Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1077 - Buah Tangan Dari Utara


Nama Inisiator

Ni Putu Candra Dewi

Bidang Seni

lainnya

Pengalaman

Baru memulai

Contoh Karya

17038929_1446418488726401_4215575164907449606_o.jpg

Situs Web

https://candramertha.wordpress.com/2017/03/21/ketika-saya-bercerita/

Media Sosial

instagram.com/candramertha

Kategori Proyek

kerjasama_kolaborasi

Deskripsi Proyek

Kegiatan berkesenian bersama antara saya sebagai pengacara publik bersama seniman pertunjukan dalam hal ini Teater Kalangan yang berbasis di Singaraja, Bali. Kami ingin melibatkan masyarakat terkena dampak dalam kasus struktural untuk berkesenian dan bersuara bersama-sama melalui teater pemberdayaan. Masyarakat yang kami ajak untuk berproses selama beberapa bulan ke depan dan berperan atas dirinya sendiri adalah kaum perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya yang hidup di tapak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara (PLTUB) Celukan Bawang, Singaraja. Kami mempercayai bahwa seni memiliki cara pembelaannya sendiri, atau biasa diistilahkan artivist. Teater terapan dapat menjawab isu sosial bukan sekadar estetika pertunjukan. Dalam hal ini, Bali dikenal sebagai daerah yang sarat dengan kesenian. Namun hingga hari ini masih terbatas sekali kemunculan wadah-wadah pembelaan atas hak-hak yang fundamental lewat seni dan secara kolektif. Proyek ini juga berambisi untuk mengubah perspektif korban menjadi perspektif penyintas dan kemudian pembela atas dirinya sendiri. Pertunjukan akan diadakan pada beberapa daerah di Bali, bukan hanya Celukan Bawang namun juga Singaraja dan Denpasar dengan mengundang berbagai elemen masyarakat. Kami yakin, jangkauan masyarakat yang terkena dampak perubahan iklim yang disumbangkan oleh pembangunan PLTUB lebih dari sekadar satu desa atau bahkan satu kabupaten. Ketika Bali terluka, dunia terluka.

Latar Belakang Proyek

Desa Celukan Bawang pada awalnya adalah kawasan hutan yang berada di pesisir, kemudian para pelaut yang berasal dari Sulawesi Selatan berlabuh, mereka merabah hutan dan menetap di Celukan Bawang. Jumlah penduduk Desa Celukan Bawang 5.341 jiwa. Agama yang dipeluk masyarakat adalah Hindu dan Islam yang hidup berdampingan dengan rukun. Sedangkan mayoritas pekerjaannya sebagai nelayan, petani kebun, buruh tani lepas selebihnya sebagai pedagang. Untuk tingkat pendidikan masyarakat paling banyak tamat SD dan SMP. Dinamakan Celukan Bawang karena bentuk teluk Celukan Bawang menyerupai bawang, bentuk ini pula yang dianggap strategis oleh investor untuk membangun PLTUB di Pulau Bali dalam beberapa tahapan. Tahap pertama, 1x380 MW kini sudah berdiri dan beroperasi. Meskipun PLTUB mulai beroperasi pada 2015, namun persoalan warga sudah sejak pembebasan lahan hingga kontruksi. Misalnya saja saat relokasi yang mengakibatkan berubahnya pola interaksi warga. Hal tersebut telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan warga secara sosial, ekonomi dan budaya. Seperti berubahnya pola hidup khususnya perempuan dan anak-anak, berubahnya pola ekonomi warga khususnya nelayan dan petani kelapa, berubahnya pola kebudayaan warga yang telah terbangun dan terbentuk sejak lama. Dampak PLTUB tidak hanya pada satu Desa Celukan Bawang, melainkan ke tiga Desa lain yaitu Desa Tinga-tinga, Desa Pengulon dan Desa Tukad Sumaga.

Masalah yang Diangkat

Pembangunan PLTUB Celukan Bawang yang telah beroperasi menimbulkan dampak terhadap warga baik sosial, ekonomi dan budaya yang merupakan bentuk pelanggaran HAM sesuai dengan Undang Undang 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) di pasal 9 ayat (2); setiap orang berhak hidup tentram, aman dan damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin, kemudian di pasal (3); bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Maka, warga yang berada di sekitar PLTUB pun berhak atas ruang hidup dan lingkungan yang sehat seperti amanat UU Nomot 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Ketika terjadi pemiskinan dengan perampasan ruang hidup, kelompok yang paling awal merasakan perubahan tentu adalah kelompok rentan, diantaranya perempuan serta anak-anak baik secara ekonomi, sosial maupun budaya. Bila kita tarik dalam spektrum yang lebih luas, pembangunan-pembangunan PLTUB di Indonesia dapat mengakibatkan kematian dini sekurang-kurangnya 6500 jiwa per-tahun di Indonesia saja. BatuBara yang dibakar oleh PLTU memancarkan sejumlah polutan seperti NOx dan SO3, kontributor utama dalam pembentukan hujan asam dan polusi PM2.5.

Indikator Sukses

Indikator kesuksesan proyek ini bukan hanya perhatian masyarakat luas terhadap suatu proyek raksasa yang berkemungkinan merusaka tatanan hidup, sosial, ekonomi dan budaya namun apabila korban dapat dan berani menjadi penyintas dan berbicara mengenai masalah-masalahanya yang tengah dihadapi.

Lokasi

Bali

Dana yang Dibutuhkan

Rp.150 Juta

Durasi Proyek

6 bulan