Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1179 - Closure/ Akhir


Nama Inisiator

Donna Swita Hardiani

Bidang Seni

audiovisual

Pengalaman

Silent After War (2008), Media campaign Solidaritas Perempuan, Menari untuk berbagi (2017), Bangkit (2018)

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

instagram,

Kategori Proyek

lintasgenerasi

Deskripsi Proyek

Closure mengacu pada hasrat individu atas sebuah jawaban tegas berbagai pertanyaan yang ambigu dan penuh ketidakpastian. Perjalanan menjadi aktivis perempuan, merupakan jalan panjang dan tak berujung. Berjuang dalam waktu lama, atas tuntutan keadilan yang tak jua datang, bahkan diperhadapkan dengan diskriminasi oleh negara melalui kebijakan diskriminatif yang menyasar perempuan dan kelompok minoritas lainnya. Perempuan mengalami stigma negatif, kriminalisasi dan berbagai tindakan represif lainnya dalam memperjuangkan keadilan. Closure mengangkat kisah perjuangan beberapa aktivis perempuan dalam memperoleh keadilan dan menggugat sistem negara, baik dari sisi politik, ekonomi, sosial maupun budaya. Film ini menunjukkan kepada publik tentang perjuangan perempuan tetapi juga sisi lain yang lebih personal dan manusiawi dari lintas batas usia, isu dan daerah yang inspiratif. Benang merah film ini, bagaimana perempuan berjuang mencapai keadilan, tidak hanya untuk dirinya sendiri sendiri tetapi bagian daro keluarga, masyarakat, dan negara dalam perwujudan keadilan bagi perempuan. Film ini disajikan dengan alur yang ringan dan menarik agar dapat menyasar kepada target audience milenials. Dokumenter ini dibawakan dua host yang melakukan perjalanan mengunjungi tokoh-tokoh aktivis perempuan yang telah melakukan perubahan dalam rangka menggali insight untuk mempertajam keyakinan mereka terhadap pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan keadilan dan perubahan di berbagai sektor serta menemukan apa arti “Closure”.

Latar Belakang Proyek

Perempuan seringkali harus mendapatkan keadilan dengan cara diperjuangkan. Kisah perempuan yang memperjuangkan tanah, lahan penghidupan, agama dan kepercayaan, aturan diskriminatif yang menyasar seksualitas perempuan serta berbagai persoalan lainnya membuat perempuan tidak hanya harus paham akan hak-haknya namun juga perempuan harus bergerak bersama untuk mewujudkan keadilan nyata untuk perempuan. Meski saat ini negara melalui UU no 7 tahun 1984 telah melakukan ratifikasi konvensi CEDAW, namun negara belum maksimal dalam mewujudkan penghapusan diskriminasi dan tindakan kekerasan terhadap perempuan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya kebijakan diskriminatif setiap tahunnya. Data Komnas Perempuan pada tahun 2017 bahwa ada 421 kebijakan diskriminatif di Indonesia saat ini dari tingkat desa-nasional dan lebih dari setengahnya menyasar tubuh, pikiran dan ruang gerak perempuan. Melalui film ini penonton mendapatkan inspirasi dari kehidupan para tokoh aktifis perempuan, dan dapat tumbuh kepekaannya atas sudut pandang lintas isu dan juga persoalan yang dihadapi oleh perempuan baik secara internal maupun eksternal didalam komunitasnya.

Masalah yang Diangkat

Terdapat beberapa hal krusial yang hendak kami angkat melalui pembuatan film dokumenter pendek ini antara lain adalah hal-hal berikut ini: Pandangan terhadap perjuangan lintas isu Film ini berusaha membukakan pandangan mata publik, khususnya generasi muda terhadap esensi perjuangan perempuan di berbagai bidang, baik itu bidang hak asasi manusia, teknologi, pendidikan, kesehatan, perindustrian, dan pluralitas. 2. Kepekaan terhadap kelompok rentan Melalui film ini kita berusaha meningkatkan kepekaan publik terhadap kelompok rentan dan marginal seperti misalnya perempuan korban kekerasan, minoritas orientasi dan identitas seksual, perempuan buruh migran dll. 3. Perempuan sebagai sosok agen perubahan sosial Film ini menitikberatkan terhadap peran perempuan sebagai agen perubahan sosial di dalam masyarakat. Tidak hanya dalam perjuangan kesetaraan gender tetapi juga agen perubahan sosial, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. 4. Keterlibatan pada perubahan sosial sebagai hal yang personal Film ini memperlihatkan kepada khalayak pemirsa bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari berbagai hal personal yang terjadi di dalam kehidupan dan pengalaman ketubuhan perempuan yang kerap kali menjadi dasar perjuangan aktivisme dan pembebasan perempuan. Sisi personal ini tidak hanya mendasari keyakinan, dan pemikiran tetapi juga aktivisme dan preferensi politik yang akhirnya membangun kesadaran dan menggerakkan kobar perjuangan para aktivis perempuan.

Indikator Sukses

Terdapat total seratus orang hadir dan memberikan tanggapan pada dua diskusi yang dibuat oleh tim pembuat film. Tiga positif review di media nasional. 20.000 Penonton Youtube dalam 6 Bulan.

Lokasi

Jakarta, Pulau Pari, Aceh, Toraja, Palu, Kendeng, Amsterdam

Dana yang Dibutuhkan

Rp.720 Juta

Durasi Proyek

9 bulan