Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pemohon Hibah

Serlin Oktuari


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

2tahun 9bulan

Situs Web

Media Sosial

@serlin_ok

Proyek


No. Formulir

1074

Judul Proyek

PENCIPTAAN FILM BERJUDUL “ELIZA AND HER SENSE OF SORROW”

Lokasi Proyek

DI Yogyakarta

Deskripsi Proyek

Saya telah mengagas ide cerita dari film tersebut dan ingin menjadi sutradara dalam pembuatanya. Film ini bercerita mengenai seorang gadis bernama Eliza yang tinggal di apartemen sederhana lantai 5 dengan bahagia bersama kedua orangtuanya. Namun, Eliza yang periang berubah menjadi pendiam setelah usianya menginjak 16 tahun ketika kedua orangtuanya meninggal dalam suatu kecelakaan lalu lintas. Kemudian dia tinggal dengan pamanya di apartemen peninggalan orangtuanya. Eliza mengalami pelecehan seksual hingga hamil di usia 19 tahun. Dia frustasi dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 5 apartemenya. Dia terjatuh dengan air mata yang menetes di pipinya. Pada saat dia terjatuh, dia memperhatikan setiap lantai yang dia lewati dari lantai 5. Di setiap lantai dia memperhatikan setiap kehidupan orang lain yang membingungkanya (lantai 4 Melinda sedang melukis dengan mulut karna tanganya diamputasi, lantai 3 Charlotte yang menyiapi anaknya yang lucu hasil dari pelecehan seksual yang dialaminya dulu, lantai 2 Brezzy yang tidak memiliki keluarga sedang mengajari heberapa anak yatim piatu cara membaca lalu di lantai dasar Eliza melihat seorang gadis pincang yang di gendong kakaknya yang buta sambil memberi arahan berjalan). Lalu dia terjatuh dan menyesal. Dia sekarat dan berfikir mengapa dia memutuskan untuk menyerah dengan takdir. Dia menangis dalam kesakitan.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Banyaknya kasus bunuh diri di dunia, dan motivasi rendah untuk berjuang menjadi faktor utama mengapa saya menulis cerita ini. Selain itu, tindak kekerasan seksual dari tahun ke tahun semakin tinggi dengan 5.785 kasus tercatat oleh Komnas perempuan sepanjang tahun 2016. Dunia, khususnya Indonesia sedang mengalami darurat perilaku seksual. Namun demikian, di Indonesia sendiri tidak jarang dijumpai beberapa difabel yang berprestasi dan memotivasi untuk hidup lebih baik lagi meskipun memiliki kekurangan fisik. Sebagai contoh nyata, Anis Rahmatillah(11), seorang gadis difabel asal Yogyakarta yang memenangkan medali emas olimpiade sains tingkat nasional. Dia telah berjuang melawan ratusan bahkan ribuan siswa normal lainnya dari seluruh Indonesia dengan segala keterbatasannya. Namun dengan semangat dan kegigihannya dia berhasil menjadi juara. Hal tersebutlah yang sangat memotivasi dan melatar belakangi proyek ini.

Masalah yang Diangkat

Saya menganglat beberapa permasalahan dalam proyek saya ini, antara lain masalah kasus bunuh diri yang marak terjadi di Dunia, bahkan Indonesia, minimnya motivasi untuk hidup yang membuat mereka memilih untuk mengakhirinya. Yang kedua adalah masalah pelecehan seksual yang notabene dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti keluarga dan kerabat menjadi ancaman serius terhadap kaum wanita yang paling sering menjadi korban tindak pelecehan seksual. Dan yang terakhir yaitu adanya kisah kisah inspiratif orang yang mengalami masalah kehidupan namun masih bisa bangkit dan tidak menyerah akan kehidupan.

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

Keberhasilan proyek ini adalah ketika 1. Film tersebut selesai dibuat 2. Film tersebut dapat di putar di banyak festival 3. Ketika film tersebut memotivasi setiap audience untuk lebih menghargai kehidupan dan pantang menyerah

Dana Hibah

Rp.100 Juta