Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1276 - dongeng nenek di tepian sawah


Nama Inisiator

wahyu handaningrum

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

10 tahun

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

ambasoeroso (IG)

Kategori Proyek

lintasgenerasi

Deskripsi Proyek

Proyek ini adalah pertunjukan berbasis kearifan lokal yang terinspirasi dari kehidupan perempuan di Dusun Bogo yang memegang teguh tradisi Jawa, kuat, dan sangat berdaya. Proyek pertunjukan ini terdiri dari pementasan sendratari yang dipertunjukan secara kolaboratif oleh kelompok lintas generasi. Teater akan dipentaskan oleh ibu-ibu, remaja dan kelompok karawitan lansia putri yang bernaung di bawah kelompok Bina Keluarga Lansia dari Dusun Bogo. Pementasan akan dilaksanakan dengan tujuan untuk membawa kembali falsafah kehidupan berbasis kearifan lokal kepada masyarakat. Judul “Nyi Ageng Serang” dipilih sebab kisah ini merupakan kisah teladan bagi masyarakat desa karena di desa ini terdapat situs yang berkaitan dengan tokoh NYi Ageng Serang. Keteladanannya sebagai panglima perang dan pemimpin perempuan dari tanah Jawa yang mampu menjalankan peran sebagai pejuang sekaligus seorang istri dan ibu pendidik utama keturunannya. Dalam proyek ini cerita yang diangkat merupakan versi dari penuturan sesepuh desa yang sudah turun-menurun digulirkan.

Latar Belakang Proyek

Pada kehidupan masyarakat modern, peran orang lanjut usia tidak lagi begitu diperhitungkan.Muncul anggapan bahwa orang yang sudah lanjut usia sudah tidak produktif dan ketinggalan jaman dalam berfikir. Pendapat merekapun sudah tidak didengarkan. Maka tidak sedikit orang-orang yang pada akhirnya menempatkan orangtua mereka yang telah lanjut usia di panti jompo yang lambat laun akan menghilangkan keberadaan dan peran orang lanjut usia di masyarakat. Di dusun Bogo seorang tua atau sesepuh dipandang sebagai sosok bijaksana, pinutur dan pengayom. Oleh sebab itu, jika terjadi persoalan di masyarakat, maka para sesepuh selalu dilibatkan untuk memberi pandangan serta nasihat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Dalam menjalankan perannya di masyarakat, para lansia di dusun ini membekali dirinya dengan wawasan falsafah jawa yang terkandung dalam karawitan dan pupuh-pupuh macapat melalui kegiatan sarasehan, macapatan, dan latihan gending. Kisah Nyi Ageng Serang sudah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek kami. Para nenek sudah mendengarkan cerita tersebut dari generasi sebelumnya. Pada masa sekarang mereka berperan sebagai penyampai kisah (messenger) kepada generasi-generasi berikutnya. Disini saya selaku generasi muda akan mencoba merekontruksikan ulang hasil dari penuturan kisah tersebut. Saya meyakini setiap nenek dari generasi yang berbeda akan membawa ulasan yang berbeda pula meskipun berangkat dari kisah yang sama.

Masalah yang Diangkat

Secara implisit dan eksplisit, proyek pertunjukan ini mengangkat tentang: (1) Realita pergeseran nilai dalam menempatkan orang lanjut usia di masyarakat, (2) mengajak masyarakat untuk kembali pada falsafah dasar kehidupan menurut kearifan lokal, (3) upaya melebur jarak antar generasi, (4) memberikan percontohan kepada masyarakat sekitar tentang tatanan hidup perempuan yang kuat, mandiri, dan berdaya dari Dusun Bogo

Indikator Sukses

Ukuran keberhasilan dari proyek ini adalah 1. Mampu memunculkan spirit dari kisah nyi ageng serang yang kurang popular dalam catatan sejarah nasional. 2. Berhasil Merekontruksi kisah yang telah di endapkan para sesepuh kedalam bentuk pertunjukkan sendratari dengan SDM dan SDA yang ada di desa tersebut. 3. Hasil akhir dari proyek ini adalah mengadakan pertunjukkan rutin bagi perempuan didesa ini serta menjadikan desa ini menjadi desa kunjungan wisata budaya dan edukasi karena mempunyai ke khas an tersendiri. 4. Sasaran penonton merupakan budayawan lokal,masyarakat umum, seniman serta aktivis perempuan. 5. Diliput berbagi media baik media cetak, media online, dan televisi lokal.

Lokasi

Dusun Bogo, Desa Timpik, Kecamatan Susukan – Kabupaten Semarang

Dana yang Dibutuhkan

Rp.150 Juta

Durasi Proyek

7 bulan