Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1232 - Pendokumentasian Pengetahuan Perempuan Penenun & Makna Motif


Nama Inisiator

Ramadhaniati

Bidang Seni

lainnya

Pengalaman

Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) memperkuat dan mendampingi kelompok perempuan akar rumput semenjak tahun 1995. Khusus untuk penguatan dan pendampingan perempuan penenun dimulai tahun 2013 atau hampir 5 tahun.

Contoh Karya

Tenun warna alami.jpg

Situs Web

www.lp2m.or.id

Media Sosial

FB : lembagapengkajian.pemberdayaan

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Proyek ini bertujuan : 1)Relevansi hasil karya perempuan penenun dengan kehidupan perempuan pada masa lalu dan masa kini; 2)Menggali makna dan nilai yang terkandung dalam motif tenun warna alami karya perempuan penenun dari perspektif perempuan; 3)Mendokumentasikan dan mempublikasikan pengetahuan dan motif tenun warna alami Lintau dan Silungkang; 4)Merawat, melestarikan tradisi dan keterampilan menenun warna alami di Ranah Minang. Untuk menghasilkan tujuan tersebut di atas, maka kegiatan yang akan dilakukan adalah melakukan pengumpulan pengetahuan perempuan penenun dan makna/nilai dari ragam motif tenun karya perempuan penenun, selanjutnya melakukan kajian terhadap hasil pengumpulan informasi, mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil kajian tersebut. Berikut detil kegiatan yang akan dilakukan : 1. Mendesain tool kajian 2. Pengumpulan data/informasi tentang pengetahuan dan motif tenun karya perempuan 3. Analisis dan penulisan hasil kajian 4. Seminar hasil kajian 5. Publikasi hasil kajian dalam bentuk buku 6. Bedah buku & pameran motif tenun karya perempuan penenun

Latar Belakang Proyek

Di Minangkabau, tenunan songket selalu dikaitkan dengan perempuan, bahkan dahulu kala kepandaian menenun songket merupakan salah satu syarat tidak “tertulis” untuk menyatakan seorang perempuan sudah dewasa dan pantas dinikahkan. Selain itu, kepandaian menenun bagi perempuan dapat dijadikan bekal keterampilan untuk masa depannya. Maka, melakukan kegiatan menenun bagi perempuan di Minangkabau tidak saja dipandang memiliki keahlian yang istimewa, tetapi juga dapat dijadikan bekal dalam mengatasi masalah ekonomi (Jupriani, 2006). Dari pengalaman LP2M dalam memperkuat dan mendamping perempuan penenun, saat ini, menenun cenderung dimaknai sebagai mata pencaharian utama atau sampingan. LP2M melihat, ada yang terputus dari sejarah perempuan penenun masa lalu dengan perempuan penenun masa kini. Motif pada tenun songket Minangkabau tidak sekedar hiasan atau ornamentasi, melainkan “catatan” dari ajaran filosofi adat dan budaya Minangkabau. Setiap motif memiliki nama dan makna. Makna dan nilai yang terkandung dalam setiap ragam motif tidak banyak dipahami oleh masyarakat saat ini, bahkan oleh perempuan penenun. Dari buku-buku yang menceritakan tentang sejarah tenun dan motifnya, makna motif tenun hanya dijelaskan secara umum. Tidak ada satu bukupun yang menjelaskan makna motif dari persepktif perempuan, padahal tenun adalah karya agung para perempuan penenun. Maka,berdasarkan hal tersebut, saya sebagai direktur eksekutif LP2M akan bertanggungjawab pada project yang diusulkan.

Masalah yang Diangkat

LP2M, tidak melihat relevansi hasil karya perempuan penenun dengan kehidupan masa lalu dan saat ini. Dari pengalaman LP2M selama melakukan penguatan dan pendampingan pada perempuan penenun di Kab.Tanah Datar dan Kota Sawahlunto, perempuan penenun dan masyarakat melihat bahwa menenun “hanya” sebagai mata pencaharian utama atau usaha sampingan. Begitu juga dengan makna dan nilai yang terkandung pada motif tenun, tidak dipahami oleh perempuan penenun dan masyarakat. Dan tidak ada satu bukupun yang mendokumentasikan kajian motif tenun dari perspektif perempuan. Begitu banyak pengetahuan perempuan penenun, termasuk pengetahuan pembuatan pewarna alami untuk benang tenunan, perjuangan perempuan penenun dalam membantu pejuang di Kab.Tanah Datar, tepatnya di Kec.Lintau ketika masa kolonial (cerita dari “ orangtua”),tapi LP2M belum temukan pendokumentasiannya. LP2M mengkhawatirkan di era globalisasi ini, warisan budaya tinggi ini akan tergerus.

Indikator Sukses

- Buku hasil kajian tentang sejarah, pengetahuan dan motif tenun karya perempuan dianalisis dengan perspektif perempuan - Buku hasil kajian dipublikasi melalui media cetak dan media sosial - Terselenggara dan banyaknya pengunjung pada bedah buku & pameran motif tenun karya perempuan penenun yang dikaji dari perspektif perempuan

Lokasi

Kab.Tanah Datar dan Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.653 Juta

Durasi Proyek

9 bulan