Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

806 - Menggunakan Media Sosial untuk Memantau Etika Jurnalis dan Menguatkan Kebebasan Pers


Nama Inisiator

Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika

Organisasi

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta

Topik

Pemantauan media

Deskripsi Proyek

Sejak 1998, Indonesia memasuki era demokrasi dan kebebasan pers. Banyak media baru muncul dan setiap orang bisa menjadi jurnalis. Sekarang, 13 tahun kemudian, media arus utama (mainstream) dan jurnalis menghadapi tantangan baru. Negara tidak lagi menjadi satu-satunya ancaman atas kebebasan pers. Kini gangguan justru banyak muncul dari dalam media: dari kepentingan pemilik modal di perusahaan media serta dari lemahnya etika serta profesionalisme para wartawan di redaksi sendiri. Buruknya kualitas pemberitaan media bisa menggerus kepercayaan publik. Ini membahayakan kebebasan pers. Sayangnya, pada saat yang sama, publik belum berdaya untuk mengawasi media. Dewan Pers, Komisi Penyiaran dan asosiasi jurnalis sudah berusaha menjadi penyeimbang, meski belum terlalu efektif. Dibutuhkan strategi baru yang lebih efektif. Kami menawarkan jalan keluar dengan memanfaatkan media sosial. Sejak Agustus 2010 lalu, kami membangun sebuah situs sederhana di http://mediaindependen.com dan mengundang jurnalis dan narablog untuk bersama-sama mengawasi media. Kami berharap situs ini bisa jadi dasar (platform) untuk membangun jejaring jurnalis dari berbagai perusahaan media, yang bisa membuka akses publik pada apa pun yang terjadi di dalam redaksi. Transparansi ruang redaksi pada akhirnya akan memudahkan kontrol publik pada media. Ini penting agar kebebasan pers benar- benar jadi milik semua orang.

Masalah yang Diangkat

Era kebebasan pers di Indonesia membawa perubahan pada struktur kepemilikan media massa di negeri ini. Pemusatan kepemilikan media menghasilkan konglomerasi media. Sejumlah pengusaha kini menguasai saham stasiun televisi, suratkabar, radio dan media online. Sebagian besar pemilik media ini tidak punya latarbelakang jurnalistik. Rata-rata mereka punya bisnis lain di luar media. Ini membuat media massa rawan digunakan demi kepentingan ekonomi dan politik para konglomerat ini. MediaIndependen.com menawarkan jalan keluar dengan memanfaatkan solidaritas antar-jurnalis yang bekerja di berbagai perusahaan media tersebut. Memanfaatkan media sosial, kami menyediakan ruang bagi jurnalis untuk berbagi informasi soal apa saja yang terjadi di dalam ruang redaksi media –tentu yang relevan bagi kepentingan publik dan kebebasan pers.

Solusi

Program penguatan kebebasan pers dengan media sosial ini akan diawali dengan penyelenggaraan pelatihan media online untuk jurnalis. Dalam pelatihan itu, jurnalis akan menyerap keterampilan dan pengetahuan soal media online dan bagaimana menggunakannya secara efektif untuk menjaga kebebasan pers. Tim MediaIndependen.com sendiri adalah alumni dari pelatihan serupa di Radio Nederland Training Center, pada Mei 2010 lalu. Jurnalis peserta pelatihan diproyeksikan menjadi bagian dari tim MediaIndependen.com yang akan secara kontinyu mengisi konten dari situs berita ini. Para jurnalis ini juga diharapkan menarik koleganya sesama jurnalis dari perusahaan media lain, sehingga diharapkan secara bertahap, situs ini memiliki kontributor dari semua perusahaan media arus utama di Jakarta. Jejaring jurnalis inilah yang bakal menjadi tulang punggung situs ini dalam membuka akses public pada ruang-ruang redaksi media.

Pihak yang menerima manfaat adalah publik secara umum akan diuntungkan oleh transparansi media yang didorong oleh program ini. Selain itu, tak kurang dari 30 jurnalis yang menjadi peserta pelatihan akan memetik manfaat langsung dari program ini, demikian juga dengan para jurnalis berbagai media arus utama di Jakarta yang akan menjadi bagian dari jejaring jurnalis pengisi situs ini.

Target

Publik secara umum akan diuntungkan oleh transparansi media yang didorong oleh program ini. Selain itu, tak kurang dari 30 jurnalis yang menjadi peserta pelatihan akan memetik manfaat langsung dari program ini, demikian juga dengan para jurnalis berbagai media arus utama di Jakarta yang akan menjadi bagian dari jejaring jurnalis pengisi situs ini.

Indikator Sukses

Dalam 12 bulan durasi program, diharapkan situs MediaIndependen.com akan menjadi rujukan utama publik untuk mengetahui ada apa di balik pemberitaan suatu topik tertentu di media massa arus utama di Jakarta. Diharapkan setidaknya ada 500 orang yang menjadi pengguna yang terdaftar (registered member) dari situs ini. Selain itu, diharapkan ada 50 jurnalis dari sedikitnya 20 media arus utama (mainstream) di Jakarta yang secara rutin setiap bulan menyumbangkan artikel mengenai pemberitaan medianya, kondisi redaksi serta opini mengenai kondisi pers pada umumnya ke situs MediaIndependen.com.

Lokasi

DKI Jakarta

Dana yang Dibutuhkan

693 Juta Rupiah

Durasi Proyek

Januari-Desember 2012 [satu tahun]