Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Pemohon Hibah

Ita Yunita Siregar


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

sastra

Pengalaman Berkarya

Menulis fiksi dan tayang di majalah Anita sejak SMP, menulis fiksi untuk majalah dan koran, menulis novel dan biografi, novel anak, mengelola Majalah Litera dan Litera.id, majalah dan situs sastra yang mengusung tema-tema kemanusiaan-keberagaman-spiritualitas.

Situs Web

Litera.id

Media Sosial

Facebook Ita Siregar, Twitter Ita Siregar, Instagram Ita Siregar

Proyek


No. Formulir

71

Judul Proyek

Penulisan Novel Nahum (tentang Guru Nahum Situmorang).

Lokasi Proyek

Sipirok-Sibolga-Tarutung-Medan-Lembang-Jakarta

Deskripsi Proyek

Kegiatan penulisan Novel Nahum secara umum telah berlangsung di dalam diri saya selama ini, terutama ketika menjadi anggota Yayasan Pencinta Danau Toba dalam Bidang Pendidikan. Proyek ini terutama melakukan pembacaan secara mendalam tentang NGS dari perpustakaan, dan napak tilas kota-kota tempat NGS pernah tinggal yaitu di Sumatera Sipirok-Sibolga-Tarutung-Medan dan di Bandung dan Jakarta selama di Pulau Jawa. Berharap napak tilas mulai dilakukan akhir Mei hingga Juli, diikuti penulisan novel selama Juli sampai Desember 2018. Berharap novel sudah terbit sebelum 14 Februari 2018. bertepatan peringatan 111 tahun NGS.

Kategori

riset_kajian_kuratorial

Latar Belakang Proyek

Saya sangat ingin menulis kisah dan perjalanan hidup Guru Nahum Situmorang (GNS). GNS seorang pencipta, penulis syair lagu, penyanyi, pemain musik daerah Batak. Ia lahir di Sipirok 14 Februari 1908, meninggal di Medan 20 Oktober 1969. Ia anggota Kongres Pemuda 1928, dan memenangkan sayembara mencipta lagu kebangsaan setelah WR Supratman. Bersama Raja Buntal, putra Sisingamangaraja XII, mendirikan orkes musik Sumatera Keroncong Concours dan pada 1936 memenangkan lomba cipta lagu bernuansa keroncong di Medan. Tahun 1950, ia dan rombongan menyanyi di istana presiden di Jakarta, mengisi acara instansi pemerintah, kedubes-kedubes, live di RRI. ia menerima Penghargaan Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia pada 17 Agustus 1969. Ia mencipta sebanyak kurang lebih 120 lagu (Batak) yang populer hingga sekarang diantaranya Anju Ahu,Lissoi, Na Sonang Do Hita Na Dua. GNS bukan hanya milik masyarakat Batak tetapi Indonesia pada umumnya karena lagu-lagunya dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia. Lagu-lagu ciptaan GNS mengisahkan manusia Batak, alam Tanah Batak berikut romantika kehidupannya, menggambarkan suasana hati, merekam aspek sosio-antropologis masyarakat (Batak). Ia memperkenalkan masyarakat Batak ke Indonesia secara khusus. Sebagai penghargaan atas karya Anak Bangsa sendiri, tahun 2019 adalah 111 tahun NGS, dan saya ingin memperingatinya dengan peluncuran buku ini.  

Masalah yang Diangkat

Tema hidup dan perjalanan NGS merupakan hal yang elok diketahui oleh masyarakat Batak secara khusus. Hal lainnya adalah bahwa jasa-jasa orang di masa lalu sering tidak sengaja terlupa hanya karena tidak ada catatan untuk dibaca. Bentuk novel diharapkan dapat merangkum seluruh hidup NGS secara lengkap dan dapat dinikmati semua usia, terutama kalangan muda.

Durasi Proyek

8 bulan

Indikator Sukses

Penulisan ini sudah lama saya ingin lakukan, terutama setelah saya dilibatkan dalam kegiatan peringatan 111 tahun NGS yang diselenggarakan oleh teman-teman seniman Sumatera Utara dan Yayasan Pencinta Danau Toba.

Dana Hibah

Rp.50 Juta