam menyukseskan sebuah acara, seperti nikahan, slametan, tingkeban, dan beberapa acara yang khas dilakukan oleh masyarakat Indonesia, utamanya Jawa. Biasanya rewang didominasi oleh ibu-ibu yang merupakan tetangga sekitar, yang dengan sukarela memberikan jasa kepada si empunya hajat. Dalam praktik keseharian, rewang menjadi salah satu tradisi yang langgeng dilaksanakan dan menjadi kesadaran tiap individu untuk mengikutsertakan dirinya dalam berbagai kesempatan. Tradisi ini ternyata memiliki multihistoris dan keunikan yang tidak bisa dijelaskan, kecuali dengan pendekatan atau kajian etnografi. Selama kurang lebih enam bulan, riset terkait rewang akan dilaksanakan untuk menemukan keunikan-keunikan dari tradisi masyarakat yang ternyata juga mulai memudar ini. Setelah riset berhasil dilaksanakan, maka selaku penulis saya akan membukukannya sebagai novel etnografi.

Latar Belakang Proyek

Menjadi seorang jurnalis dalam majalah kampus yang memiliki jargon media pemikiran alternatif, menuntut saya untuk senantiasa bergumul dengan banyak masyarakat yang berbeda, baik dari segi agama, kepercayaan, suku, ras, termasuk budaya. Dalam pergumulan itu saya sering terpikat dengan tradisi-tradisi masyarakat desa pinggiran yang masih bertahan di tengah arus modernisasi seperti sekarang ini. Salah satu tradisi yang membuat saya gumun (dalam bahasa jawa) adalah rewang, mengingat saat ini masyarakat sangat individualis dalam berbagai hal. Di kota-kota besar, kebiasaan rewang sudah banyak bergeser, yang pada awalnya sukarela menjadi berbayar, yang pada awalnya dilakukan oleh para tetangga, justru dikerjakan oleh para pekerja yang di datangkan dari sebuah agen atau evet organizer. Sehingga ketika melihat tradisi ini masih berjalan dengan pakemnya, saya pun tergerak untuk mengabadikannya dalam bentuk tertulis. Selain itu, rewang yang didominasi oleh perempuan, membuat saya makin tergerak untuk melihat bagaimana posisi perempuan dalam tradisi tersebut. Adapun tujuan dari riset ini tak lain adalah ingin agar tradisi ini tidak punah dimakan zaman dan agar perempuan mengetahui bahwa sesungguhnya rewang (yang identik dengan dapur) bukan semata-mata diwajibkan untuk mereka, tetapi juga untuk laki-laki. Selain itu manusia harus tetap mengedepankan asas gotong royong, yang salah satunya tercermin lewat tradisi rewang.

Masalah yang Diangkat

Saya ingin mengangkat tradisi rewang yang identik dengan perempuan dan yang saat ini mulai tergerus oleh modernitas zaman. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa modernitas yang tidak dapat dihalau ini menghadirkan sikap-sikap antisosial beberapa golongan, sehingga membuat banyak tradisi terkubur, individualisme mengakar kuat hampir di seluruh lapis masyarakat. Rewang saat ini tidak bisa kita temukan di kota-kota besar, bahkan di desa-desa tradisi ini sudah lama bergeser dan tidak lagi seperti dulu. Saya tidak ingin turut andil dalam menggerus tradisi-tradisi yang mencerminkan gotong royong tersebut, maka dengan ini saya ingin membuat suatu karya yang kemudian dapat bermanfaat bagi kemaslahatan kita sebagai manusia yang punya jiwa sosial.

Indikator Sukses

Selama 6 bulan berhasil melakukan kajian etnografi di beberapa wilayah di kabupaten Tulungagung dan 2 bulan sisanya selesai menulis sampai membukukan hasil riset menjadi sebuah novel etnografi tentang rewang dan peran perempuan.

Lokasi

kabupaten Tulungagung Jatim

Dana yang Dibutuhkan

Rp.80 Juta

Durasi Proyek

8 bulan