Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Jurnalis Jalanan

822

822 - Jurnalis Jalanan


Nomor:
822

Inisiator:
Rizky Wahyuni

Organisasi:
Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI)

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
500 Juta Rupiah

Topik hibah:
NA

Masa Aktivitas:
Januari-Juni 2012 (enam bulan)

Deskripsi Proyek:
Proyek Jurnalis Jalanan adalah wahana kreasi anak jalanan yang diharapkan menjadi corong komunikasi, saluran aspirasi, dan lapangan bermain bagi anak jalanan. Sasaran proyek ini adalah anak-anak jalanan diwilayah kota besar di Indonesia (Jakarta, Syrabaya, Makassar). dengan format kegiatan yakni, pendidikan jurnalis anak jalanan dengan memberikan pendidikan jurnalisme, pembentukan kelompok kreatif anak jalanan untuk meretas perbedaan kelompok yang selama ini juga berdampak pada kekerasan jalanan dan tawuran kelompok, penerbitan media jalanan secara berkala yang memuat fakta dan realitas kehidupan jalanan, semua aktifitas tersebut yang terangkum dalam proyek ini akan dirangkum dalam bentuk film dokumenter.

Masalah yang ingin diatasi:
Data terkini melansir jumlah anak jalanan di Indonesia sebanyak 230 ribu yang tersebar di beberapa wilayah, khususnya dikota-kota besar. Hal ini menjadi indikator tentang lemahnya sistem pendidikan nasional dan tidak berdayanya kelompok minoritas dalam memperoleh hak hidup dan pendidikan yang layak. Dibutuhkan sebuah saluran edukasi yang sifatnya non formal yang mampu menjangkau dan meretas sekat dan batas kelas. Fenomena anak jalanan adalah salah satu hal yang kian hari menjadi soal klasik yang tidak kunjung selesai. Mendorong mereka kembali bersekolah adalah hal yang tidak mudah, diperlukan sebuah penciptaan iklim yang lebih kondusif, menarik minat, dan mampu mengangkut emosi dalam kerangka kebersamaan. Mendudukkan anak jalanan sebagai manusia yang memiliki hak yang sama dalam negara. Jalanan sebagai tempat beraktifitas sehari-hari anak-anak ini mempunyai banyak hal yang dapat dieksplorasi. Banyak cerita dibalik jalanan tersebut yang hingga kini masih menjadi citra buruk. Selama ini steorotipe yang dilekatkan kepada anak jalanan sangat diskriminatif. Untuk itu diperlukan sebuah cara untuk menjadikan mereka sebagai jurnalis-jurnalis jalanan yang memberikan informasi dan pengalaman sehingga semua mata terbuka tentang kondisi sesungguhnya.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Dalam rangka menyelesaikan permasalahan diatas, maka diperlukan sebuah aksi kreatif yang mampu memberikan stimulus belajar bagi para anak jalanan. Media atau saluran kreatifitas, pelatihan jurnalistik yang mampu menjembatani mereka dalam sudut pandang atau pendekatan anak jalanan.<br /> Pihak yang menerima manfaat adalah anak jalanan yang menjadi segmentasi proyek ini secara khusus, dan masyarakat perkotaan, sebagai elemen yang ikut andil terhadap masalah tersebut. Juga pemerintah atau institusi terkait yang secara hukum memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan masalah tersebut. Lokasi yang menjadi sasaran proyek ini adalah wilayah Jabodetabek.

Ukuran kesuksesan:
Proyek ini akan menghadirkan aksi kreatif yang tidak sekedar bermuara pada penciptaan media jalanan tetapi juga menjadi saluran komunikasi yang efektif. Dengan agenda berkala yang dilakukan dalam berbagai format kegiatan. Progressnya dapat diukur dari kualitas aksi dan media kreasi yang dihadirkan.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas