Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Pemohon Hibah

Tyassanti Kusumo Dewanti


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

penelitian

Pengalaman Berkarya

satu tahun

Contoh Karya

Situs Web

https://shakun-tala.blogspot.co.id/

Media Sosial

instagram: @tyassanti

Proyek


No. Formulir

1129

Judul Proyek

KWARTET Indonesian Contemporary Art Series

Lokasi Proyek

Indonesia

Deskripsi Proyek

Proyek ini merupakan apropiasi bentuk dari Kwartet (2013) oleh Marijke Appelman & Koen Taselaar yang dikontekstualisasikan dengan karya-karya seni kontemporer di Indonesia. Permainan kartu merupakan metode yang saya dan kawan-kawan RAR Editions pilih untuk memperkenalkan seni kontemporer melalui pendekatan yang lebih umum. Kami mengelompokkan ragam karya seni dalam sebelas kata kunci yang masing-masing terdiri atas 4 karya, yakni Tanaman, Perahu, Pistol, Baju, Kata-kata, Mobil, Jual-Beli, Sepatu, Batu, Tengkorak dan Lampu. Untuk mendorong publikasi, akan diadakan peluncuran kwartet di beberapa kota besar, bertempat di universitas, ruang umum, ruang seni maupun sekolah dengan gelaran turnamen kwartet. Kombinasi antara turnamen dan peluncuran kwartet diharapkan dapat memaksimalkan upaya kami untuk mendekatkan masyarakat dengan karya seni.

Kategori

lintasgenerasi

Latar Belakang Proyek

Sepanjang perjalanan seni di Indonesia, terutama seni rupa, masyarakat terlihat mulai antusias untuk menjadi penikmat dan terkadang mulai mengalami kontemplasi berkelanjutan setelah bertemu karya. Namun seringkali keberadaan pameran dan karya seni tersebut tidak dapat diakses oleh seluruh kalangan. Hal ini bisa jadi karena transportasi, waktu, tenaga dan hal lainnya. Mengingat ada banyak makna dan keunikan dalam karya yang sayang untuk dilewatkan khalayak, saya memutuskan untuk membawa karya jauh lebih dekat dan mudah untuk dinikmati, yakni dengan menghadirkannya dalam bentuk permainan kwartet yang bisa dinikmati semua kalangan (lintas generasi) bersama kolektif RAR Editions

Masalah yang Diangkat

Tidak semua orang bisa mengakses karya seni, bahkan meski pameran telah digelar berbulan-bulan. Jarak dan waktu kadang menjadi penghalang, begitu pula informasi yang ada, sehingga menimbulkan jarak ‘keakraban’ antara karya seni dengan masyarakat. Galeri atau ruang seni pun tidak begitu dekat dengan seluruh kalangan masyarakat. Pendekatan dengan bentuk permainan diharapkan dapat mendekatkan seni kepada masyarakat sekaligus menyuguhkan pengalaman baru dalam menikmati karya seni

Durasi Proyek

3 bulan

Indikator Sukses

tercetak sebanyak 500 eksemplar dan diluncurkan di beberapa kota di indonesia dalam bentuk turnamen Kwartet.

Dana Hibah

Rp.25 Juta