Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1260 - Ai Cacih Wanoja Pinilih ti Medal Laksana Domas


Nama Inisiator

FATHIA LESTARI

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

Baru memulai

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Penelitian ini dirancang untuk menghasilkan sebuah biografi sosiologis; sebuah biografi seorang tokoh perempuan di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang bernama Ai Cacih terkait dengan peran publik yang dimilikinya sebagai ketua perguruan seni pencak silat ‘Medal Laksana Domas’. Dengan adanya biografi yang memperlihatkan perjalanan seorang perempuan yang mampu berperan di ranah publik khususnya dalam bidang seni pencak silat yang biasanya digeluti oleh laki-laki, diharapkan dapat menjadi gambaran dan bukti bahwa perempuan mampu berkiprah di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kualitati. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi serta analisis data menggunakan triangulasi sumber.Penulisan hasil penelitian menggunakan metode sejarah dengan historiografi berupa biografi. Penelitian ini dilakukan oleh Warga Asli Jatinangor yang pernah mengikuti pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Jtinangor sebagai bentuk kepedulian terhadap seni budaya lokal dan asli Jatinangor.

Latar Belakang Proyek

Pencak silat dan perempuan. Dua terminologi bahasa dengan penggambaran yang biasanya bertolak belakang, Pencak silat identik dengan kekerasan, maskulinitas sedangkan perempuan memiliki keidentikan yang sebaliknya. Namun, dua kata tersebut bukan berarti tidak dapat disatukan. Di Daerah Jatinangor, kota Pendidikan Jawa Barat, paguron Medal Laksana Domas adalah jawabannya. Paguron Pencak silat yang berasal dari tanah Sunda, tepatnya di daerah Jatisari, Kecamatan Jatinangor Sumedang, memiliki perhatian terhadap perempuan. Paguron Medal Laksana Domas adalah salah satu perguruan Pencak Silat yang berdiri sebagai bentuk menjaga silaturahim (ikatan) antar warga dengan cara berkumpul dan menggerakan badan untuk mengolah raga dengan menyatukandengan seni gamelan sunda. Berdiri sekitar tahun 1980an, paguron Medal Laksana Domas hadir ditengah masyarakat, merangkul pemuda dan pemudi wilayah untuk Bersama-sama menjadi silaturahim, seperti makna silat dalam pencak silat. Perjalanan Medal Laksana Domas hingga hari ini, berkat adanya perjuangan seorang wanoja yang Ai Cacih. Ai Cacih, anak sekaligus ketua paguron Medal laksana Domas, menyatukan antara pencak silat dengan perempuan. Oleh karena itu, perjuangan dan serta peran Ai Cacih dalam mempertahankan paguron Medal Laksana Domas dapat menjadi gambaran peranan perempuan dalam ranah publik khusunya dalam bidang Seni.

Masalah yang Diangkat

Bagaimana Ai Cacih memiliki peran sebagai Wanoja Pinilih dalam Medal Laksana Domas. Untuk mempermudah menjawab pertanyaan tersebut, dibuatlah beberapa pertanyaan kecil : 1. Mengapa Ai Cacih mau berkiprah sebagai ketua perguruan seni pencak silat ditengah perannya sebagai seorang istri dan seorang ibu? 2. Apa yang menjadi motivasi Ai Cacih menjadi ketua perguruan seni pencak silat?

Indikator Sukses

Membuat biografi sosial mengenai Ai Cacih sebagai Wanoja Pinilih ti Medal Laksana Domas, sehingga Ai Cacih dalam medal Laksana Domas menjadi ikon perempuan dalam pencak silat, khususnya di Wilayah Jatinangor, sebagai wilayah pendidikan di Jawa Barat.

Lokasi

Jawa Barat/ Sumedang/ Jatinangor

Dana yang Dibutuhkan

Rp.35.47 Juta

Durasi Proyek

6 bulan