Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1087 - Film Dokumenter (Mak Iyah : Pelukis Payung Geulis )


Nama Inisiator

Rizki Nur Farida

Bidang Seni

audiovisual

Pengalaman

3 Tahun

Contoh Karya

Trailer AL-HAQQ- Hakikat Short Movie (2017) - YouTube.MP4

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Proyek yang akan digarap oleh pemohon adalah film dokumenter berdurasi 24 – 30 menit. Film ini akan menampilkan mengenai sosok seorang wanita lanjut usia yang masih setia dengan pekerjaannya. Sosok tersebut adalah Mak Iyah, yang digadang sebagai pelukis payung geulis wanita “terakhir” di Tasikmalaya. Saat ini, Mak Iyah tidak hanya berjuang menjadi pelukis payung geulis, lebih dari itu Mak Iyah mengemban tanggungjawab untuk mempertahankan ikon kota ini dari ancaman kepunahan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya apa yang dirasakan Mak Iyah dibagi kepada banyak orang. Melalui proyek ini, pemohon ingin memberikan pandangan terkait keberlangsungan kerajinan tangan yang menjadi ikon Kota santri ini. Pemohon ingin memunculkan berbagai problematika yang dihadapi industri payung geulis. Khususnya melalui sudut pandang Mak Iyah selaku pelukis payung geulis wanita yang tersisa saat ini. Meskipun isu yang dikembangkan, bukan sesuatu yang benar-benar baru, namun melalui proyek ini pemohon ingin berkontribusi terhadap industri payung geulis demi mengedukasi masyarakat Tasikmalaya. Film ini akan digarap oleh sebuah tim produksi yang keseluruhannya wanita. Hal ini menjadi tantangan bagi pemohon untuk mewujudkan karya yang secara menyeluruh dari-untuk-oleh wanita.

Latar Belakang Proyek

Payung Geulis merupakan kerajinan tangan yang menjadi ikon Tasikmalaya. Pada mulanya payung geulis merupakan bagian dari fashion wanita Priangan. Proyek ini merupakan inisiasi pemohon untuk menghasilkan karya sesuai bidang yang digeluti. Disamping itu, Tasikmalaya merupakan Kota kelahiran pemohon. Sehingga terdapat semangat tersendiri untuk memberikan sesuatu pada daerah asal. Meskipun pemohon tumbuh di Kota Kembang, namun diharapkan melalui hal inilah, pemohon dapat memberikan sedikit kontribusi melalui sebuah karya film. Bagi pemohon, segala sesuatu akan kembali ke asal. Begitupula dengan proyek ini. Pemohon sangat berharap proyek ini menjadi titik balik untuk kembali secara personal namun memiliki kepentingan secara umum. Hal lain yang lebih penting adalah, Mak Iyah sebagai objek film dirasa mampu memberikan inspirasi kepada para wanita. Sosoknya yang digadang sebagai pelukis payung geulis wanita terakhir, menjadi poin penting yang ingin pula disajikan. Loyalitas dalam berkarya membuatnya patut mendapat apresiasi. Banyak orang yang telah menunjukkan apresiasinya melalui bidangnya masing-masing. Hal ini semakin mendorong pemohon untuk mengenalkan kerajinan khas Tasikmalaya beserta sekelumit ancaman yang tengah dihadapi.

Masalah yang Diangkat

1. Problematika industri Payung Geulis Tasikmalaya? 2. Bagaimana perjalanan Mak Iyah selama menjadi pelukis payung geulis Tasikmalaya? 3. Perasaan Mak Iyah sebagai pelukis payung geulis Tasikmalaya yang tersisa saat ini?

Indikator Sukses

1. Film di screening Kampung Panyingkiran Indihiang Tasikmalaya dengan konsep layar tancep 2. Film menjadi rujukan bagi individu/instansi pemerintah/swasta dalam kegiatan yang berkiatan dengan pelestarian budaya/seni daerah 3. Film mausk nominasi festival film/ di screnning di luar lokasi proyek

Lokasi

Tasikmalaya

Dana yang Dibutuhkan

Rp.24.5 Juta

Durasi Proyek

5 bulan