Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1203 - Bincang-bincang Selangkang


Nama Inisiator

Suci Nurani Wulandari

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

6 tahun

Contoh Karya

PERIGI TIMPAS.docx

Situs Web

cemilanrakyatjelata.blogspot.com

Media Sosial

@ucig

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Bincang-bincang Selangkang merupakan bagian awal dari proyek jangka panjang pengembangan website berbentuk portal berita yang membahas mengenai hal-hal tabu, mitos, dan kegiatan yang terhambat karena labelisasi larangan yang mengatasnamakan kebudayaan. Proyek ini, Bincang-bincang Selangkang, secara spesifik akan membahas mengenai kemandulan. Proyek ini akan melalui serangkaian riset pustaka, wawancara, dan kuesioner yang nantinya akan menghasilkan: 1.Buku kumpulan cerpen bertema selangkang yang sudah dalam proses pengerjaan 30% bertujuan untuk menyebarkan gagasan melalui media sastra 2.Website berbentuk portal berita yang berisi tulisan-tulisan (artikel, sosok, dll) disertai gambar maupun foto pendukung mengenai isu kemandulan dari berbagai perspektif, dampak, serta usaha penyelesaian masalah 3.Media sosial yang berisi infografis untuk menarik minat kajian dan diskusi para generasi digital 4.Diskusi terbuka mengenai dampak kemandulan di masyarakat Bagian yang akan dibiayai oleh hibah dana Cipta Media Ekspresi hanyalah Bincang-bincang Selangkang, sedang keberlanjutan proyek jangka panjang akan didanai secara mandiri. Dana hibah nantinya akan digunakan untuk pengadaan alat dan bahan proyek, akomodasi selama proyek berlangsung, serta seluruh pembiayaan yang berhubungan dengan proyek selama 6 bulan. Saya akan mengerjakan keseluruhan proyek dibantu beberapa orang di bagian teknis seperti dalam hal percetakan, pembuatan gambar dan ilustrasi, serta kegiatan teknis saat diskusi.

Latar Belakang Proyek

Ibu saya pernah mengatakan, perempuan akan mengalami tiga ketakutan karena kejadian kodrati. Pertama adalah saat pertama kali menstruasi. Kedua adalah saat pertama kali berhubungan seksual. Ketiga adalah saat pertama kali melahirkan. Ia menambahkan bahwa ketiganya mengandung unsur sakral masing-masing dan memberi pemahaman atas rasa sakit. Maka dari itu, perlu bekal yang cukup untuk menghadapi ketakutan-ketakutan itu seperti kesadaraan atas tubuh sendiri, pengetahuan mengenai organ reproduksi, diskusi dengan orang sudah mengalami lebih dulu, dan lain-lain. Semakin saya bertambah dewasa, saya menyadari bahwa barangkali ibu saya melupakan ketakutan yang keempat, yaitu kemandulan. Mandul merupakan istilah untuk menjelaskan ketika seseorang tidak dapat memiliki keturunan atau anak. Mandul di dalam masyarakat kita seringkali mendapat stigma negatif, mengandung segudang mitos bersamanya, dan sangat tabu untuk dibahas. Mandul bisa menimpa perempuan maupun laki-laki , entah yang berpendidikan atau pun tidak, yang tinggal di kota atau pun di desa, yang kaya atau pun yang miskin.

Masalah yang Diangkat

Stigma negatif mengenai kemandulan adalah sesuatu yang harus dihilangkan. Seseorang yang mandul tidak berhak mendapat tekanan secara psikologis maupun sosial karena label yang diberikan kepadanya. Minimnya diskusi serta tulisan mengenai kemandulan dikarenakan isu ini dianggap tabu dan mengandung unsur mitos yang kental. Kondisi masyarakat kita yang menganggap mandul adalah hal buruk merupakan sisi gelap kebudayaan yang mestinya diberi kesempatan untuk dikaji ulang. Dampak yang ditimbulkan secara psikologis juga sosial seperti terori gunung es, terlihat sedikit namun sebenarnya sangat besar. Adanya penyebaran informasi dalam berbagai bentuk, terbukanya diskusi dan kajian, serta adanya sosialisasi mengenai kemandulan dari berbagai perspektif merupakan bentuk usaha penghancuran stigma negatif yang telah terbentuk lama. Melalui proyek ini, diadakan upaya agar masyarakat mulai memahami bahwa 'mandul' bukanlah sebuah aib seperti halnya menstruasi, berhubungan seksual, dan melahirkan.

Indikator Sukses

Indikator sukses jangka pendek: 1.Terbit dan tersebar luasnya buku kumpulan cerpen yang digarap dalam proyek ini 2.Peluncuran website berisi tulisan-tulisan dan foto pendukung mengenai selangkang 3.Terbitnya infografis di media sosial yang dibuat bersamaan dengan pembuatan website 4.Diskusi terlaksana dan berjalan lancar 5.Adanya tanggapan positif dari masyarakat mengenai proyek ini Indikator sukses jangka panjang (lanjutan proyek setelah masa hibah berakhir): 1.Adanya keberlanjutan website dengan mulai melibatkan masyarakat untuk ikut serta membagikan opini mereka dalam bentuk tulisan maupun foto 2.Media sosial berisi infografis mendapat respon positif dari masyarakat sehingga mendorong semakin terbukanya pembahasan mengenai hal-hal yang dianggap tabu 3.Diskusi berjalan rutin setiap tiga atau empat bulan sekali 4.Adanya kerjasama dengan pihak-pihak terkait sehingga penyebaran informasi dan manfaat proyek lebih tersebar

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.29 Juta

Durasi Proyek

6 bulan