Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pemohon Hibah

Nurjihatul Rizkiah


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_pertunjukan

Pengalaman Berkarya

2012- sekarang aktif di Teater Putih, 2015 sebagai ketua Festival Teater Modern Pelajar se-NTB, 2014 sebagai Peserta Pekan Seni Mahasiswa (Peksiminas) cabang Monolog, 2015 sebagai Aktris Pementasan Monolog “Marsinah Menggugat”,

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

Proyek


No. Formulir

1217

Judul Proyek

Pentas Monolog Keliling NTB

Lokasi Proyek

NTB

Deskripsi Proyek

Dalam projek ini saya ingin melakukan penyadaran terhadap kaum perempuan dan pelajar dengan melakukan Pementasan Monolog Keliling NTB. Naskah monolog yang akan dipentaskan diangkat dari kisah nyata dan kejadian sering terdadi dan menimpa TWK di NTB. Pentas monolog ini direncanakn untuk dilakukan di 5 kabupaten/kota di NTB yaitu Kab Lombeok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa Besar, Kab. Dompu, dan Kota Bima. Pementasan inni akan dilakukan di Bulan September 2018.

Kategori

perjalanan

Latar Belakang Proyek

Gagasan ini muncul ketika saya membaca koran dan menonton berita, yang memberitakan banyak sekali permasalahan yang dialami oleh TKW di NTB. TKW dari negara rantau banyak yang pulang dengan membawa duka. faktanya NTB merupakan salah satu Propinsi penghasil beras terbesar di Indonesia sehingga dijadikan sebagai Lumbung Pagan Nasional, selain itu NTB (Lombok dan Sumbawa) terkenal sebaga destinasi wisata yang cukup di gemari beberapa tahun belakangan ini. Melihat hal tersebut, seharusnya masyarakat NTB dapat hidup makmur. Lalu mengapa harus mengadu nasib dinegeri orang? Berangkat dari pertanyaan tersebut. Saya merasa perlu memberikan suatu penyadaran kepada masyarakat khususnya kaum perempuan dan pelajar (sebagai penerus bangsa) agar dapat meningkatkan kualitas hidup, salah satunya dengan pendidikan gagar dapat mengelola daerah sendiri dan menafkahi hidup di negeri sendiri.

Masalah yang Diangkat

Masalah yang diangkat dalam pementasan ini adalah keadaan TKW asal NTB. Para TKW rela menjadi budak di negeri orang dengan menjual impian untuk hidup lebih baik dengan harapan segalanya dapat berubah. Tidak jarang para TKW menerima perlakuan yang tidak baik, mulai dari pemotongan gaji, penyiksaan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan serta organ tubuhnya di perjual belikan. Kisah dalam Naskah ini diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh TKW asal Lombok Timur, yang merantau di Arab dan pulang tinggal berupa mayat. tidak hanya itu mayat TKW tersebut telah dimasukan kedalam peti dan dikawal oleh polisi sehingga keluarga tidak diizinkan untuk membuka peti tersebut. Permasalahan lainnya adalah organ tubuh mayat yang dipulangkan banyak yang tidak lengkap, karena sebelum mayat sampai di kampung halaman, terlebih dahulu organ tubuhnya diambil dan di jual. Dengan pementasan tersebut diharapkan kepada khususnya kaum perempuan untuk memperbaiki kualitas diri dengan pendidikan agar mampu mendapat penghidupan yang lebih baik di negeri sendiri. Dengan adanyaa peristiwa naas yang serig dialami TKW diharapkan juga kepada pemerintah (terkait) agar lebih memperhatikan basib para pahlawan devisa yang berjuang di negeri orang.

Durasi Proyek

5 bulan

Indikator Sukses

Banyaknya penonton yang hadir saat pementasan

Dana Hibah

Rp.52 Juta