Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1083 - Pemberdayaan Perempuan Dayak Bahau dalam Berkerajinan


Nama Inisiator

Maria Teodora Ping

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

>6 tahun sebagai peneliti bidang kebahasaan dan pendidikan- kebudayaan

Contoh Karya

41LDcMFnU4L.jpg

Situs Web

https://scholar.google.com/citations?user=B2h-5U0AAAAJ&hl=en

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Proyek penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi perempuan Dayak Bahau dalam berkerajinan, membuat konsep dan melakukan pendampingan dalam pengembangan kemampuan managerial dan pemasaran dari hasil kerajinan tangan mereka yang di satu sisi tetap mempertahankan tradisi dan ramah lingkungan, di sisi lain juga bernilai ekonomis dengan harga terjangkau. Dengan demikian diharapkan semakin banyak kalangan yang mengenal motif-motif dan kerajinan tradisional masyarakat Dayak Bahau. Pembuatan Art Gallery dengan workshopnya sebagai ruang pamer dan produksi menjadi tujuan luaran penelitian ini. Berdasarkan pemikiran tersebut maka proposal hibah ini diajukan untuk memberi ruang pemikiran berfokus pada pemberdayaan perempuan Dayak Bahau dengan berkerajinan yang tidak hanya berorientasi ekonomis tetapi juga memperkuat tradisi.

Latar Belakang Proyek

Perempuan memiliki peran tertentu dan terdefinisikan dengan baik dalam tradisi masyarakat Dayak Bahau Kalimantan Timur, yaitu peran tradisional yang menjalankan peran manajerial domestik seperti mengelola rumah tangga, sebagai kepala rumah tangga di rumah panjang/rumah induk dan perannya di tengah masyarakat sebagai dayung (pemimpin upacara adat) atau bahkan sebagai seorang kepala kampung. Mayoritas perempuan Dayak Bahau masih mempertahankan tradisi mereka melalui pembuatan kerajinan berbahan manik-manik serta anyaman rotan yang memiliki motif-motif khas dengan simbol dan nilai filosofis masyarakatnya. Namun disayangkan bahwa kegiatan membuat kerajinan tradisional ini belumlah mendapat perhatian dan dukungan yang optimal sehingga karya para perempuan Dayak Bahau yang kaya tradisi ini belum dapat dikenal oleh masyarakat luas.

Masalah yang Diangkat

Saat ini kerajinan khas Dayak yang beredar di pasar sudah banyak yang tidak mengikuti “pakem” tradisi motif asli atas pertimbangan ekonomi dan bisnis, mengingat kerajinan yang dibuat asli oleh masyarakat lokal biasanya harganya mahal terkait dengan bahan baku dan biaya pengerjaannya. Di samping itu, usaha pembuatan kerajinan oleh para perempuan Dayak Bahau ini kebanyakan dikelola secara mandiri di kampung- kampung dan masih kurang mendapat dukungan dan bantuan baik secara material maupun dalam hal pendampingan secara berkesinambungan, terutama oleh pihak pemerintah daerah. Akibatnya, banyak produk asli karya para perempuan Dayak Bahau yang tidak dapat bersaing di pasaran dengan produk lainnya yang lebih banyak dipasarkan dan berharga lebih murah yang tidak mengikuti pakem tradisional yang sesuai dengan filosofi kebudayaan masyarakat Dayak tersebut. Penelitian ini ingin menawarkan solusi terhadap permasalahan ini dengan memberikan pendampingan secara berkesinambungan.

Indikator Sukses

Indikator sukses dari proyek penelitian dan pendampingan ini adalah: 1. Tingkat partisipasi perempuan Dayak Bahau dalam pendampingan dan pembuatan/ produksi kerajinan khas 2. Luaran: Pembuatan Art Gallery dengan workshopnya sebagai ruang pamer dan produksi kerajinan karya perempuan Dayak Bahau 3. Adanya saluran distribusi pemasaran yang jelas dan berkelanjutan untuk hasil produksi kerajinan karya perempuan Dayak Bahau yang dapat menjangkau masyarakat luas

Lokasi

Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur

Dana yang Dibutuhkan

Rp.495 Juta

Durasi Proyek

9 bulan