Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1041 - Aktivasi Platform Maya Tradisi Lisan GILDAESTETIKA


Nama Inisiator

Endira Fitriasti Julianda

Bidang Seni

seni_rupa

Pengalaman

2008-sekarang: perupa 10 tahun, manajemen seni 4 tahun

Contoh Karya

Endira-CME.jpg

Situs Web

www.cargocollective.com/endira

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Sebagai bagian dari program koperasi GILDAESTETIKA, platform maya ini adalah sebuah platform publikasi kajian seni rupa indonesia terkait dengan isu ekologi, post-kolonialisme, gender melalui pencatatan lewat tradisi lisan. Platform ini ditujukan untuk membedah relasi antara kegiatan seni budaya dengan isu kontemporer baik dalam konteks lokal maupun global. Platform Jurnal Digital ini terdiri dari: Video wawancara Jurnal Sejarah Lisan Video infografis Dana hibah akan digunakan sebagai dana 'kickstart' yang akan dialokasikan pada infrastruktur serta pengukuhan sistem kerja supaya di masa depan dapat bergulir dengan lebih efektif dan efisien. Masa 'trial and error' infrastruktur (versi beta) adalah dalam kurun waktu 6 bulan dengan fokus pembangunan infrastruktur (platform maya) serta proyek pilot pada pembuatan video dan penulisan jurnal/esai. Disamping itu, pembentukan dewan editor yang terdiri dari para ahli yang akan menyeleksi konten juga menjadi bagian dari kerja pilot ini.

Latar Belakang Proyek

Salah satu utama dalam dunia seni budaya adalah masalah pencatatan/pengarsipan. Dalam beberapa pertemuan mengenai pencatatan sejarah seni rupa di Indonesia, ketiadaan sumber acuan yang layak kutip menjadi salah satu perhatian para peneliti di Indonesia. Dalam pertemuan yang baru saja terjadi bersama Wikimedia di Museum Macan Jakarta, 13-14 Maret 2018, di hadapan para penulis, seniman dan kurator seni rupa para relawan Wikimedia mengemukakan kesulitan semacam ini dalam proyek “Open Source Art History”. Sementara itu, seperti kita ketahui, tradisi lisan dalam budaya kita sangat kuat. Belum banyak usaha proyek pencatatan sejarah lisan untuk dapat menjadi bahan penelitian atau kutipan lebih lanjut. Namun seperti dikemukakan oleh Wikimedia juga, banyak hal yang bisa dilakukan jika data primer ini dapat dijadikan sebuah acuan yang layak kutip. Potensi ini termasuk juga penulisan sejarah seni rupa, salah satunya narasi mengenai perempuan perupa yang jarang sekali muncul dalam pembahasan sejarah seni rupa Indonesia hingga hari ini. Sebelum para narasumber primer potensial ini tutup usia, cerita-cerita penyaksian mereka berkaitan dengan seni rupa, perempuan perupa, dan peristiwa kebudayaan lainnya layak untuk dihadirkan menjadi sumber informasi dan bacaan bagi generasi mendatang.

Masalah yang Diangkat

1. Pengembangan model pencatatan atau metodologi tradisi lisan 2. Pembuatan platform editorial untuk jurnal tradisi lisan 3. Formulasi pengemasan konten supaya menjadi lebih mudah dicerna untuk penonton yang lebih luas

Indikator Sukses

1. Pantauan terhadap traffic pengunjung web sebagai indikasi kebutuhan akan informasi yang termuat dalam konten platform 2. Pembentukan dewan editorial yang terdiri dari ahli yang mumpuni secara akademik 3. Standarisasi kualitas konten melalui versi beta

Lokasi

Bandung

Dana yang Dibutuhkan

Rp.70 Juta

Durasi Proyek

7 bulan