Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

1024 - Sesarengan Coworking Space


Nama Inisiator

NAYLI DAHIYA FALHA

Bidang Seni

kuratorial

Pengalaman

2 tahun

Contoh Karya

Situs Web

https://www.instagram.com/kainontosoroh/

Media Sosial

https://www.instagram.com/kainontosoroh/

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Saya berencana untuk membuat sebuah co-working space untuk perempuan. Working space dimana perempuan bisa dengan bebas berekspresi , berkarya, dan tetap mengenal kerajinan lokal. Co-working space ini nantinya juga bisa memberikan berbagai pelatihan yang bisa dimanfaatkan para singlemom untuk mencari penghasilan. Kami berencana untuk memberikan pelatihan secara gratis kepada para singlemom. 'Sesarengan Coworking Space' nanti akan berkonsep working space, namun diperuntukkan bagi wanita. Kami memilih nama dengan menggunakan bahasa jawa karena proyek ini akan berlokasi di Yogyakarta. Konsep working space ini nantinya akan diisi dengan Bar Jamu di dalamnya sebagai pengganti dari kedai kopi yang biasanya ada di working space pada umumnya. Co-working space ini juga nanti diisi dengan koleksi ontosoroh sebagai tulang punggung singlemomtalk jangka panjang nantinya.

Latar Belakang Proyek

Kain Ontosoroh merupakan Brand Batik yang sedang kami kembangkan dan berfokus pada peningkatan kualitas batik. Dengan ini kami ingin mengkampanyekan pengurangan penggunaan batik print. Kami berkonsen pada batik cap, batik tulis serta lurik-lurik tradisional. Saya, yang juga founder, adalah seorang singlemom dan berfokus pada pemberdayaan singlemom di Indonesia. Hal ini saya mulai dengan membuat vlog tentang Single Mom untuk menginspirasi singlemom di luar sana agar tidak takut untuk menerima diri sendiri dan berkembang. Untuk lebih mengembangkan yayasan singlemom yang akan saya buat ini, saya berencana untuk membuat sebuah coworking space untuk perempuan. Dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengempower singlemom, saya berpikir untuk memberikan ruang di mana singlemom tidak hanya mendapat inspirasi namun juga pelatihan-pelatihan yang dapat mengupgrade skill mereka sendiri baik untuk berkarya maupun bekerja. Agar para singlemom menjadi lebih mandiri. Pada dasarnya saya ingin membuat sebuah sociopreneur project di mana program empowering singlemom ini dapat terus berkembang dan mandiri secara finansial. Di sini saya menggunakan bisnis ready-to-wear batik saya sebagai salah satu pilihan untuk mendanai program ini. Selain itu, jika memang kami mempunyai ruang nanti, saya juga berencana membuka bar jamu dan bisnis lainnya yang dari keuntungannya akan disumbangkan sebagai sumber dana program empowering singlemom.

Masalah yang Diangkat

Banyak singlemom diluar sana yang bahkan susah untuk menerima dirinya sendiri, berdamai dan mau maju untuk lebih mandiri. Padahal, bakat dan minat mereka cukup besar. Saudari-saudari ini juga berpotensi besar untuk menjadi pegiat seni dan budaya. Para singlemom ini juga tidak dapat bebas berkarya karena tidak adanya lingkungan yang bebas mendukung mereka sepenuhnya untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Alih-alih untuk berkembang di bidang seni dan budaya. Menerima diri sendiri saja sudah susah bukan main. Tidak adanya dana dan minimnya simpati positif yang diberikan kepada mereka bahkan malah dapat menggiring mereka kedalam jurang yang semakin negatif. Oleh karena itu saya berpikir dengan adanya ruang coworking space ini akan membantu mereka supaya lebih berkembang.

Indikator Sukses

Sesarengan co-working space dapat dikatakan sukses apabila 1. Mampu benar-benar menjadi wadah bagi empowering singlemom pada khususnya dan wanita secara umum. Dapat diukur dengan banyaknya jumlah pengunjung dan pemakai fasilitas akses. 2. Mampu memberikan empowering berupa pelatihan-pelatihan, seminar maupun runang belajar bagi singlemom dan wanita secara umum dengan pembiayaan secara mandiri dan tidak terikat institusi manapun. Dapat diukur dengan banyaknya jumlah event/seminar/diskusi seni dan budaya yang dihelat selama masa durasi proyek.

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.450 Juta

Durasi Proyek

9 bulan