Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

49 - Narasi Selembar Kain


Nama Inisiator

Mona Sylviana

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

25 TAHUN

Contoh Karya

Wajah Terakhir.pdf

Situs Web

https://monasylviana.wordpress.com

Media Sosial

https://www.facebook.com/mona.sylviana

Kategori Proyek

perjalanan

Deskripsi Proyek

Saya berencana mengadakan perjalanan ke desa(-desa) di Indonesia timur untuk membuat prosa (cerita pendek atau novel).

Latar Belakang Proyek

Saya berencana menulis prosa (kumpulan cerita pendek/novel) yang berbeda dari tema yang biasa saya geluti, yaitu mengenai kisah perempuan(-perempuan) di timur Indonesia. Pilihan tema tersebut berangkat dari kesadaran bahwa perempuan memiliki kekhasan dalam mengalami peristiwa, beragam cara mengolah pengalaman, serta kemampuan membahasakan pengalaman. Pengalaman masing-masing perempuan selain terikat biografi personal, juga konteks sosial-historis-budaya. Demikian halnya dengan perempuan(-perempuan) di Indonesia bagian timur. Saya percaya, dengan mengalami tinggal—walau tidak lama—di suatu daerah yang konteks sosial-historis-budaya berbeda dengan keseharian saya akan memperkaya pemahaman saya mengenai pengalaman banyak perempuan “lain”. Tubuh akan mencerap suara yang lain dan merasai suasana yang tidak biasa dialami. Berada bersama pengalaman perempuan lain, saya anggap penting karena sangat mungkin cara saya melihat selama ini terjebak stereotipe atau prasangka negatif. Mempunyai kesempatan berada bersama dan bersama mengalami peristiwa adalah suatu kekayaan tak ternilai bagi seorang penulis. Kekayaan itu saya harapkan akan memperkaya tulisan-tulisan saya, yang saya harapkan juga memperkaya pembaca buku saya.

Masalah yang Diangkat

Secara konkrit, pengalaman perempuan yang ingin saya alami adalah “biografi” para penenun kain. Secara sederhana ketertarikan saya karena, pertama, kegiatan menenun kain adalah pekerjaan perempuan di ranah domestik yang penting untuk ranah publik: untuk kepentingan upacara adat atau sebagai salah satu simbol sosial. Kedua, kegiatan menenun kain—di beberapa daerah—masih merupakan keahlian yang wajib dikuasai perempuan tetapi belum didudukkan sebagai “pekerjaan” utama. Kegiatan itu selalu dikerjakan di sela waktu mengerjakan hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan sebagai ibu atau istri. Ketiga, kegiatan menenun kain, mungkin, menjadi “lain” ketika telah populer menjadi komoditas bahan etnis di dunia fashion atau pariwisata. Dan, terakhir, saya percaya di setiap lembar kain selalu menyimpan kisah khas para penenunnya.

Indikator Sukses

Terbitnya sebuah buku prosa (kumpulan cerita pendek/novel)

Lokasi

Maluku

Dana yang Dibutuhkan

Rp.62 Juta

Durasi Proyek

4 bulan