Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

37 - Riset, Menulis dan Mencetak Novel Tetralogi Papua


Nama Inisiator

Aprila R. Amelia

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

11 Tahun

Contoh Karya

Screen Shot 2018-01-10 at 17.53.28.png.jpg

Situs Web

https://aprilawayarblog.wordpress.com/

Media Sosial

https://web.facebook.com/AprilaWayar15/

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Saya telah memulai proyek ini sejak Aprila 2017 lalu dengan memulai menulis novel ketiga saya yang akan menjadi novel pertama dari novel Tetralogi Papua yang saya rencanakan. Judul novel ini adalah Sentuh Papua. Novel ini telah selesai dan telah masuk penerbit Indie di Solo. Karena keterbatasan dana, saya hanya mencetak 300 eksemplar dari 1000 eksemplar yang saya rencanakan. \r\n\r\nSeperti dua novel saya sebelumnya, saya selalu melakukan riset yang kompleks untuk mengurai sejarah Papua yang bagai benang kusut, tentu saja dari persepektif saya sebagai orang Papua. Mulai dari perjalanan ke kota-kota bersejarah hingga riset pustaka, riset internet dan wawancara pelaku sejarah. Semua ini saya lakukan bertahap di masa lalu karena keterbatasan dana. \r\n\r\nProyek ini saya perkirakan akan memakan waktu kurang lebih dua tahun. Besar harapan saya, Media Cipta Ekspresi dapat membantu saya dan Papua menuju peradaban yang lebih tingga dalam dunia literasi dengan hadirnya novel tetralogi Papua ini.

Latar Belakang Proyek

Selain Mawar Hitam Tanpa Akar, novel kedua saya yang berjudul Dua Perempuan telah saya terbitkan sendiri melalui sebuah penerbit Indie di Makassar pada tahun 2013 lalu sebanyak 500 eksemplar dan telah dinikmati masyarakat luas. Dengan segala keterbatasan dana, saat ini saya sedang menunggu proses penerbitan novel ketiga yang saya beri judul Sentuh Papua yang fokus pada jurnalistik dan sejarah. Karena keterbatasan dana, saya hanya mencetak 300 eksemplar dari rencana menerbitkan 1000 eksemplar.\r\n\r\nSentuh Papua merupakan novel yang lebih banyak menitiberatkan pada sejarah Papua yang tidak pernah ditulis sebelumnya. Novel ketiga ini saya rencanakan sebagai novel pertama dari novel tetralogi Papua.\r\n\r\nKeterbatasan dana dalam proses menulis dalam melakukan riset sejarah Papua baik melalui internet, buku dan wawancara pelaku sejarah, juga proses penerbitan buku melalui penerbit Indie merupakan kendala bagi saya.\r\n\r\nSebagai ibu dari dua putri yang masih dalam masa pertumbuhan, saya juga menderita cardiomyopathy atau kelainan akibat otot jantung yang tidak normal sejak kecil yang baru ketahuan pada 2015. Saya tidak lagi melanjutkan pekerjaan saya sebagai jurnalis sejak 2015 karena sangat beresiko terhadap jantung saya. \r\n\r\nPada April 2017, dokter di Belanda memutuskan melakukan operasi pemasangan ICD (alat pacu jantung) pada saya. Kondisi ini hanya menungkinkan saya bekerja dari rumah. Saat ini saya lebih fokus pada penulisan novel untuk membawa Papua ke peradaban menulis sastra yang lebih baik.

Masalah yang Diangkat

Sejarah Papua\r\nPerempuan\r\nPembangunan\r\nKesehatan\r\nEkonomi\r\nHAM

Indikator Sukses

Papua nyaris tidak memiliki penulis novel lain. Kedua novel saya selalu habis di pasaran. Hingga saat ini, saat stok novel saya telah habis, masih ada saja pembaca yang mengirim pesan untuk mendapatkan novel saya. Novel-novel ini sering digunakan dalam berbagai kajian ilmiah.

Lokasi

DI Yogyakarta, Jayapura, Manokwari, The Netherlands

Dana yang Dibutuhkan

Rp.220 Juta

Durasi Proyek

9 bulan