Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1202 - Teater Kampus untuk Perempuan


Nama Inisiator

Nimas Lien Adriatik

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

5 Tahun

Contoh Karya

IMG-20150216-WA0010.jpg

Situs Web

http://sangkalafbsuny.blogspot.co.id/

Media Sosial

@nimaslien

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Pertunjukan eksploratif yang mengangkat issue tentang perempuan. Eksplorasi yang dimaksud baik dari ide maupun eksekusi di atas panggung. Bekerjasama dengan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNY diharapkan melalui proyek ini dapat memantik ide – ide segar bagi para pegiat seni muda terutama teaterawan kampus dengan memberikan ruang untuk mengembangkan dan mengasah potensi diri dengan berproses bersama. Dalam proses penciptaan karya ini akan dibangun kebiasaan – kebiasaan baru yang berhubungan dengan porsi dan peran yang seimbang baik perempuan maupun laki - laki. Pembagian peran yang seimbang antara perempuan dan laki – pada ranah pertunjukan baik produksi maupun artistik diharapkan dapat mendobrak stigma bagi pegiat seni muda terutama perempuan agar lebih giat untuk berkarya. Peran perempuan sangat dibutuhkan dalam proyek ini mengingat apa yang akan dihadirkan di atas panggung adalah hasil proses kreatif dari masalah - masalah yang terjadi dan dihadapi oleh perempuan dengan cara pandang mahasiswa.

Latar Belakang Proyek

Sebagai sesorang perempuan yang pernah berproses bersama kalangan teater kampus hingga berproses di luar kampus dapat dipetakan bahwa isu mengenai perempuan ini sudah sangat sering untuk dibahas namun jika kita telisik lebih dalam lagi peran - peran utama dalam proses produksi maupun artistik pertunjukan tersebut mayoritas dipegang oleh pria sebagai contoh "Bertiga Bukan Dara; Menghias Kenyataan Hidup" oleh Forum Aktor Yogyakarta bekerjasama bersama Teater Amarta dengan sutradara Jamaludin Latif dan pementasan "Para Perempuan Chairil" yang disutradarai oleh Agus Noor. Berdasarkan data tersebut saya tergerak untuk menghadirkan sebuah prosesyang tak hanya menghadirkan isu perempuan namun juga terciptanya sebuah proses kreatif yang seimbang antara laki - laki maupun perempuan. Sering kali terjadi dibidang – bidang artistik seperti setting maupun lighting sangat dominan dipegang oleh kaum pria, namun pada proyek ini saya tidak mengingingkan satu gender mendominasi gender lainya namun kerjasama antar gender yang proporsional sehingga dapat menghasilkan proses yang seimbang. Tak melulu pada teknis eksekusi panggung, pada ranah ide dan proses kreatifpun diharapkan terjadi kesinambungan yang menghasilkan pertunjukan yang menarik.

Masalah yang Diangkat

Dalam proyek ini isu yang diangkat tak hanya masalah tentang perempuan lalu menghadirkanya diatas panggung namun juga menitik beratkan pada proses kreatif untuk menghasilkan ide - ide segar tentang sebuah wacana mengenai perempuan itu sendiri. Proses kreatif ini diharapkan dapat memberi ruang kepada para perempuan untuk menyuarakan pemikiranya juga memberi perempuan peran dan posisi yang sama dengan para pria. Isu perempuan dan sosial agaknya akan menjadi pembahasan yang menarik untuk dihadirkan menjadi sebuah pertunjukan. Mengapa saya menggandeng para mahasiswa yang notabene belum banyak berkecimpung di wilayah kesenian, disini saya ingin melibatkan peran mahasiswa sebagai agent of change di masyarakat, dengan menghadirkan proses kreatif yang tidak bias gender diharapkan para mahasiswa ini dapat meneruskan iklim kesenian dan proses – proses yang lebih terbuka untuk perempuan.

Indikator Sukses

Pada proses – proses kesenian yang berkelanjutan pekerja seni perempuan dapat menghadirkan sebuah ruang pertunjukan yang dapat menyeruakan pemikiranya dan mendapat peran dan posisi yang seimbang baik di ranah produksi maupun artistik. Terciptanya iklim kesenian yang melibatkan para perempuan muda didalamnya secara profesional dan proporsional. Menghilangkan stigma bahwa ranah pertunjukan tertentu hanya dapat dilakukan oleh satu gender saja.

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.125 Juta

Durasi Proyek

8 bulan