Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1239 - Potensi Pewarna alam dalam Batik dan Jumputan


Nama Inisiator

Kusniati Surjandini

Bidang Seni

lainnya

Pengalaman

2 tahun

Contoh Karya

Fashion Show.png

Situs Web

Media Sosial

IG @distraw_id

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Kegiatan yang bersubyek pada perempuan pengrajin batik dan jumputan yang menggunakan pewarna alam dilakukan agar mereka dapat: • Mengakses pengetahuan tentang pewarna alam • Mampu membuat dan melakukan proses pewarnaan • Mendorong proses kreativitas dalam berkarya dalam batik dan jumputan Tiga hal utama diatas dapat dicapai dengan: • Mengumpulkan data tentang cara pembuatan dan penggunaan pewarna alam dari berbagai sumber literasi dan yang dilakukan oleh para pengrajin batik dan jumputan. • Melakukan uji coba laboratorium di Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta berkaitan dengan tingkat kelunturan warna, uji gesekan dan uji panas dari kain batik dan jumputan pewarna alam hasil karya perempuan pengrajin. • Menyepakati dan menetapkan tata cara yang tepat tentang cara membuat pewarna alam dan proses pewarnaan yang murah, mudah dan teruji. • Lolos uji standar kualitas laboratorium Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta Semua kegiatan diatas akan didokumentasikan dan dituangkan dalam laporan pertanggungawaban berbentuk buku agar dapat diakses secara luas dan buku kecil sebagai bahan ajar dalam workshop pewarna alam. Workshop dilakukan untuk mengenalkan kembali proses pembuatan dan penggunaan pewarna alam dan akan dilakukan untuk para perempuan pengrajin batik dan jumputan pewarna alam di Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Kendal. Disamping ituworkshop juga digunakan sebagai sarana unjuk kreasi.

Latar Belakang Proyek

Perempuan, batik dan jumputan, adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Dari tangan-tangan terampil para perempuan, lahirlah karya-karya yang luar biasa yang mampu menjaga keharuman Indonesia di mata Dunia. Namun hal itu belum dirasakan dengan semestinya oleh para perempuan pengrajin batik dan jumputan yang menggunakan pewarna alam, mereka seakan menjadi tamu di negeri sendiri. Betapa mereka harus berjuang dengan luar biasa ditengah gempuran pewarna sintesis yang berjargon murah dan cepat, ketidakberdayaan dalam pertarungan kualitas dan produk yang dihasilkan tidak menampilkan kreativitas dan greget. Hal ini terjadi karena minimnya akses tentang pengetahuan dan pemahaman tentang pewarna alam Indonesia, pengembangan kreavitas dalam berkarya. Sekarang saatnya untuk memberikan akses penuh, menjulangkan kembali semangat berkreativitas dalam berkarya dengan batik dan jumputan yang menggunakan pewarna alam.

Masalah yang Diangkat

Meskipun penggunaan pewarna alam Indonesia saat ini mulai menggeliat dan tumbuh, namun ada beberapa masalah yang sangat layak dicermati: • Minimnya akses pengetahuan dan pemahaman perempuan pengrajin batik dan jumputan pewarna alam, tentang pembuatan dan penggunaan pewarna alam Indonesia • Kesenjangan pengetahuan dan pemahaman antar perempuan pengrajin batik dan jumputan pewarna alam • Ketiadaan standar baku warna dan standar baku kualitas

Indikator Sukses

Keberhasilan kegiatan ini akan nampak dalam: • Para perempuan pengrajin batik dan jumputan mengenal kembali, memahami dengan baik tentang cara pembuatan dan penggunaan pewarna alam . Dan menggunakannya dalam berkarya • Meningkatnya kualitas daya tahan warna, daya tahan gesek dan daya tahan terhadap panas karya batik dan jumputan yang dibuktikan dengan lolos dari uji laboratorium Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta. • Buku tentang Pewarna alam yang tersebar luas di kalangan pengrajin, penggiat dan pecintanya

Lokasi

Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Kendal

Dana yang Dibutuhkan

Rp.60 Juta

Durasi Proyek

4 bulan