Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1070 - Arsip Film Pendek Anak Indonesia


Nama Inisiator

Melisa Angela

Bidang Seni

seni_rupa

Pengalaman

7 tahun sebagai staf arsip, 2 tahun sebagai kepala arsip IVAA

Contoh Karya

ArsipFilmPendekAnak_LampiranKarya.docx

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Proyek ini adalah sebuah proyek pembuatan arsip film pendek anak-anak Indonesia dalam bentuk katalog digital. Proyek ini akan terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama, pengumpulan film pendek anak yang tersebar di berbagai komunitas film di Indonesia dan pembangunan database film pendek anak Indonesia. Tahap kedua, tim pengarsip akan menginventarisasi dan mengkategorikan film pendek anak tersebut berdasarkan tahun, tema cerita dan spesifikasi usia, serta penggalian konten film untuk mengetahui apakah terdapat unsur kekerasan, rasisme dan lain sebagainya baik dalam dialog maupun adegan film. Pengarsipan ini nantinya akan menambahkan informasi pendampingan sebagai panduan dalam menonton jika terdapat konten-konten yang berbahaya untuk ditonton anak-anak. Tahap ketiga, input data hasil tahap kedua berupa katalog arsip digital film pendek anak Indonesia yang nantinya dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat luas. Proyek ini melibatkan praktisi dari berbagai kalangan yaitu ahli arsip, pemerhati anak dan psikolog anak, pemerhati dan peneliti film anak, dan eksibitor film anak yang menggunakan film sebagai media edukasi dan stimulasi untuk anak-anak belajar berekspresi. Seluruh pelaksanaan proyek ini dilakukan di Yogyakarta bersama bioscil (bioskop kecil) Jogja, dan akan bekerjasama dengan seksi AUVI Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

Latar Belakang Proyek

bioscil (bioskop kecil) merupakan salah satu eksebitor film pendek anak yang konsen pada penonton anak-anak. Bergerak pada akhir tahun 2012, dengan semangat mempertemukan film pendek anak Indonesia bermutu baik ke penonton anak-anak yang lebih luas dengan cara memutar film pendek anak keliling. Upayanya untuk menjadi salah satu ruang alternatif menonton film anak-anak tersebut direspon positif oleh berbagai kalangan untuk kepentingan yang berkenaan dengan penelitian, pendidikan atau edukasi untuk anak-anak. salah satu respon pihak akademisi yang meneliti tentang film anak Indonesia dari Kepala Laboratorium AUVI Universitas Atmajaya Yogyakarta pada pertengahan 2017 lalu, mengundang berbagai kalangan untuk berpartisipasi dalam program inventarisasi film anak Indonesia. Untuk memaksimalkan upaya pengarsipan yang telah dimulai tersebut, saya yang sudah mengenal bioscil sejak di Indonesian Visual Art Archive (IVAA), dan sebagai sharing partner mengenai program inventarisasi film anak yang telah berakhir pada bulan Maret 2018, tertarik untuk menindaklanjuti hasil inventarisasi dan pengkategorian film anak Indonesia tersebut ke dalam bentuk katalog arsip digital. Upaya ini dapat berkontribusi pada pendokumentasian film pendek anak Indonesia kedepan, juga untuk membuka akses anak-anak Indonesia mendapatkan hak mereka atas tontonan yang layak, baik dan berkarakter yang mencerminkan budaya anak-anak Indonesia.

Masalah yang Diangkat

1. Saat ini film pendek anak yang mengandung nilai-nilai baik untuk penonton anak-anak mulai bermunculan diproduksi oleh komunitas-komunitas film independen di berbagai daerah oleh sutradara-sutradara muda di Indonesia. Namun akses untuk menonton film ini sulit dan hanya ditemui pada festival film atau pemutaran internal di kelompok-komunitas film tersebut. Selain itu, bioskop komersil tidak menayangkan film-film pendek kecuali terdapat pemutaran khusus yang diadakan satu tahun sekali. 2. Pendataan film Indonesia yang sudah ada masih bersifat umum dan tidak spesifik. Pada database tersebut sudah terdapat sinopsis, namun belum ada informasi mendalam terkait konten film. 3. Adanya beberapa film pendek anak yang mengandung dialog dan adegan kekerasan, ataupun bersifat rasis tanpa ada penjelasan atau peringatan, sehingga untuk usia anak tertentu hal tersebut butuh dilakukan pendampingan. Butuh informasi pengetahuan tambahan sebagai panduan ketika menemani penonton anak-anak. 4. Database yang dibuat secara khusus mengarsip film pendek anak Indonesia belum ada. Pengarsipan film pendek anak ini sudah dimulai bioscil Jogja, namun masih terbatas dalam jumlah dan belum ada katalognya.

Indikator Sukses

1. Pengarsipan film pendek anak Indonesia dalam bentuk katalog arsip digital terealisasi. 2. Terkumpul film pendek anak Indonesia minimal 30 judul. 3. Ada terkumpul minimal 10 kontak baru filmmaker / komunitas film anak Indonesia. 4. Ada peningkatan permintaan pemutaran film pendek anak minimal 4 kali per bulan di berbagai lokasi di Yogyakarta. 5. Ada sejumlah minimal 30 pengunjung database online arsip film anak Indonesia per bulan. 6. Ada sejumlah minimal 25 penonton anak-anak dalam setiap pemutaran film anak yang diselenggarakan oleh bioscil.

Lokasi

DI. Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.106 Juta

Durasi Proyek

5 bulan