Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Pemohon Hibah

ayunin widya risya


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_rupa

Pengalaman Berkarya

10 tahun

Situs Web

serbukayu.com budidayabaik.tumblr.com

Media Sosial

instagram @risyaayudya @serbukayu @monamintadansa

Proyek


No. Formulir

1118

Judul Proyek

GOGON CLUB (Gosip Underground Club)

Lokasi Proyek

Surabaya, Jawa Timur

Deskripsi Proyek

GOGON CLUB adalah sebuah ruang untuk ghibah bagi perempuan. Daripada disebut sebuah diskusi, wanita lebih senang bila bergosip, membicarakan orang lain seolah membuat lupa atas masalah yang dialami masing-masing. Ruangan ini nantinya diharapkan menjadi akses keluh kesah perempuan atas keadaan yang terjadi, kemudian menstimulus untuk menjadikan hal-hal kecil di lingkungannya menjadi gagasan karya dan aktifitas bermutu. setiap harinya ruangan ini terbuka untuk umum, ibu muda, perempuan karir, remaja dan mahasiswa untuk nimbrung dalam satu ruangan dengan kelompoknya masing-masing. bisa dibayangkan sebuah cafe dengan pelanggan dari mana saja, bedanya disini mereka bebas membawa bekal sendiri, bertukar makanan dg yang lain, bernyanyi, menyulam, mengasuh anak, melakukan aktifitas apa saja layaknya ruang publik. Kemudian kami sebagai pemilik tempat akan menganggapnya selayaknya tamu yg datang kerumah, mengajak berkenalan dan mengobrol, menanyakan kepentingannya datang, dan lain sebagainya. kami akan menunjuk beberapa seniman perempuan sebagai penerima tamu, dari obrolan-obrolan dalam kurun 2 bln yang mereka dapatkan, mereka akan membuat sebuah final project yang akan dipamerkan pada 1 hari H. Pada kurun waktu 6 bulan, kami akan membuat 2 kali pameran dengan menunjuk seniman perempuan dankurator perempuan yg berbeda. hasil akhirnya adalah jurnal proses selama kegiatan berlangsung.

Kategori

akses

Latar Belakang Proyek

GOGON awalnya adalah sebuah celetukan dari seorang teman di kolektif seni perempuan saya, Nona Minta Dansa, yang berarti Gosip Underground. Pada waktu itu kami sedang berbincang tentang project yang ingin dibuat, namun mengalami banyak kebuntuan. Akhirnya kami justru larut dalam pembahasan gosip para pelaku seni dengan kehidupan pribadinya. kami mengamati latar belakang kehidupan, keluarga dan sosialnya, apakah mempengaruhi proses berkaryanya, atau justru berbanding terbalik. obrolan yang penting tidak penting, namun sangat alamiah dibicarakan oleh wanita-wanita yang sedang berkumpul. Gosip seniman-seniman terkenal diluaran maupun skala lokal, yang kami yakin tidak kami dapat di lambe turah, itulah mengapa akhirnya disebut underground, gosip sekitaran seni yang kami dapat ketika kami berkumpul, yang tidak juga kami dapat ketika berkumpul dengan perempuan lain dengan bahasan gosip viral. akhirnya project kami gagal,bahkan ketika saya menawarkan hibah cipta ini dari desember lalu mereka masih kurang responsif. saya patah semangat merasa kurang dukungan, akhirnya saya berbicara dengan teman kolektif seni saya di serbuk kayu, dengan support yang luar biasa maka justru jadilah ide ini. Pelaku perempuan di surabaya kurang ruang, kita membutuhkan akses penstimulus dari kebiasaan sehari-hari, bergosip adalah awal untuk bertukar pikiran, dari ruang bergosip menjadi ruang yang akan sangat produktif.

Masalah yang Diangkat

tidak banyak perempuan yang berani mewujudkan ide dan gagasannya menjadi sebuah karya, atau banyak yang memiliki ide namun harus mengubur lagi keinginannya karena sistemasi yang terlanjur ada membuat keder. melihat itu saya dan teman-teman saya di kolektif serbuk kayu berinisiatif membuat pameran khusus perempuan. ternyata peminatnya besar, namun justru datang dari luar kota surabaya, seperti daerah jakarta dan jogja. ini berbanding terbalik dengan pengamatan saya selama ini, saya melihat begitu banyak perempuan berkarya, dilihat dari mulai banyakanya mahasiswa senirupa perempuan di kampus kala itu, juga dilihat dari postingan karya-karya mereka di media sosial. namun saya jarang melihat mereka ikut dalam pameran, meskipun dibuat pameran khusus perempuan, ada keraguan yang seolah terlanjur tertanam di diri mereka. akhirnya saya berinisiatif menawari mereka satu per satu, memberi pujian karya, menyemangati terlebih dahulu sehingga mereka menjadi percaya diri. ya, kebanyakan mereka ingin tapi tidak pd. dari pengalaman bebebrapa kali membuat acara untuk perempuan akhirnya saya menyadari bahwa mereka butuh tempat berkumpul, berdiskusi dan saling menyemangati, membuat stimulus untuk ide-ide mereka kedepan, menjadi seorang perempuan yang tidak hanya menerima ajakan, melainkan mampu membuat gagasan dan ide cemerlang.

Durasi Proyek

6 bulan

Indikator Sukses

ketika GOGON CLUB menjadi sebuah ruangan bergosip, berkumpul dan berinteraksi yang ramai tiap harinya, dengan pembahasan yang bisa jadi tidak terduga, kemudian para pelaku seni perempuan mengapresiasinya menjadi karya yang dapat dipamerkan, didiskusikan, dan diapresi yang lain. tidak menutup kemungkinan akan sangat banyak kolaborasi dari disiplin ilmu lain yang akan terjadi. dan membuka mata perempuan khususnya surabya, bahwa seni tidak melulu atas estetika, namun juga proses dibalik keindahan tersebut terbentuk.

Dana Hibah

Rp.300 Juta